Bakal Ada Tempat Wisata 9 Gua di Dusun Guwo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Cerita Rakyat Jawa Tengah Dongeng Timun Emas dan Mbok Rondo Dadapan
Cerita Rakyat Jawa Tengah Dongeng Timun Emas dan Mbok Rondo Dadapan

Halo sobat blogger Jombang! Blog The Jombang Taste kembali menyapa Anda dengan artikel review destinasi wisata di Kabupaten Jombang. Jika selama ini Anda pernah mengunjungi tempat wisata yang berupa gua, maka kegiatan penjelajahan tersebut pada umumnya berlangsung pada satu lokasi gua. Tetapi traveling penjelajahan gua tersebut akan lebih menantang bila dilakukan pada sembilan gua yang memiliki jalur unik. Benarkah ada tempat wisata seperti itu? Ada.

Saat ini sedang dipersiapkan pengembangan kawasan wisata sembilan gua yang berada di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Sesuai namanya, terbentuknya Dusun Guwo berasal dari sejarah terciptanya sembilan goa yang berada di sana. Sembilan gua tersebut memiliki satu jalan yang menghubungkan antar gua yang satu dengan gua lainnya sebagai jalur penjelajahan. Saat ini tengah dijajaki kemungkinan pembangunan sarana dan prasarana pendukung agar Sembilan gua tersebut dapat diubah menjadi kawasan wisata yang memiliki manfaat bagi warga setempat.

Sembilan gua tersebut berada di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Untuk mencapai lokasi obyek wisata di desa Guwo, Anda bisa mengambil jalur transportasi darat dari kota Surabaya. Dari Surabaya, Anda meneruskan perjalanan menuju arah selatan melewati Krian, Mojokerto, Mojoagung dan Mojowarno. Dari Mojowarno, perjalanan dilanjutkan ke arah Ngoro. Kurang lebih lima kilometer sebelum arah Ngoro inilah terletak desa Guwo yang memiliki sembilan buah gua. Dusun Guwo menjadi jalur alternatif transportasi Surabaya-Pare. Maka tak mengherankan jika jalan raya disana ramai dipenuhi kendaraan besar setiap hari.

Asal Usul Sembilan Goa

Mengenai asal usul 9 goa yang berada di Dusun Guwo terdapat beberapa versi. Ada yang mengatakan bahwa goa tersebut dibuat sebagai alat pertahanan diri pada masa pemberontakan G30S/PKI tahun 1965. Namun versi yang lebih meyakinkan adalah goa ini adalah dibuat pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Pada saat itu, terdapat kerajaan kecil bernama Kerajaan Bajang yang tidak mau tunduk pada Majapahit. Prajurit Bajang membuat gua sebagai tempat persembunyian dari kejaran pasukan Majapahit. Konon katanya, Sembilan goa tersebut memiliki jalur bawah yang jika diteruskan dapat menembus ke pusat Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto.

Kerajaan Bajang sendiri diyakini memang benar-benar pernah ada. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan wilayah bernama desa Bajang yang terletak 2 kilometer di arah barat Dusun Guwo. Cerita rakyat yang berkembang dari mulut ke mulut menyatakan terdapat pemuda bernama Maling Cluring yang mencuri Putri Bajang dan menyembunyikannya di dalam salah satu kamar goa tersebut. Selain itu, ditemukan juga bangunan Candi Arimbi di kecamatan Bareng yang menjadi gerbang Kerajaan Majapahit di bagian selatan. Hal ini menjadikan alasan mengapa 9 goa di desa Guwo memiliki nilai sejarah yang tinggi dan perlu dilestarikan keberadaannya.

Beberapa warga Guwo dan perangkat Desa Latsari telah melakukan penelusuran awal terkait kondisi di dalam goa. Mereka memasuki goa dari retakan dinding goa yang muncul di jurang sungai Guwo. Sungai tersebut cukup curam sehingga perlu usaha ekstra agar bisa memasuki pintu goa. Setelah melakukan penjelajahan, mereka menyatakan bahwa struktur dinding goa bagian dalam terdiri bebatuan cadas. Dinding tersebut mengeras selama berpuluh-puluh tahun karena tidak pernah dijamah manusia. Penghuni goa tersebut selama ini diketahui hewan-hewan sungai dan binatang malam, misalnya kelelawar, burung walet, burung sriti, ular, dan ikan-ikan air tawar.

Diantara sekian banyak cerita rakyat yang beredar terkait asal-usul Sembilan goa di Kabupaten Jombang ini, terdapat satu cerita yang menarik untuk diulas. Antara fakta dan mitos, masyarakat setempat percaya terdapat buaya putih yang menghuni dan menjaga goa tersebut. Sesekali warga sekitar pintu masuk goa menyaksikan buaya putih itu menampakkan diri sedang memandang bulan di malam hari. Entah benar atau tidak, sisi misterius sembilan goa menjadi bumbu pemanis setiap wisatawan yang ingin menjelajahi obyek wisata sejarah di Kabupaten Jombang ini. Tertarik untuk mencoba? Ayo jalan-jalan jelajah alam di sembilan gua Dusun Guwo!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *