Pawai Budaya Jombang 2019 Ramaikan Kota Santri

Penari Cilik Seni Tari Remo Boletan Gagrak Anyar Khas Jombangan
Penari Cilik Seni Tari Remo Boletan Gagrak Anyar Khas Jombangan

Oleh: Intan Nur Aini *)

Keberagaman yang dimiliki oleh sebuah negara menjadi keistimewaan tersendiri untuk setiap negara, tak terkecuali negara indonesia. Indonesia mempunyai banyak keberagaman yang diberikan Tuhan terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya itu, nenek moyang bangsa Indonesia juga mewariskan keberagaman budaya, adat-istiadat, dan kearifan lokal untuk keturunannya. Budaya warisan nenek moyang menjadi ciri khas bangsa Indonesia agar dikenal dalam pergaulan dunia.

Masyarakat Indonesia sudah mulai melupakan  budaya yang diturunkan oleh nenek moyang di era modern saat ini. Masyarakat mulai melupakan budaya Nusantara bisa disebabkan karena mereka belum mengenal budaya asli yang mereka miliki. Diperlukan usaha kreatif dan menghibur dalam usaha memperkenalkan dan mendalami budaya daerah. Rendahnya rasa ingin tahu remaja kekinian terhadap warisan budaya yang mereka miliki menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku seni daerah dan pelestari budaya nasional di Indonesia.

Promosi Budaya Jombang

“Kita butuh lebih banyak event budaya yang mampu dinikmati masyarakat luas secara mudah dan gratis,” demikian disampaikan Aulia Yudha, salah satu penikmat budaya Jombangan yang ditemui penulis disela-sela aktifitasnya mengajar di SMK Negeri Jombang.

Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang tahun ini kembali mengadakan Pawai Budaya Jombang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengenali dan melestarikan budaya daerah. Pawai Budaya Jombang adalah salah satu event tahunan yang diadakan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. Warga Jombang selalu menanti kehadiran pawai budaya ini setiap tahun. Mereka selalu antusias menyambut penampilan para seniman muda Jombang dalam berkreasi tata busana khas Jombangan.

“Satu-satunya event tahunan di Jombang yang paling ditunggu warga adalah Pawai Budaya Jombang. Acara pawai sekaligus menjadi event pamungkas setelah beragam lomba Agustusan dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuh Ajib Nur Faizin, pemerhati budaya Jombang yang berprofesi sebagai guru sekolah menengah kejuruan.

Kemeriah Pawai Budaya Jombangan

Gayung bersambut. Pawai Budaya Jombang telah dilaksanakan pada Sabtu, 21 September 2019. Pawai Budaya Jombang 2019 dibuka secara resmi oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, pada pukul 08.00 WIB. Iring-iringan pawai dimulai di Pendopo Kabupaten Jombang dan berakhir di Tugu Ringin Contong.

“Pemerintah Kabupaten Jombang telah mencanangkan September sebagai bulan berkunjung ke Jombang. Pawai Budaya Jombang 2019 diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jombang,” ujar Fitrotul Aini, salah satu panitia pelaksana event Pawai Budaya Jombang 2019.

Masyarakat Jombang dan sekitarnya hilir-mudik memenuhi jalan protokol Kabupaten Jombang. Konsentrasi massa terpusat di Alun-alun Kabupaten Jombang. Sebagian penonton karnaval budaya Jombang tersebar di sepanjang sisi barikade jalan mulai dari Jalan Ahmad Dahlan hingga Jalan Wachid Hasyim. Teriknya cuaca musim kemarau tidak menyurutkan langkah ribuan penonton yang menyeruak ke sisi terdekat dengan iring-iringan pawai.

“Wah, mbaknya yang tampil cantik-cantik. Tidak rugi saya berangkat jam tujuh pagi. Tampilan baju khas Jombang juga banyak sekali. Saya semakin bangga menjadi penduduk Jombang,” ucap Sri Mulatsih, warga asal Parimono yang ikut berjejal diantara penonton Pawai Budaya Jombang 2019.

Karnaval Kreatif dan Menghibur

Peserta Pawai Budaya Jombang 2019 terbagi menjadi 40 kelompok penampil. Kelompok penampil karnaval bukan hanya berasal dari kalangan pelajar SMP, MTs, SMA, SMK dan MA di Kabupaten Jombang saja. Peserta karnaval budaya Jombangan tahun 2019 ini juga berasal dari orang dewasa dan praktisi di bidang profesi tertentu.

Para peserta Pawai Budaya Jombangan menampilkan deretan sub tema budaya khas Jombangan seperti Wayang Topeng Jatiduwur, Tari Remo Bolet, Kesenian Hadrah, Tradisi Sendang Made, Jago Manten Jombang, Unduh-unduh, dan lain-lain. Setiap kelompok penampil mengenterpretasikan sub tema tersebut dengan kreatifitas yang patut diacungi jempol.

Kelompok peserta karnaval budaya Jombang dari SMK Dwija Bakti menampilkan tradisi Unduh-unduh secara apik. Tradisi Unduh-unduh yang semula berasal dari Mojowarno dan bernafaskan ajaran agama Kristen berhasil disulap menjadi sajian seni drama kolosal yang menarik. Puluhan pelajar STM tersebut mengusung alat-alat pertanian berbahan sesek dengan membawa alat musik tradisional kenthongan. Sesek adalah potongan bilang bambu yang diiris tipis sehingga mudah dibentuk menjadi benda-benda seni terapan.

Rangkaian acara Pawai Budaya Jombang 2019 berjalan dengan lancar hingga usai pada pukul 12.00 WIB. Sebagian besar penonton karnaval budaya Jombang mengaku puas dengan sajian materi pawai kali ini.

“Puas sekali nonton karnaval ini. Barisan karnaval teratur rapi. Panitianya juga sangat disiplin saat menjaga ketertiban. Hanya saja masih banyak pedagang asongan yang berkeliaran sehingga mengganggu pemandangan,” imbuh Dian Paramita, salah satu penonton karnaval budaya Jombangan yang rela berdiri selama empat jam untuk bisa menikmati seluruh rangkaian acara Pawai Budaya Jombang 2019.

Meski pagelaran Pawai Budaya Jombang 2019 secara umum mendapat respons positif dari warga Jombang, namun panitia pelaksana masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah untuk perbaikan acara sejenis tahun depan. Kebersihan jalan raya usai pelaksanaan acara pawai perlu diperhatikan. Jangan sampai membludaknya minat masyarakat untuk menyaksikan pawai budaya lantas mengakibatkan rusaknya taman kota.

*) Peserta Lomba Jurnalistik Giat Prestasi Pramuka Penegak 2019 Kwartir Daerah Jawa Timur

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Pawai Budaya Jombang 2019 Ramaikan Kota Santri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *