Perlukah Identitas Diri Dalam Pergaulan di Internet?

Blogging adalah media sosial yang memungkinkan Anda tetap menjadi diri sendiri di tengah hiruk-pikuk pergaulan di internet. Oleh karena itu, tunjukkan karakter diri secara wajar.

Ada pertanyaan mendasar yang sering dibahas dalam pertemuan antar blogger, yaitu tentang perlu atau tidaknya identitas diri dalam beraktifitas di dunia maya. Aneka pendapat bermunculan menanggapi hal ini. Ada yang mengatakan perlu sebuah identitas, ada juga yang lebih suka menjadi anonim atau tidak dikenal orang. Namun satu hal yang tidak bisa Anda lupakan adalah tujuan berkomunitas melalui internet.Β 

Dan kalau bicara tujuan seseorang mengakses internet, maka beragam jawaban alternatif bisa muncul. Mungkin tujuan Anda mencari pasangan hidup, mitra kerja, komunitas yang memiliki kesamaan ide, teman kencan, mencari referensi bidang akademis, penelitian tingkah laku manusia di internet, atau bahkan mengkhususkan diri bekerja di bisnis internet.

Anonim Dalam Forum di Internet

Bagi yang waktu onlinenya hanya untuk chit chat easy-going dan bertujuan mencari hiburan, mungkin identitas diri bukan hal yang utama. Orang lain nggak perlu tahu siapa nama Anda, alamat, nomor hape, tanggal lahir, profesi, dan data diri lainnya. Asal bisa nyambung ngobrol asyik sudah cukup. Hal ini bisa terjadi dalam forum yang memiliki komunitas dengan segmentasi tertentu.

Karena tujuannya cuma buat asik-asikan, antar anggota tidak selalu membutuhkan identitas lawan komunikasi. Satu perkecualian bila antar anggota menginginkan pertemuan tatap muka atau kopdar, mungkin pada saat itulah ada keinginan berkenalan lebih dekat. Hal inipun masih rawan terjadi manipulasi karena tidak adanya unsur ikatan antar anggota.

Personal Branding Dalam Bisnis Internet

Hal yang bertolak belakang terjadi bagi pengguna internet yang memiliki orientasi jangka panjang dalam membangun bisnis di internet. Jika hal ini termasuk dalam pilihan Anda, mau tidak mau Anda harus membuka identitas diri bagi komunitas yang ditinggali. Untuk para pengelola website affiliasi, pemilik toko online, maupun blogger yang menyediakan jasa bagi pengguna internet lain, minimal Anda harus memajang foto diri, nama asli dan nomor telepon atau email valid yang bisa dihubungi.

Minimnya identitas yang dibagi kepada masyarakat internet dunia akan mempengaruhi personal branding Anda di mata pengguna internet lainnya. Mungkin mereka akan menganggap Anda tidak jujur dan serius menjalin komunikasi dengan member, downline, prospek, klien ataupun sebutan lain untuk mitra kerja Anda. Dalam berbagi informasi, tentu saja ada batasan-batasan sampai sejauh mana Anda membuka identitas.

Batasan Membuka Identitas Diri

Pertanyaan berikutnya, apakah batasan-batasan yang perlu diketahui dalam membuka identitas diri? Seberapa jauh kita menyediakan ruang akses bagi publik untuk mengetahui siapa Anda? Sekali lagi, karena tujuan setiap orang berbeda-beda, maka setiap orang punya parameter yang berbeda menanggapi hal ini. Namun secara umum saya berpendapat bahwa identitas itu diperlukan untuk tujuan menjalin komunikasi lebih baik dengan pengguna internet lain. Selebihnya adalah pilihan individu yang bersangkutan.

Apalagi jika kebebasan berekspresi di internet telah menimbulkan pelanggaran atas privasi Anda, itulah salah satu pertanda identitas Anda sudah terlalu banyak diumbar ke ranah publik. Oleh karena itu Anda harus bijak mengontrol diri dalam menunjukkan identitas pribadi dan berbagi dengan pengguna internet dari seluruh dunia.

Bagaimana menurut Anda, apakah kita masih perlu identitas diri waktu online di depan laptop?

49 Replies to “Perlukah Identitas Diri Dalam Pergaulan di Internet?”

  1. perlu identitas diri dalam batas-batas yang wajar.
    Misalnya saya tidak mengumbar no HP di Blog, tapi bisa memberitahukan pada pembaca blog yang sudah menjadi friend di FB.
    well, saya memang suka kopdar dengan sesama blog yang “sehati dan setujuan” untuk silaturahmi

    EM

  2. maaf ada tulisan yang belum diedit “Minimnya identitas yang dibagi kepada akan “…
    klo ana mah memberi mereka identitas yang sewajar na..dan klo terlalu detil bisa membahayakan kita sendiri..apa lagi identitas kita dijual au disalah gunakan oleh pihak2 yang ga bertanggung jawab…

  3. Kadang filosofi antara mana yang lebih penting antara apa yang disampaikan dengan siapa yang menyampaikan, membuat identitas menjadi ranah abu-abu, tidak hanya di Internet, namun di mana saja informasi berputar.

    1. Konten dan Konteks memang dua hal yang berbeda sekaligus hadir bersamaan. Muatan informasi dan pembawa informasi seringkali memiliki branding yang nggak seimbang. Namun secara umum saya lebih menghargai konten (isi informasi) daripada siapa yang berbicara. Konten bisa di kroscek dengan pihak lain, sedangkan pembawa berita di internet bisa siapa saja.

  4. Seperti apa yang sdh anda tuliskan di atas, bahwa pempublikasian identitas merupakan hak pribadi masing2 blogger, tergantung apa motivasinya… ya .. klo saya bilang “suka-suka” aja

  5. Tergantung tujuannya. .
    kalau ane sih perlu,tapi tidak 100% ..
    ada batas2san dalam publikasi diri sendiri di Internet.Soalnya rawan disalah gunakan… πŸ™‚

  6. Pingback: TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia | vulkanisir.info
  7. Boleh membagi identitas diri tergantung kebutuhannya. Untuk jualan tentu beda dengan untuk forum tertentu yang hanya cas cis cus saja.
    Terima kasih udah share mas.

  8. Klo saya, susah juga sih. Secara default saya memang lebih terbiasa mengungkap profil secara blak,..blakan,… Terbukti klo pas register apa aja. Diminta nama, tulis sebenarnya. suruh kasih alamat, juga ga boong. apalagi HP masukin apa adanya. Ga pernah dikosongin meski ga wajib. hehe

    Tp kadang nikir juga kalao itu ada dampak negatifnya. seperi kata @ibnu ismadi, profil kita bisa jadi barang dagangan πŸ™‚

  9. hm… yang dijelasin diatas udah sangat pas kok mas… hehe, yah perlu tidaknya tetap tergantung sikon.

  10. Berkunjung kembali saya mas Agus, hehehe…

    Kalau menurut saya sih tergantung yah sesuai dengan artikel di atas. Tapi, menurut saya baiknya kita open-open aja asal jangan ke bablasanan, meskipun itu untuk chit-chat semata.

  11. kalau saya berpendapat sangat perlu kita mengetahui identitas diri dalam dunia internet apalagi kalau akan digunakan untuk personal branding seperti yang mas agus jelaskan diatas

  12. Memang terkadang kita agak sulit untuk membatasi sampai sejauh mana personal branding yang telah kita lakukan, takutnya malah jadi kebablasan dan resiko dikerjain orang menjadi semakin besar. Kalau menurut pendapat pribadi sih selama kita tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain, kenapa harus takut untuk melakukan personal branding habis2an. Bener ngga?. Trims…

  13. Pingback: Bail Bonds Los Angeles
  14. The next time I learn a blog, I hope that it doesnt disappoint me as a lot as this one. I mean, I know it was my option to learn, however I truly thought youd have something fascinating to say. All I hear is a bunch of whining about one thing that you might repair when you werent too busy in search of attention.

  15. Good post. I study something more difficult on totally different blogs everyday. It would always be stimulating to learn content material from other writers and practice just a little something from their store. I’d favor to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll offer you a hyperlink on your web blog. Thanks for sharing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *