Mata Kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren Ala UNHASY

Brosur Terbaru Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang
Brosur Terbaru Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang

Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang memiliki mata kuliah dasar umum yang khas dan membedakan UNHASY dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Mata kuliah tersebut adalah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren yang wajib dipenuhi oleh setiap mahasiswa dari semua jurusan. Mata kuliah ini diajarkan oleh Bapak M. Muhsin Ks. Mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren membahas apa saja?

Sesuai dengan namanya, Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren adalah mata kuliah yang memfokuskan pada pembahasan para tokoh pesantren di Indonesia terkait sejarah kehidupan mereka, baik secara pribadi maupun organisasi. Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren banyak menyorot hasil pemikiran dan usaha nyata para tokoh muslim Indonesia yang dilakukan dalam rangka memajukan pendidikan dan perbaikan akhlaq umat.

Siapa saja tokoh pesantren di Indonesia yang dibahas dalam mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren di UNHASY? Beberapa nama diantaranya adalah KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Abd. Wahid Hasyim dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Imam Zarkasyi dari Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, dan KH Ahmad Dahlan pendiri organisasi Muhammadiyah. Itulah beberapa nama tokoh muslim di Indonesia yang dipelajari dalam mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren di UNHASY semester gasal tahun akademik 2013/2014 ini.

Untuk apa mahasiswa UNHASY mempelajari Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren? Universitas Hasyim Asyari adalah bagian dari Pondok Pesantren Tebuireng yang bercirikan ajaran salafiyah. Setiap mahasiswa UNHASY pada umumnya juga merupakan santri Pesantren Tebuireng. Oleh karena itu, mahasiswa wajib memahami kultur Islam di Indonesia melalui tokoh-tokoh yang dibahas melalui mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren.

Salah satu pemikiran yang menarik untuk dibahas misalnya ketika Abd. Wahid Hasyim merumuskan model pendidikan baru di Pesantren Tebuireng pada tahun 1933 dengan memasukkan kurikulum umum ke madrasah. Beliau meyakini bahwa jika santri hanya belajar agama saja, maka akan berstatus kelas dua dalam kehidupan masyarakat modern nanti.

Pemikiran tokoh-tokoh pesantren itu bukan hanya memberi inspirasi bagi kalangan akademis, tetapi juga mendorong perubahan nyata bagi masyarakat secara umum melalui keteladanan sikap tokoh tersebut. Tertarik ingin tahu bagaimana mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren mengubah cara pandang kita terhadap dunia pendidikan Islam? Simak terus artikelnya hanya di blog The Jombang Taste.

7 Replies to “Mata Kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren Ala UNHASY”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *