(Lanjutan) Kisah Seorang Blogger

Artikel ini adalah lanjutan tulisan mas Lutvi Avandi. Buat yang belum tahu asal muasal cerita, silakan baca disini.

___________________________________________

Merasa dongkol terhadap komentar miring tetangga, Pak Bejo segera kirim DM ke twitter @NyiBlorong.

“Eh, lu bilangin sama tuyul-tuyul peliharaan lu. Nggak usah nampang di kampung Jemur Wonosari lagi. Entar gue dikira pelihara tuyul beneran”.

Tak kalah sengit, @NyiBlorong membalas:

“Yeee, nggak usah mere-mere dong cinnn… Elu kan emang punya tuyul online. Nggak diminta juga udah setor duit ke atm lu. Ngaku aja deh…”

Pak Bejo mengangguk-angguk. Dalam batinnya mengakui kebenaran kalimat @NyiBlorong. Bukannya selama ini dia punya banyak anak buah yang memasarkan produk tanpa diminta. Tahu-tahu duit sudah kumpul di rekening bank.

Dan ngasih makan tuyul online juga murah banget. Sekilo kacang ijo bisa jadi nutrisi sebulan penuh. Nggak perlu cari darah anjing, darah ayam cemani apalagi darah perawan.

Maka semakin kuatlah tekadnya untuk memelihara tuyul-tuyul seperti kata @NyiBlorong.

“Okelah kalau begitu. Mereka pikir gue pelihara tuyul. Gue akan buktikan ucapan mereka. Akan gue launching Paket Perdana Tuyul Online by Bejo Paijo. Biar diem tuh mulut-mulut gatel…”

Dan pagi itu Pak Bejo bangun lebih awal dari biasanya. Jam 4 pagi sudah menjalani mandi keramas, luluran avocado extract, mencukur cambang yang sudah setahun nggak disentuh pisau silet dan pakai jas berdasi.

Sedikit semprotan Ass Alaska menimbulkan aroma unik pada tubuhnya yang semakin digerogoti usia. Dan waktunya eksyen…!

Bersama para pedagang pasar yang mulai menawarkan barang dagangannya, Pak Bejo ikut-ikutan berteriak dengan semangat.

“Tuyul online… tuyul online…! Hayo, bapak-bapak, ibu-ibu. Siapa mau dapat setoran duit dari tuyul secara halal tiap hari. Cuma hari ini. Garansi satu tahun. Buruan… buruan…!”

(bersambung)

___________________________________________________________

Kelanjutan artikel ini bisa Anda baca di blog UdinHamd.Com dan IwanKus.Com

2 Replies to “(Lanjutan) Kisah Seorang Blogger”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *