Menambah Perbendaharaan Kata Dalam Blogging

Blogging adalah salah satu aktifitas intelektual yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akademis seseorang sehingga mencapai level lebih baik.

Tidak perlu mengkerutkan dahi saat membaca judul di atas. Saya tidak sedang menguji Anda dalam sebuah kelas bahas asing yang menuntut penguasaan vocabulary. Kita sedang bicara tentang blogging. Secara alami, blogging bermula dari aktifitas Anda sebagai newbie yang memiliki beberapa keterbatasan diri. Baik dalam hal mengenal istilah-istilah di internet, kawan berkomunitas, pengalaman menulis artikel, berbicara tatap muka dan lain-lain.

Memang pada awalnya tulisan Anda akan terasa agak gimana getooo. Kalau nggak mau disebut jelek, mungkin waktu itu Anda membuat kesalahan dalam penulisan ejaan, kosakata asing, bahasa yang allay, dan minimnya pengetahuan pada satu topik. Namun seiring berjalannya waktu Anda mulai berlatih menulis artikel secara teratur, lalu melakukan blogwalking ke blog teman-teman lain, hal itulah yang secara alami akan membantu Anda menyerap banyak perbendaharaan kata dalam blogging.

Level newbie disinipun tidak bisa disamaratakan. Mungkin Anda adalah seorang akuntan yang baru memulai blogging di usia 40 tahun, sementara di belahan bumi lain ada anak SMP yang sama-sama mulai ngeblog. Sama-sama blogger pemula namun memiliki kemampuan berbahasa yang berbeda. Dan inilah yang membedakan tinggal penguasaan dan pemahaman terhadap artikel yang disajikan di hadapan mereka.

Akan lebih baik lagi jika Anda suka membaca jurnal ilmiah maupun portal berita, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Apakah Anda ingat waktu SD di tembok kelas-kelas tertulis slogan “Rajin Membaca Banyak Ilmu” dan itu bukanlah isapan jempol belaka. Semakin banyak kita membaca, idealnya semakin banyak kata-kata yang masuk dalam ingatan kita sehingga memahami berbagai artikel dengan topik yang berbeda bukanlah hal yang sulit.

Patut Anda pahami bahwa 90 persen kegiatan online, khususnya untuk tujuan bisnis internet, adalah kegiatan membaca. Tanpa kebiasaan membaca yang baik, Anda akan kesulitan memahami berbagai artikel dengan topik spesifik dengan perbendaharaan kata yang spesifik pula. Selamat membaca!

18 Replies to “Menambah Perbendaharaan Kata Dalam Blogging”

  1. Udah lama ngeblog tapi tetap dalam menyusun kata dan tata bahasa ga bisa..sekarang lebih lepas, tigak terlalu formal bahasanya.
    Yah,…loe and gua lah..

  2. Pembendaharaan kata memang harus disesuaikan dengan isi artikel dan target pembaca Mas, jika artikel kita tentang anak muda walaupun yang buat tidak muda lagi (seperti saya) sebisa mungkin pembendaharaan kata anak muda harus kita kuasai. Bukannya dengan kalimat-kalimat yang baku dengan EYD. Anak muda yang baca bisa pusing sendiri…he..he..he…

    Tata bahasa juga harus dibuat memasyarakat dalam arti kata tidak terlalu kaku, lebih santai tapi tidak berbelit belit.

  3. Perbendaharaan kurang,berarti semakin sedikit kata-kata yang bisa dituliskan,emang blogger diwajibkan banyak2 membaca,walau dengan mendengarpun bisa menambah perbendaharaan kata 🙂

  4. Klo begini saya ga perlu minder klo masih salah pilih kata-kata. Ga perlu berhenti nulis cuma gara-gara kedengeran kurang gawul. Kan newbie.. 😀

  5. Anyone working in the tech or web design fields will find blogging is a great way to connect with peers and other interested people.

  6. Thanks for making the effort to speak about this, Im fervently about this and I appreciate learning this subject. Make sure you, as you acquire information, make sure you revise this website with increased info. Ive found it very useful. There has to be charging stations everywhere.

  7. Pingback: jasa penulis lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *