Orang Baik Tidak Harus Berpengetahuan Luas

bertanggungjawab terhadap kehidupan...
bertanggungjawab terhadap kehidupan…

Mendalami ajaran agama sesuai kepercayaan merupakan salah satu tugas manusia hidup di dunia. Agama mengajarkan cinta kasih terhadap sesama sekaligus bentuk komunikasi pribadi antara individu dan Sang Pencipta. Namun bila kita tidak memiliki pengetahuan agama yang cukup, lantas apakah hal tersebut menjadi alasan bagi umat Islam untuk berdiam diri dan tidak memberi manfaat bagi orang lain? Mari kita bahas bersama.

Ada pernyatan menarik yang disampaikan oleh Pak Muhsin dalam mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren di Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng minggu lalu. Dikatakan bahwa untuk menjadi orang muslim yang baik tidak harus menguasai dasar-dasar ilmu agama yang luas. Mengapa? Karena orang yang berpengetahuan agama luas belum tentu bisa menjadi orang baik dan bermanfaat bagi lingkungannya.

Berbekal sedikit ilmu pun tak masalah. Kita masih bisa menjadi orang baik walau pengetahuan agama kita belum seberapa, asalkan kita memiliki komitmen diri untuk berbuat baik terhadap diri sendiri. Tidak ada pencapaian besar dengan modal kecil. Namun semuanya harus diperjuangkan. Komitmen tersebut mula-mula berupa niat baik di dalam hati kemudian secara bertahap diwujudkan dalam perbuatan.

Pertama, cintailah diri kita sendiri. Mencintai diri sendiri berarti bertanggungjawab terhadap keselamatan diri sendiri ketika masih hidup di dunia maupun kelak saat hidup di akhirat. Langkah pertama ini tidak mudah. Jika kita sudah memiliki modal mencintai diri sendiri, maka kita akan bisa mencintai orang-orang di sekeliling kita. Mencintai orang lain berarti kita memperlakukan mereka sama halnya kita memperlakukan diri sendiri.

Jadi, sampaikanlah kebaikan itu walau mungkin saat ini Anda belum cukup memiliki pengetahuan agama. Pengetahuan itu akan Anda dapatkan secara alami seiring dengan banyaknya pengalaman hidup yang Anda jalani. Semoga artikel ini bisa memberi manfaat untuk Anda. Enjoy blogging, enjoy writing!

  • Mr and Ms White in pictures – ‘Tourist’
  • Kalimah Allah case update: Church application dismissed

2 Replies to “Orang Baik Tidak Harus Berpengetahuan Luas”

  1. Yang lebih penting adalah memberikan manfaat. Tidak harus pintar. Karena orang pintar seringkali malah minterin orang bodoh. Thanks artikelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *