Saatnya Mempromosikan Kemampuan Diri

Dalam bahasa sederhana, personal marketing berarti kemampuan ‘menjual’ potensi dan kompetensi diri pada bidang tertentu. Sesuai pengertian di atas, dua hal yang menjadi fokus pembicaraan adalah potensi dan kompetensi. Potensi berarti kemampuan yang dikuasai seseorang pada satu bidang tertentu. Sedangkan kompetensi mengarah kepada daya saing ataupun kemampuan kerjasama untuk menjadi yang terbaik diantara yang lainnya.

Ada sebagian kawan blogger yang mengidentikkan personal marketing dengan personal branding. Hal ini sangat beralasan. Karena personal branding adalah awal membentuk kepercayaan publik terhadap satu keahlian tertentu. Jadi, kedua-duanya adalah satu paket yang tak terpisahkan.

Saya tidak percaya kalau ada blogger yang mengklaim mengacuhkan peranan personal marketing dalam artikelnya. Karena disadari ataupun tidak, naluri dasar manusia adalah selalu ingin mengungguli yang lainnya. Ingat perumpamaan lama tentang perjuangan sel sperma yang saling dulu mendahului diantara jutaan sel sperma lain agar bertemu sel telur? Seperti itulah faktanya.

Ability without visibility is unability.

Apakah penting mempromosikan kemampuan diri? Saya jawab: so pasti. Seperti pepatah orang bule: “Ability without visibility is unability”. Segala bentuk kemampuan yang Anda miliki tidak akan diketahui oleh orang lain jika Anda tidak menunjukkan secara nyata.

Lagipula, Tuhan sudah menganugerahkan potensi yang tak terbatas kepada manusia. Sebagi bentuk rasa syukur, sudah sepatutnya kita manfaatkan segala sumber daya yang ada. Yang biasa-biasa aja berani show off. Eman-eman kalau orang sehebat Anda tidak tampil di jajaran terdepan.

Kalau bicara personal marketing, tentu Anda tidak lupa kepada dua jenis marketing yang sering digunakan orang. Yaitu soft selling dan hard selling. Memasarkan potensi diri pun demikian. Ada yang terang-terangan, ada pula yang main halus.

Hard Selling

Seperti halnya seorang pelaku direct selling, cara pertama ini dilakukan dengan terbuka. Tanpa tedeng aling-aling. Tidak ada istilah basa-basi ataupun buang-buang waktu. Langsung to the point menunjukkan kemampuan terbaik.

Tidak jarang, Anda akan disuguhi sejumlah slide presentasi, portofolio, dan berkas-berkas penunjang lain yang bertujuan mempengaruhi pikiran orang lain agar secepatnya percaya kepada kapasitas dan kapabilitas mereka.

Dalam situs jejaring sosial Twitter, saya sering mendapat hujan twit yang berisi promosi jasa tertentu. Sejujurnya saya agak gimana gitu, tapi hal ini memang konsekuensi bergabung dalam komunitas global berbasis internet. Jadi saya menerima keadaan ini sebagai kewajaran yang dimaklumi.

Soft Selling

Untuk yang satu ini, promosi dilakukan secara halus dan rapi sehingga orang lain tidak merasa bahwa yang dihadapinya sedang ‘jualan diri’. Seringkali diawali dengan berteman secara akrab dan membantu menawarkan solusi ketika ada masalah sewaktu-waktu.

Karena bergerak dalam area persuasif pikiran orang lain, proses ini membutuhkan waktu lama. Tapi efek yang dihasilkan umumnya juga tahan lama karena telah terbentuk semacam chemistry yang menghubungkan dua pihak. Bahkan jika anda telah menjadi ‘konsultan pribadi’, mereka akan kecanduan untuk selalu mendengarkan saran-saran Anda.

Mana yang lebih baik untuk dipraktekkan? Kalau menurut saya sih tergantung. Maksudnya, tergantung siapa yang sedang Anda hadapi. Setiap orang memiliki karakter unik dan standard yang berbeda-beda terhadap satu hal yang sama.

Kuncinya, kenali dulu siapa yang sedang Anda hadapi. Apakah type orang yang nggak suka banyak cingcong dan langsung ke pokok pembahasan? Atau mungkin orang yang tidak keberatan berkomunikasi lebih dekat sehingga paham kemampuan terbaik yang Anda miliki.

Ayo, yang masih tertidur pulas, buruan bangkit dari kasur empuk. Ambillah resiko dan tunjukkan the best of you. Dunia menanti sentuhan ajaib tangan Anda. Jangan sampai kesiangan, nanti rejekinya keburu dipatok ayam lho.

Happy promoting yourself!

3 Replies to “Saatnya Mempromosikan Kemampuan Diri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *