Kutukan Memiliki Harapan Yang Tinggi

Jika Anda bertengger di tempat yang tinggi, kejatuhan Anda akan lebih jauh daripada bertengger di tempat yang lebih rendah.

Sewaktu masih sekolah, saya pernah membaca salah satu surat kabar Nasional yang membahas perbandingan pengalaman anak-anak muda saat itu dengan pengalaman orang tua mereka di masa remaja. Judulnya saya masih ingat betul, sama persis dengan judul artikel kali ini. Saking terngiang-ngiangnya sampai saya pernah menuliskan dalam salah satu halaman buku harian.

Detail kalimatnya saya sudah lupa. Tapi konsep pemikirannya saya masih ingat. Dinyatakan bahwa separo dari responden berkata bahwa mereka menjalani kehidupan yang lebih keras daripada orang tua mereka. Namun separo responden dari keluarga kaya mengatakan bahwa hidup mereka lebih sulit.

Ketika diselidiki, para remaja dari keluarga kaya berbicara tentang harapan mereka yang tinggi, baik harapan mereka sendiri maupun harapan orang tua mereka. Mereka bicara tentang hal-hal yang “terlalu banyak”. Misalnya terlalu banyak kegiatan, terlalu banyak pilihan, dan terlalu banyak yang harus dipelajari.

Sementara remaja yang berasal dari keluarga berpendapatan rendah berbicara tentang betapa mudahnya mereka menyelesaikan pekerjaan sekolah, atas bantuan komputer dan internet. Sementara itu remaja yang berasal dari keluarga berpendapatan tinggi mengatakan tentang terlalu banyaknya hal yang harus disaring karena adanya komputer dan internet.

Yang memberikan kontribusi dalam pengharapan yang tinggi, terlepas dipengaruhi oleh kualitas pengalaman masa lalu, menurut saya adalah banyaknya jumlah pilihan dan kendali yang saat ini kita miliki pada hampir semua hal dalam kehidupan. Pilihan yang semakin banyak ini mengarah kepada peningkatan harapan yang tiada habisnya.

karakter maksimalis

Karakter Orang Maksimalis

Kondisi inilah yang disebut oleh Barry Schwartz dalam buku The Paradox of Choice membuat kita menjadi seorang maksimalis. Definisi maksimalis menurut buku ini adalah perilaku yang membuat manusia memiliki standard yang tinggi dan harapan yang tinggi pula. Seorang maksimalis ketika menghadapi satu pilihan dia akan mencoba membayangkan semua alternatif lain, bahkan alternatif yang tidak ada pada saat ini.

Pelajaran yang bisa dipetik dari contoh di atas adalah harapan yang tinggi dapat menjadi tidak produktif. Berkah dari harapan yang sederhana adalah bahwa hal ini bisa memberi banyak ruang bagi pengalaman yang mengejutkan, berbeda, dan menyenangkan. Tantangannya adalah mencari cara agar harapan kita tetap sederhana, meskipun pengalaman kita semakin bertambah baik.

Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menjaga agar kebahagiaan tetap dapat kita kontrol. Barry mengibaratkan: “Tak peduli seberapa mampunya Anda, simpanlah anggur yang baik untuk saat-saat yang spesial. Tak peduli seberapa mampunya Anda, berikan perlakuan khusus bagi baju sutra Anda yang berpotongan mewah.”

Kedengarannya hal tersebut mengajarkan kita berbuat kikir. Namun inilah salah satu cara agar pengharapan kita tetap dalam batas yang sewajarnya dan memang layak kita capai dengan kondisi saat ini. Semoga terinspirasi.

4 Replies to “Kutukan Memiliki Harapan Yang Tinggi”

  1. Hemm… saya belum pengerti maksud kalimat ini : “Tak peduli seberapa mampunya Anda, simpanlah anggur yang baik untuk saat-saat yang spesial. Tak peduli seberapa mampunya Anda, berikan perlakuan khusus bagi baju sutra Anda yang berpotongan mewah.”

    Oke deh, kali ini saya berusaha menjadi minimalis, simpel dan elegant..
    hehe… *tak nyambung! 😀

  2. sebanarnya harapan yang tinggi tuh baik, tidak baiknya adalah tidak diimbangi pikiran realistis, postif dan bersyukur. namanya juga proposal, boleh donk minta yang tinggi. klo gak bisa ya disyukuri aja dan berpikir positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *