Membedakan Kemampuan Khusus dan Kemampuan Umum Seorang Blogger

Dalam artikel sebelumnya saya pernah mengulas buku Personality Reality yang ditulis Patrick David Yanello yang berisi panduan mengetahui karakter diri sendiri dan orang lain dalam menjalin hubungan yang lebih baik dalam blogosphere. Lalu muncul pertanyaan yang menyatakan kesulitan membedakan antara kepribadian dan kemampuan. Apakah jika seorang blogger memiliki karakter tanda titik maka ia cocok menulis artikel tutorial yang membutuhkan penjelasan detail.

Sebenarnya saya ingin membedakan antara kepribadian dan kemampuan, tapi kayaknya ini nggak mudah. Saya aja kadang bingung dengan karakter diri sendiri. Hehehe. Kalau kita bicara kepribadian tampak seperti kemampuan dan kemampuan tampak seperti kepribadian. Namun agar Anda dapat menyadari beberapa kesukaran dalam memutuskan tipe kepribadian Anda, saya ingin Anda mempertimbangkan perbedaan antara kemampuan umum dan khusus seseorang dibanding dengan tipe kepribadian mereka yang dominan.

Sebagai manusia kita memiliki kemampuan umum seperti membaca, menulis, berbicara, mengajukan pertanyaan, berpikir, peduli sama orang lain, menjadi sempurna, menggerakkan badan dan lain-lain. Kemampuan yang umumnya dimiliki setiap orang ini dapat membutakan kita terhadap tipe kepribadian kita yang dominan.

Contohnya, saya ini orangnya emosional, suka guyon, sedikit narsis (bener kok, cuma sedikit) antusias menulis artikel pengembangan diri dan selalu takjub kalau lihat anak muda berprestasi. Tapi belum tentu saya cocok jadi seorang motivator, meskipun judul blog ini adalah Catatan Motivasi Blogging Indonesia. Dalam hal ini patut saya ajukan pertanyaan tentang alasan kenapa saya menulis artikel motivasi. Apakah karena saya selalu ingin tahu perilaku orang lain (kepribadian tanda tanya) atau karena saya orangnya naif dan selalu care sama masalah orang lain (kepribadian tanda hubung).

membedakan kemampuan khusus dan kemampuan umum seorang blogger

Awas Salah Mendeteksi Kemampuan Khusus

Kita dapat mempunyai kemampuan khusus yang tidak dimiliki banyak orang, seperti bisa mendesain website atau membuat program komputer. Berbagai kemampuan khusus ini juga dapat membutakan kita terhadap tipe kepribadian dominan kita. Misalnya Anda bisa membuat ilustrasi 3 dimensi atau komik lucu, tapi itu bukan berarti Anda menjadi karakter tanda tanya yang mengutamakan detail, kristis dan penuh perhitungan.

Kesimpulannnya, tipe kepribadian itu semacam naluri dominan dibandingkan kemampuan khusus. Kepribadian merupakan kecenderungan temperamen alami dasar Anda yang memerintah atau mengatur pikiran, kata-kata dan tindakan. Kepribadian memberikan ruh dan ciri khas bagi keberadaan Anda. Dan dalam dunia blogging saya sangat menyarankan Anda memiliki keunikan dan nilai lebih dalam membangun kompetensi diri dalam pergaulan dunia maya.

Jadi, saat Anda mempertimbangkan apa yang akan memberikan kesenangan terbesar waktu ngeblog, Β Anda tidak hanya berpikir mengenai kemampuan. Tetapi juga tipe kepribadian Anda yang bersifat naluri dan dominan. Jika Anda gagal melakukannya, Anda dapat menjadi seperti seniman yang melukis dengan tangan yang salah. Boleh jadi lukisan tersebut selesai dikerjakan dengan tetap memiliki nilai seni. Namun itu bukan the best of you. Selamat mencari jati diri!

Saatnya saya bilang: Enjoy Blogging, Enjoy Writing! πŸ™‚

Bagikan artikel ini melalui:

22 Replies to “Membedakan Kemampuan Khusus dan Kemampuan Umum Seorang Blogger”

  1. Intinya jangan sampai mengesampingkan unsur-unsur manusiawi ya mas ketika menulis di blog. Itu yang saya tangkap dari tulisan di atas. Saya sendiri berusaha menyeimbangkan kedua unsur (naluri manusiawi dan kemampuan). Makanya ada yang bilang bahwa tulisan-tulisan saya bernuansa personal, walaupun isinya mungkin sesuatu yang formal/serius.

  2. kalo aye sih leih memandang karakter itu bagian dari psifat dan kepribadian
    dan aklo kemapuan itu hal yang bisa di olah yang sesuai dengan kepribadian kita πŸ˜†

  3. kadang kita tidak bisa membedakan antara keinginan dan kemampuan, terlalu egois untuk mengatakan tidak mampu, padahal sebenarnya tidak mampu namun untuk menutupi sebuah keinginan dia bilang mampu. Entahlah.
    Jeleknya Saya adalah saat ini saya belum menemukan keunikan saya itu mas, hehe

  4. Memang secara garis besarnya kemampuan dalam mengungkapkan ide dalam bentuk tulisan terkadang berbanding terbalik dengan kemampuan mengungkapkan ide dalam bentuk ucapan..terutama yang kedua masalah ucapan itu karena selain harus menghadapi banyak orang seperti contoh pidato atau sebagai motivator ,sukses gan

  5. wah, saya pernah merasa “salah” mas, saat hobby membaca dan menulis tidak saya ikuti dengan kondisi senyaman mungkin. hasilnya bernatakan. hehe. tapi tetep bagi saya menulis (opini) adalah pilihan khusus saya untuk bisa terus menulis di kemudian hari.

  6. Heya i’m for the primary time here. I came across this board and I find It really helpful and it helped me out much. I’m hoping to offer one thing back and help others like you helped me.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *