Wisata Budaya Upacara Adat Sedekah Bumi di Jawa Timur

Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang tersebar mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Setiap ragam budaya yang ada di nusantara merupakan daya tarik pengembangan wisata budaya Nusantara. Indonesia memiliki beragam wisata budaya Indonesia yang menarik untuk Anda kunjungi pada waktu waktu tertentu. Salah satu jenis kebudayaan yang berkembang di pulau Jawa adalah upacara sedekah bumi. Upacara sedekah bumi adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat suku Jawa. Tradisi sedekah bumi dilakukan oleh penduduk suku Jawa sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Tuhan kepada manusia selama hidup di dunia. Tradisi sedekah bumi sering dilaksanakan oleh masyarakat Jawa, khususnya yang berada di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Salah satu tradisi sedekah bumi yang menarik perhatian masyarakat adalah tradisi sedekah bumi masyarakat Dusun Betiring yang terletak Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Menurut Yudi Kurnia di dalam buku Adat Istiadat Masyarakat Jawa Timur (2017) dalam upacara adat ini terdapat 480 ancak yang berjajar di balai Dusun Betiring. Ancak adalah tandu yang terbuat dari kayu bambu dan digunakan sebagai alas makanan. Jumlah angka itu sekaligus mewakili jumlah kepala keluarga yang tinggal di Dusun Betiring tersebut. Isi ancak adalah berbagai makanan yang terdiri dari buah-buahan, jajan pasar, dan kue-kue tradisional yang dihiasi dengan indah. Aneka makanan itu samgat disukai oleh anak-anak. Mereka makan kenduri sambil bercanda dengan teman-temannya.

Setiap ancak selalu dihiasi rengginang. Rengginang adalah makanan berbahan dasar beras ketan yang sebelumnya dikukus lalu dibentuk menjadi bulatan dan dijemur kemudian digoreng dengan api sedang. Makanan rengginang itu bentuknya sangat unik dan tidak biasa sepanjang 1 meter. Bentuk rengginang menyerupai tanduk kerbau dan diletakkan di pojok ancak. Setelah masyarakat Dusun Betiring berkumpul di Balai Dusun maka upacara segera dimulai. Kepala dusun membuka payung pusaka bernama Tunggal Rekso. Payung keramat ini diarak keliling kampung sambil membaca shalawat nabi. Arak-arakan berakhir di tempat acara hajatan atau selamatan. Tradisi melestarikan benda pusaka berupa keris merupakan salah satu kebiasaan masyarakat Jawa yang berlangsung sejak dulu sampai dengan sekarang. Inilah salah satu daya tarik utama wisata budaya yang ada di kota Gresik Jawa Timur.

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki upacara adat yang unik dan menarik. Itulah salah satu keunggulan mengapa budaya Indonesia terkenal di berbagai belahan dunia. Tradisi sedekah desa biasanya digabungkan dengan ritual bersih desa. Ritual bersih desa adalah kegiatan adat yang dibalut dengan doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masyarakat. Tujuan pelaksanaan upacara bersih desa adalah membersihkan masyarakat dari perilaku kemaksiatan dan berbagai bencana yang mungkin ada. Seringkali upacara adat diwarnai dengan pagelaran seni tari tradisional, misalnya tari remo, tari mayang rontek, tari gandrung, dan lain-lain. Anda tidak akan merasa bosan saat berlibur di desa budaya. Ayo jalan-jalan keliling Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui:

13 Replies to “Wisata Budaya Upacara Adat Sedekah Bumi di Jawa Timur”

  1. Inilah saatnya kita tmbh gencar promo wisata budaya daerah setempat. Jgn cuma ngandalin Bali. Budaya jatim pun oke punya.

  2. Sedekah Desa itu baik dilakukan…
    tapi ada juga kegiatan sampingan di balik sedekah desa yang bikin kita jadi ilfil….
    yaitu acara pesta pora dan mabuk-mabukan perangkat desa.
    kalau sudah gitu mending nggak usah bikin acara sedekah Desa daripada jadi ajang penyebab kemaksiatan…

  3. Anda harusnya merasa beruntung tinggal di Indonesia.
    orang-orang Indonesia bersedia membantu dengan ikhlas.
    Mereka memberi apapun yang mereka punya untuk bersedekah sementara orang-orang yang tinggal di Eropa pada umumnya egois mereka tidak mau memberikan sebagian harta mereka untuk kegiatan umum dan berjiwa sosial.

  4. Sedekah adalah kebiasaan orang sukses dan calon orang kaya di masa mendatang. Sebaliknya orang yang pelit dan calon orang miskin tidak akan pernah mau bersedekah untuk kepentingan bersama.

  5. Saya suka sekali dengan pelaksanaan upacara adat di berbagai wilayah di Indonesia.
    Mereka sangat mengagumkan kelestarian alam dan menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Semoga tradisi ini tetap berjalan dan berkembang terus di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *