Blogger Nggak Boleh Marah?

Pernah tahu blogger yang menulis posting dengan nada marah dan kehilangan motivasi diri? Saya yakin teman-teman pasti pernah mendapati hal tersebut. Pada saat Anda melihat orang mulai marah dalam menulis artikel blog, Anda seharusnya menyadari bahwa Anda menjadi saksi atas sikap pertahanan diri yang kuat seorang blogger. Orang yang marah sebenarnya sedang mencoba untuk mempertahankan diri mereka, mereka takut dan krisis motivasi diri.

Sebelum Anda melakukan tindakan persuasi dan memotivasi mereka, Anda harus membuat mereka menurunkan perisai pertahanan diri yang dibuat. Mereka tidak akan mendengarkan saran Anda dengan perisai yang masih kokoh. Begitu banyak suara yang berkembang dalam pikiran mereka sehingga pemikiran tidak bisa menjadi jernih. Pada tahap defensif ini, mereka akan menyaring setiap perkataan Anda melalui kabut kemarahan itu.

Rasanya tidak ada gunanya menasehati dan memotivasi jenis orang yang demikian. Anda akan menyia-nyiakan waktu Anda dan mungkin dapat membuat dia menjadi lebih marah. Tapi orang marah ternyata juga dapat diatur lho. Bagaimana caranya? Kita pahami dulu bahwa kemarahan itu timbul akibat ketakutan kalau saja keburukan mereka terkuak. Oleh karena itu, cara mengatasi kemarahan adalah atasi dulu sumber ketakutan mereka.

Berikut ini beberapa saran dari Joel Whalen untuk mengelola motivasi diri orang yang sedang berada dalam ketakutan dan kemarahan.

Pertama, sadari bahwa ketakutan dapat menyebar seperti penyakit.

Percaya deh, ketakutan orang lain dapat membuat Anda jadi ikutan takut dan melunturkan motivasi diri Anda. Ini sejenis penyakit menular. Orang yang berbeda karakter memperlihatkan cara yang berbeda waktu mereka marah. Beberapa orang mungkin cukup komunikatif. Mereka mengkomunikasikan kemarahan dengan berbicara keras-keras. Dengan nada marah, tulisan mereka dipenuhi ekspresi kebencian. No problem.

Lalu karakter yang kedua adalah mereka yang berusaha menyembunyikan kemarahannya, bahkan menyangkal pada dirinya sedang marah dengan tetap berpura-pura memiliki motivasi diri yang kuat. Orang jenis ini bersikap berkebalikan dari cara di atas. Secara tulisan mungkin mereka terlihat pasif, namun pesan tersirat yang disampaikan menunjukkan adanya kemarahan. Mungkin hanya sebagian orang yang dapat memahami karakter api dalam sekam ini.

Kedua, biarkan orang yang marah mengatakan semuanya.

Dia mungkin mempunyai ketakutan yang besar dan berpeluang menghancurkan motivasi dirinya. Biasanya menurut pengalamannya dia tidak nyaman dengan keberadaan Anda. Anda mungkin akan mengganggunya, tidak setuju dengannya, dan tidak membiarkan dia berbicara.

Menghadapi orang seperti ini, dengarkanlah semua curhatnya. Dengan mendengarkannya, Anda akan menghilangkan ketakutan tersebut. Selain itu, dengan mendengarkan dan menyemangati orang yang Anda ajak bicara, Anda membiarkan dia menyampaikan keluhannya. Motivasi dirinya akan sedikit terangkat karena proses ini.

Anda mungkin akan mendapatkan informasi yang dapat menolong Anda menemukan solusinya. Jangan diinterupsi ucapannya selain membantu dia menemukan kata yang tepat. Ingatkan kembali padanya bahwa Anda mendengarkannya. Orang harus mengeluarkan unek-uneknya untuk dapat mengatasi permasalahannya dan kembali termotivasi.

Ketiga, tunjukkan bahwa dia aman bersama Anda.

Anda mungkin dianggap sebagai suatu ancaman bagi orang yang sedang takut atau marah. Sebenarnya yang lebih penting adalah tidak memperlihatkan adanya ancaman pada mereka. Jaga intonasi kata Anda dengan membiarkannya halus dan masuk akal. Tunjukkan bahwa Anda berteman dan bersedia mendengarkannya.

Menunjukkan rasa aman bukan sekedar perlindungan fisik. Bagi seorang blogger, keamanan itu lebih penting dalam hal perlindungan idelisme dari komunitas yang diikuti. Kita nggak pernah tahu apa komentar teman-teman saat berada di belakang kita. Oleh karena itu, kepercayaan dan keamanan adalah prinsip yang penting dalam memotivasi seseorang yang sedang marah atau ketakutan.

Keempat, sediakan kata-kata yang penuh perasaan.

Anda mungkin akan menemukan bahwa orang itu akan kesulitan untuk mengekspresikan apa yang dia rasakan dan dipikirkan. Banyak orang yang memiliki keterbatasan kosakata emosional untuk menjelaskan apa yang sebenarnya mereka rasakan. Dia mungkin menyadari bahwa dengan mengatakan perasaannya bisa membantu dia untuk memahami masalah dan berkurang ketakutannya.

Manfaat blogging sebagai media berbagi ide secara tertulis telah melahirkan para pemikir andal dan vokal dalam pergaulan di internet. Media komunikasi tertulis melalui teks dan gambar, mungkin juga melibatkan audio-video, inilah yang memungkinkan seorang blogger dapat mengekspresikan kemarahan dan ketakutannya. Para ekspresionis adalah mereka yang selalu menjaga motivasi diri agar selalu menyala.

Kelima, sampaikan padanya bahwa yang dia rasakan adalah hal biasa dan normal.

Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa dia takut Anda akan berpikir kemarahannya adalah suatu tindakan bodoh. Sebagian orang yang marah dipenuhi dengan rasa malu dan orang itu akan dibingungkan oleh perasaan tersebut. Dia mungkin tidak merasa nyaman menjadi pemarah dalam menulis artikel. Tapi itulah cara mereka berekspresi.

Marah dan takut adalah hal yang normal terjadi pada makhluk hidup. Siapa sih manusia di dunia ini yang nggak pernah takut dan marah.Tidak mungkin ekspresi manusia berjalan datar-datar saja seperti jalan tol. Namun yang menjadi tidak wajar adalah saat kemarahan dan ketakutan berlangsung secara berlebihan sehingga menimbulkan permasalahan berkepanjangan dalam hal hubungan dengan orang lain dan motivasi diri sendiri.

Mudah-mudahan artikel cara mengurangi rasa takut dan marah ini bisa berguna untuk mempertahan semangat hidup dan motivasi diri Anda. Kalau marah jangan lama-lama ya, nanti cepat tua lho. Enjoy blogging, enjoy writing!

9 Replies to “Blogger Nggak Boleh Marah?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *