Grup Seniman Patrol Modern Muncul Kembali di Penghujung Ramadhan

Sholawat Seribu Rebana dan Musik Patrol di Hari Lahir UNHASY Tebuireng ke-49
Sholawat Seribu Rebana dan Musik Patrol di Hari Lahir UNHASY Tebuireng ke-49

Keberadaan seniman Patrol Modern selalu dinantikan masyarakat Jombang. Mereka mampu memberikan suasana semarak dan gembira di bulan puasa. Kelompok musik Patrol Modern Jombangan biasanya membangunkan warga untuk melaksanakan sahur pada waktu pagi dini hari. Namun. Namun keberadaan mereka di awal pelaksanaan puasa Ramadan tidak terlalu tampak. Tidak satupun kelompok Patrol Modern itu membangunkan masyarakat muslim untuk sahur.

Kemunculan grup Patrol Modern Jombangan baru terlihat pada pelaksanaan tiga hari terakhir puasa Ramadhan. Mereka mulai beraksi pada jam dua dini hari dengan cara berkeliling dari gang ke gang gang di kampung-kampung. Rupanya mereka sedang berlatih untuk tampil pada acara takbir keliling menjelang hari raya idul fitri. Mereka butuh waktu untuk melatih lagi kekompakan tim dalam menabuh berbagai alat musik yang terdapat dalam seni patrol modern.

Kelompok seniman Patrol ini tidak serta-merta hadir begitu saja. Tentu mereka memiliki pertimbangan mengapa mereka tahun ini tidak terlalu bersemangat menunjukkan keberadaan dirinya di tengah masyarakat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Beberapa seniman Patrol yang penulis kenal mengaku bahwa kebutuhan ekonomi mereka mendesak untuk dipenuhi. Sebagian besar pemain patrol memilih bekerja ke kota dan meninggalkan desanya. Tak ayal lagi, mereka pun makin jarang bertemu dan berlatih bersama sehingga mengurangi kekompakan dalam tim patrol.

Hingar-bingar kelompok musik Patrol Modern Jombang pada bulan puasa tahun 2019 ini tidak terlalu menarik. Tahun ini tidak ada lomba seni Patrol Modern di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang sebagaimana telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal tahun 2016 hingga 2018 kemarin terdapat sejumlah lomba seni Patrol Modern Jombangan di sekitar Kecamatan Mojowarno. Puluhan kelompok seniman patrol berpartisipasi dalam ajang lomba patrol itu. Namun untuk tahun ini tidak tampak lomba patrol. Entah kenapa panitia sepertinya tidak berminat melaksanakan lagi lomba Patrol.

Aktifitas musik patrol hidupnya setengah-setengah. Mereka enggan dikatakan telah bubar namun dalam kenyataannya mereka sudah tidak pernah aktif berlatih bersama. Kiranya Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang perlu menggalakkan lagi aktivitas seniman patrol di kampung-kampung supaya kebudayaan Jombangan ini bisa tetap lestari di masyarakat.

2 Replies to “Grup Seniman Patrol Modern Muncul Kembali di Penghujung Ramadhan”

  1. Semua masalah ujung-ujungnya pasti bicara tentang duit. kalau ada duit semua masalah pasti beres. coba itu kelompok seniman Patrol dikasih investasi dana yang cukup untuk membeli alat musik dan pakaian panggung. Pasti mereka bakal lebih banyak menerima job.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *