3 Cara Membangun Personal Branding Melalui Blog Pribadi

Orang membutuhkan referensi terbaik saat menjelajah internet. Anda bisa menjadi sumber informasi terpercaya dengan membentuk personal branding yang tepat.

Dengan memiliki blog pribadi atau website, orang akan menganggap Anda memiliki keahlian pada satu bidang tertentu. Hal ini penting Anda lakukan dalam membangun kerajaan bisnis online maupun untuk tujuan mempromosikan kemampuan diri dalam profesi offline. Sekali Anda telah dipercaya, orang akan terus menerus mendatangi blog Anda untuk mendapatkan informasi terkini dalam satu niche. 

Berikut ini terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membangun personal branding pada niche yang Anda tekuni.

1. Update artikel secara rutin dan informatif.

Blog pribadi yang di-update secara rutin bukan saja bagus di mata mesin pencari, tapi hal ini menunjukkan bahwa Anda masih ‘ada’ dan bersemangat dalam berbagi artikel informatif. Berbagi tidak pernah rugi. Artikel yang Anda tulis adalah cerminan karakter Anda. Dengan memberikan informasi yang bermanfaat, secara tidak langsung Anda senilai dengan tulisan tersebut. Pembaca blog tidak akan ambil pusing apakah artikel tersebut Anda tulis sendiri ataupun hasil karya ghost writer.

2. Banyak melakukan riset.

Melakukan riset memang bukan pilihan populer bagi kebanyakan blogger. Sebagian blogger justru lebih suka menjadi media blow up bagi riset yang telah dihasilkan oleh orang lain. Untuk membuat riset sebenarnya tidak harus ribet. Cukup dilakukan dari dashboard dan cpanel blog Anda. Misalnya membuat perbandingan dua blog yang sama-sama mengandung konten informatif dengan jumlah backlink yang berbeda. Setelah beberapa waktu Anda akan melihat bahwa konten berkualitas memiliki nilai lebih baik di mata Google daripada artikel dengan limpahan backlink.

3. Menulis secara detail dan mudah dipahami.

Menyajikan artikel yang detail dan mudah dipahami adalah tantangan tersendiri bagi seorang narablog. Kecenderungan yang ada adalah menulis artikel detail namun dengan bahasa yang terlalu teknis dan pembaca harus bolak-balik googling untuk benar-benar memahaminya. Atau kalau bahasanya mudah dipahami biasanya muatan informasinya ala kadarnya. Memang nggak mudah dan perlu latihan berulang-ulang untuk hal yang satu ini.

Bagaimana menurut Anda? Ada ide lain dalam membangun personal branding melalui personal blog?

27 Replies to “3 Cara Membangun Personal Branding Melalui Blog Pribadi”

  1. Sentuhan artikel personal sepertinya perlu ditambahkan. Karena blog pribadi mustinya harus mengandung sisi personal pemiliknya

  2. Saya setuju dengan komentar mas Lutvi, bahwa sentuhan personal rasa-rasanya tak bisa diabaikan ketika kita nulis di blog. Sebab blog pada dasarnya kan sama dengan website pribadi. Maka gaya menulisnya juga sudah selayaknya diberi bumbu personal. Salah satu caranya mungkin dengan menggunakan gaya orang pertama (lewat kata ‘saya’, ‘aku’, ‘gue’, dsb). Tentunya tidak harus selalu ada atau banyak digunakan. Tergantung kondisi postingan yang mau dipublish aja deh.

  3. ada satu yang kurang, yakni jadi diri sendiri 🙂
    Jadilah diri sendiri dalam blogging, karena orang unik dan menarik yang cinta sosial itu lebih banyak dilirik dari pada orang yang terlalu pandai namun angkuh dan sombong 😀

  4. Ukuran untuk menilai keberhasilan Personal Branding itu saya masih bingung hehe… Soal harus ada sentuhan pribadi dalam setiap postingan, harusnya sudah jadi bagian penulisan seorang blogger. Susah soalnya contek gaya bicara orang, kecuali artikelnya copas, ya udah jelas ga ada sentuhan personal dari empunya blog 😀

    1. Memang pada awalnya ngeblog itu terpengaruh gaya sama tokoh idola kita. Tapi lama-lama nanti akan terbentuk karakter khas dengan sendirinya seiring dengan latihan menulis yang cukup.

      Mengenai ukuran keberhasilan personal branding tergantung bidang yang ditekuni. Kalau buat pengelola bisnis affiliasi ya dilihat dari jumlah member yang bergabung. Kalau buat penulis buku cetak ya berdasarkan jumlah buku yang berhasil dijual di gerai buku. Kurang lebih begitulah menurut saya.

  5. Menulis artikel secara rutin dan informatif sebenarnya ini sering sulit terpenuhi, baik karena kurang bahan penulisan, ataupun kehilangan ide menulis. Satu lagi yang mungkin bisa jadi bagian dari pembangunan personal branding adalah konsistensi menulis untuk tema-tema spesifik, sehingga ini akan menjadikan blog kita “blog spesialis” seperti blog mas Agus siswoyo ini “blog motivasi blogging”

    1. Kalau bahan menulis saya jamin selalu ada di sekitar kita. Tergantung kita yang punya niat menulis apa nggak. Bisa dari tivi, majalah, artikel portal berita dan lain-lain. Yang nggak mudah mungkin meluangkan waktu untuk menulis karena kebanyakan blogger masih terikat kerja kantoran.

  6. Agus menggunakan teknik SEO yang lucu, judul asli dalam bahasa inggris, tapi kemudian diganti bahasa indonesia dengan tetap meninggalkan link bahasa inggris untuk menarik spider engine.

    Apakah sudah ada yang punya bukti bahwa cara ini berhasil? Atau justru bisa membunuh SEO karena dianggap sebuah tipuan oleh Google SE?

  7. saya tergelitik sama komenan mas hengky…kok bisa-bisanya ya mas Agus ini… ide bagus lah mas. soal branding, saya lagi baca ebooknya mas nih yang 3 langkah menjadi selebblogger. saya kira di situ penjelasannya lumayan

  8. Hm.. personal branding ya..rasanya blog saya yang isinya curhat colongan gak bisa dibilang memberikan artikel yang informatif dan memberikan manfaat hehehe..nice artikel mas 🙂

  9. Thank you a bunch for sharing this with all people you really realize what you are talking approximately! Bookmarked. Kindly additionally visit my web site =). We could have a link change agreement between us

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *