Terjebak Diantara Jamaah Emak-emak Ziarah Wali Limo

Asyiknya liburan rame-rame dengan keluarga besar.
Asyiknya liburan rame-rame dengan keluarga besar.

Hari Minggu kemarin saya secara mendadak bergabung dalam kegiatan ziarah Wali Limo. Sepekan sebelumnya saya sudah ditawari untuk ikut acara tersebut namun saat saya mendaftar, eh ternyata kuota kursi sudah penuh semua. Setelah itu saya tidak kepikiran untuk ikut liburan wisata religi ke makam wali limo. Sebaliknya, saya fokus menikmati perjalanan bakti sosial di Wonosalam Islamic Center plus liburan ke Wisata Bukit Embag.

Baru pada Sabtu (7/4/18) malam, sekitar jam delapan, ada salah satu panitia kegiatan wali limo datang ke rumah. Beliau bermaksud mengajak saya ikut serta dalam kegiatan wisata religi ke makam Wali Limo. Hmm, kejutan kayak gini nih yang bikin hidup semakin penuh misteri. Okelah. Saya bilang YES dan menyanggupi ikut serta. Saya nggak bikin persiapan aneh-aneh seperti layaknya anak gadis yang mau berangkat liburan.

Keesokan harinya, Minggu (8/4/18) jam setengah pagi tepat saya sudah siap di lokasi kumpul depan Masjid Baitussalam. Namanya juga liburan rame-rame, jadi pasti ada aksi tunggu-menunggu. Satu jam kemudian kendaraan datang dan peserta ziarah juga sudah kumpul. Omaigat, saya berada di mobil dengan dikelilingi emak-emak super rempong. Serasa terjebak diantara sekawanan burung berkicau.

Mobil langsung cus menuju Tuban. Nyanyian nyaring ibu-ibu jamaah yasinan terdengar sepanjang perjalanan dari Mojowarno ke Alun-alun Tuban. Mulai dari bacaan istighotsah, tahlil, diba’, karaoke lagu dangdut, hingga candaan tidak penting. Suasana gembira terasa sekali di mobil yang saya tumpangi. Beda sekali dengan keadaan di mobil kedua yang relatif sepi menurut pengakuan saudara saya disana.

Secara berturut-turut, perjalanan saya bersama geng emak-emak singgah di Makam Sunan Bonang, Makan Ainul Yaqin, Makam Sunan Drajat, Makam Sendang Duwur, Makan Maulana Malik Ibrahim, Makam Sunan Giri, dan Makam Sunan Ampel. Sepanjang perjalanan itu saya tidak henti mengecap makanan ringan maupun makanan ringan. Semuanya gratis. Itulah enaknya jalan-jalan bareng sekumpulan emak-emak rempong.

Bagaimana dengan pengalaman Anda mengikuti liburan bersama kelompok ibu-ibu? Silakan berbagi cerita di kolom komentar.

Bagikan artikel ini melalui:

11 Replies to “Terjebak Diantara Jamaah Emak-emak Ziarah Wali Limo”

  1. Begitulah enaknya hidup di Indonesia.
    setiap orang bisa saling membantu dan berbagi.
    kebutuhan terutama ibu-ibu yang sangat peka terhadap temannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *