Pertebal Motivasi Diri Dokter di Training Pengembangan Perilaku Welas Asih

Manusia berjuang menciptakan takdirnya sendiri. Hasil usaha manusia adalah kehendak Allah. Takdir berjalan karena adanya proses kehidupan. Kombinasi kemampuan diri, usaha yang tekun dan kedewasaan sikap akan meningkatkan kesuksesan hidup seorang dokter.

Demikian beberapa kalimat bijak pembuka pada acara Training Pengembangan Perilaku Welas Asih yang dilaksanakan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang pada Kamis, 19 Mei 2016 lalu. Saya merasa beruntung bisa bergabung diantara 20 orang peserta yang berasal dari kalangan dokter kepala Puskemas se-Kabupaten Jombang itu. Inilah untuk pertama kalinya saya bisa merasakan betapa angker atmosfer sebuah seminar motivasi diri yang di dalamnya berisi para dokter. I feel to be smarter than the real. Suasananya sangat berbeda dengan acara sejenis yang biasa saya ikuti dimana audiensnya adaah para civitas akademika.

Acara training peningkatan motivasi diri dokter ini sebenarnya merupakan salah satu bagian penelitian ilmiah dari proses penyelesaian disertasi Dr. Ade Armada Suteja. Oleh karena itu, serangkaian proses penelitian dilaksanakan untuk tujuan tersebut. Sesaat setelah para peserta mengisi daftar hadir di panitia registrasi, para peserta diajak foto aura. Belum ada aktifitas apa-apa sudah diajak foto. Tujuan terapi foto aura adalah untuk mengetahui aura dasar seseorang sebelum mendapat terapi training pengembangan perilaku welas asih. Namun di akhir acara akan dilakukan foto aura lagi untuk melihat perkembangan kondisi jiwa dan mental peserta apakah terdapat perubahan warna aura.

Di awal seminar motivasi diri untuk dokter ini dipaparkan kisah hidup Li Juhong, seorang dokter dari China yang tidak memiliki kaki namun ia berkomitmen untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya. Li Juhong berjalan dengan cara digendong oleh suaminya. Keteguhan hati Li Juhong menginspirasi banyak kalangan untuk turut berbakti kepada masyarakat meski memiliki banyak keterbatasan. Menurut Dr. Ade Armada Suteja, penyaji materi seminar tersebut, modal dasar yang dibutuhkan seorang dokter agar sukses dalam berkarir di masyarakat ada tiga, yaitu skill, knowledge dan attitude.

Skill

Skill merujuk kepada kemampuan seorang dokter dalam menangani pasiennya. Skill bisa dilatih, baik melalui pendidikan akademis maupun pengalaman praktek dokter sehari-hari. Bahkan saat ini sudah banyak seminar ataupun training yang bertujuan mengupdate skill dokter dengan menerapkan teknologi terkini.

Knowledge

Knowledge merupakan pengetahuan yang dimiliki seorang dokter dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Pengetahuan disini bisa bermakna luas, baik dalam hal pengetahuan akademis maupun non akademis. Knowledge ini pun bisa didapatkan melalui pendidikan akademis seorang dokter.

Attitude

Diantara ketiga modal dasar tersebut, attitude adalah yang paling penting perannya dalam kehidupan masyarakat namun tidak diajarkan di bangku kuliah. Mengapa penting? Karena beranjak dari attitude yang baik dapat mempengaruhi skill dan knowledge seorang dokter. Uniknya, skill dan knowledge diajarkan oleh pendidikan tinggi sedangkan attitude tidak diajarkan. Masih menurut Dr. Ade, kebanyakan dokter di Indonesia tidak memiliki pendidikan attitude di bangku kuliah, yang ada hanyalah mencontoh seorang role model. Oleh karena itu seorang dokter harus terus meningkatkan attitude atau pola perilakunya agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Pola pikir yang harus dikembangkan adalah: jiwa seorang dokter adalah jiwa penyembuh. Ini artinya bahwa setiap orang sakit yang datang ke dokter memiliki harapan besar bahwa dirinya akan sembuh sekembali dari sana. Hal ini memang jamak terjadi di masyarakat. Meski demikian, Dr. Ade menambahkan bahwa hakikat obat ada di dalam hati seorang pasien. Kesembuhan seorang pasien lebih banyak berasal dari keyakinan dalam hatinya. Kekuatan mental dan spiritual pasien memberikan dampak yang tidak sedikit bagi kesembuhan dirinya.

Dalam training pengembangan perilaku welas asih untuk dokter itu juga dipraktekkan brain wave practice. Para peserta diajak mempraktekkan mendengarkan alunan musik meditasi dan berkonsentrasi pada telinga. Melalui proses itulah para peserta dapat mengungkit kembali pengalaman-pengalaman pada masa kecil yang menyenangkan. Pengalaman-pengalaman masa lalu yang indah dapat memicu seseorang untuk berperilaku welas asih kepada orang lain.

Pertebal Motivasi Diri Dokter di Training Pengembangan Perilaku Welas Asih yang sangat inspiratif
Pertebal Motivasi Diri Dokter di Training Pengembangan Perilaku Welas Asih yang sangat inspiratif

Membangun Kecerdasan Spiritual Dokter

Bagian kedua dari training pengembanga perilaku welas asih untuk untuk para dokter diisi oleh pakar Lathifatul Qolbi (LQ), yaitu H. Syaifulloh, M.Si. Sesi ini merupakan bagian yang paling mengaduk-aduk emosi peserta. Saya menjumpai banyak peserta yang menangis sesenggukan dengan linangan air mata merembes di pelupuk mata. Selebihnya ada yang malu-malu mengungkapkan perasaan mendalamnya saat mendengar dan menyaksikan materi-materi lathifatul qolbi yang bertujuan melunakkan hati peserta.

Banyak tips-tips motivasi diri yang disampaikan oleh H. Syaifulloh. Diantaranya adalah pernyataan bahwa potensi seseorang dapat dilihat dari prestasi yang didapatkannya. Prestasi merupakan sesuatu yang bernilai lebih baik dari sebelumnya, bermakna bagi diri sendiri dan orang lain. Jadi kalau pencapaian Anda hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri dan tidak berdampak kepada orang lain, itu masih belum dapat disebut prestasi, demikian disampaikan Abah Syariful.

Selanjutnya, kecerdasan spiritual bukan hanya sebuah teori yang diangan-angkan, tetapi juga praktek yang telah terjadi di tengah kehidupan masyarakat. Contoh menarik dari kecerdasan spiritual adalah motivasi seorang dokter dalam bekerja. Motivasi itu bisa berasal dari tujuan mendapatkan uang, ingin mendapat pujian dari atasan, maupun motivasi karena ibadah kepada Tuhan. Jenis motivasi kehidupan mana yang Anda pilih sah-sah saja, asal tahu konsekuensinya. Namun sebaik-baik motivasi bekerja adalah untuk tujuan ibadah.

Pernyataan menarik yang beliau sampaikan adalah Allah akan membayar pekerjaan manusia sesuai dengan potensinya. Ini artinya, jika potensi Anda sebenarnya minim tapi dalam kenyatannya mendapat gaji besar, berhati-hatilah Allah akan mengambil gaji Anda dengan cara-cara yang tidak Anda duga sebelumnya. Sebaliknya, jika potensi Anda besar tapi gaji yang didapat tidak seberapa, maka Allah akan memberikan gaji dalam bentuk lain yang lebih berharga daripada uang.

Tips motivasi diri berikutnya yang disampaikan oleh Abah Syaiful adalah kita harus waspada terhadap keberadaan benalu-benalu kehidupan. Benalu kehidupan adalah penutup potensi diri seseorang dan harus dibuang jauh-jauh. Benalu kehidupan itu antara lain perilaku mengeluh, kerja seenaknya, suka menunda-nunda, malas, kurang inisiatif, tidak fokus, sinis, apatis, dan terjebak rutinitas. Cara menghilangkan benalu kehidupan adalah memperkuat kembali tujuan kehidupan.

Abah Syaiful dalam training pengembangan perilaku welas asih itu juga menyampaikan bahwa perilaku welas asih tidak akan dimiliki oleh seseorang yang memiliki hati keras. Keras hati manusia tidak akan mampu menerbitkan empati dan kasih sayang kepada sesama. Lalu cara menghilangkan hati yang keras ada dua, yaitu menghilangkan kesombongan dan tidak membanggakan dosa-dosanya di masa lalu. Orang sombong pada umumya susah dinasehati karena merasa dirinya sudah hebat.

Itulah oleh-oleh saya saat mengikuti training pengembangan perilaku welas asih di RSNU Jombang bersama Dr. Ade Armada Suteja dan H. Syaifulloh, M.Si. Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat untuk Anda dalam berperilaku santun dan menyayangi sesama. Semoga terinspirasi dan sampai jumpa di artikel The Jombang Taste berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *