It’s Not About Show Off

Saya awali posting ini dengan sebuah kalimat terkenal. Saya lupa nama penciptanya.

“Ability without visibility is a disability”.

Kurang lebih berarti pamer kemampuan diperlukan supaya orang lain mengetahui kemampuan kita. Sebab kalau kita tidak menunjukkan kemampuan kita sama saja kita tidak mampu.

Sementara itu, masih banyak blogger yang mempunyai pemikiran “Silence Is Gold” alias diam adalah emas. Sehingga mereka yang mempunyai kemampuan menulis hebat, namun tulisannya berakhir di gudang hard drive komputer.

Memang, ini adalah sebuah pilihan pribadi. Seorang penulis memiliki hak penuh untuk mengolah hasil tulisan. Mau di publikasikan atau justru dinikmati sendiri.

Tetapi apalah arti pikiran Anda bila tidak pernah tersampaikan ke orang lain. Seberapa hebat ide yang Anda punya, tidak akan terwujud dalam tindakan riil bila hanya Anda bicarakan dengan angan sendiri.

Mungkin Anda mempunyai kalimat “Tong Kosong Nyaring Bunyinya” sebagai peribahasa favorit. It’s oke!

Kalau menurut saya pribadi, peribahasa ini justru menekankan kualitas dan kemampuan seseorang dibanding sifat pamer yang terkadang muncul tanpa disadari.

Tak jarang, agak sulit bagi kita untuk menentukan kapan kita harus pamer dan kapan kita harus diam. Tetapi asalkan menggunakan cara-cara yang benar, saya yakin yang menonjol adalah kemampuan yang kita miliki. Bukan sifat pamer atau show off.

Salah satu cara adalah dengan mengikuti kontes menulis. Selain menunjukkan bukti keberadaan diri Anda, kontes atau lomba atau apapun namanya, bisa menjadi sarana memperbaiki diri.

Siapa yang tahu tulisan Anda layak dipublikasikan? Bagaimana Anda tahu tulisan Anda dapat mengubah kehidupan banyak orang? Langkah nyata apa yang dapat tercipta dari proses brainstorming ide ada?

Semua hal di atas tidak akan terjadi jika Anda tidak menyebarluaskan tulisan. Alasan yang kerap muncul kadang-kadang sangat sepele, yaitu MALU dan TAKUT SALAH.

Melakukan kesalahan lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Karena dengan melakukan kesalahan, kita menjadi tahu yang benar.

Tunggu apa lagi? Dapatkan moment kebangkitan diri Anda. Tunjukkan bahwa tulisan Anda memang layak dibaca, bukan sekedar angan seorang pemimpi di siang bolong.

Tetap semangat menulis!

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

71 Replies to “It’s Not About Show Off”

    1. @evan, artiklenya siip,, tapi menurut saya harus seimbang antara 'silent is gold' dan 'tong kosong nyaring bunyinya' seperti motto dan semboyan saya . . . "Mengaplikasikan Pengetahuan adalah KEKUATAN – apapun ilmunya. . . apapun teorinya. . . apapun impiannya. . . apapun alasannya. . . apapun tujuannya. . . berapapun modalnya. . . kalau diam saja dan nggak ACTION ya nggak jadi apa-apa . . .!!"

  1. hemm… saya dulu sering menyimpan artikel saya di hardisk komputer yang berisi tentang hidup saya… dan saya menyesal tidak bisa membagikannya :mewek

  2. Kadang kapasitas kita dihalangi oleh perasaan yang tidak perlu ada sebetulnya… So biarkan orang tau bahwa kita memang berkapasitas (kira-kira itulah yang saya ambil dari artikel ini)… Mantabs…

    1. @Agus, Ibarat sebuah belati, kalau didiamkan di dalam gudang yang terjadi justru pengkaratan. Beda dengan yang tiap hari dipakai. Bisa-bisa makin tajam.

  3. Pamer kemampuan dalam artian positif supaya orang lain ngerti bahwa kita punya kualitas dan kemampuan menurut saya ngga apa-apa malah bagus sebagai bagian untuk mengaktualisasikan diri……he..3x

  4. It's show time….

    Write write write… 😀

    3 buku menanti dari saya. Let's join now to Co-Writer Star Contest…

    :cendol

  5. bener juga sih Mas . tapi semua kembali kepada orang itu sendiri . lebih memilih diam adalah emas . atau yang pamer kemampuan . sebab kalo pamer takutnya ntar di katain sombong lagi .

    ada yang bilang begini

    lebih baik di tanya "mengapa Anda tidak berbicara" daripada "Mengapa Anda berbicara demikian"

    itu saya lupa ucapan siapa tuh .

    Thanks

    Imamz

    1. @Imamz, Yap, semua kembali pada tujuan awal kita ikut kontes. Alias niat awal. Tapi tim juri nggak melihat hal ini lho. Yang penting kriteria penilaian dipenuhi, it's oke.

  6. yuuk…. nulis… ikut kontes mas agus…. kalau saya terus terang bukan apa-apa gak ikut kontes anda mas… akhir-akhir ini saya sedang di sibukkan dengan kegiatan yang lain yang membuat saya tidak bisa fokus untuk menulis bahkan balas komentar blog aja sering terlambat…. :((

  7. sumbunya ada pada "Niat" isi hatinya mas.

    hentakan emosionalnya bakalan terasa kok. kalau muatannya "Pamer" pembaca akan menerimanya sebagai pamer. tapi kalau niatannya untuk mengukur kemampuan, pembaca juga bisa merespon dengan simpatik.

    jadi, selagi niatnya untuk maju dan jauh dari sifat pamer… Lanjutkan!

  8. Lebih baik salah dari pada nggak sama sekali, kalau salah masih bisa diperbaiki…. kalau tidak mencoba, nggak tahu salahnya

  9. jangan takut berbuat salah (=untuk hal yang baik tentu saja), karena kalo takut berbuat salah (=sekali lagi dalam perkara kebaikan), kita gak akan pernah tahu yang mana yang benar, contoh silakan dicari sendiri,biar tahu mana yang salah mana yang benar 🙂

  10. Diawal ngeblog saya sering mengalami ini mas agus: jangan2 tulisan saya salah, atau jgn2 ntar diketawain, tapi lama2 hilang juga perasaan itu. Pamer kemampuan it'ok asal g kebablasan aja ntar jadinya sombong lagi.

    1. @Andrik Sugianto, Memang, rasa Percaya Diri itu nggak bisa hadir begitu saja. Kita harus membiasakan membawanya dalam setiap aksi menulis.

      Perkara salah dan benar itu bukan utama. Karena biasanya teman-teman blogger lain akan saling memberi koreksi tulisan kita.

  11. Menulis dapat memberikan rangsangan yang baik bagi pemikiran,walaupun terkadang harus ada pertimbangan juga artikel mana yang layak di publish dan yang tidak layak di publish 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *