Candi Arimbi, Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit di Pulosari Bareng Jombang

Trend liburan wisata sejarah sepertinya sedang berkembang di wilayah Jombang bagian selatan selama kurun waktu beberapa bulan terakhir ini. Setelah setengah tahun yang lalu anggota Karang Taruna Desa Sumberbeji menemukan Situs Petirtaan Sumberbeji, pekan lalu terdengar kabar ditemukannya situs peninggalan Kerajaan Kediri di Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang.

Selain itu, masih ada beberapa situs bersejarah yang ditemukan oleh warga secara tidak sengaja di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro dan Desa Kedaton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Semua penemuan peninggalan bersejarah itu mengisyaratkan bahwa di wilayah Jombang dulu pernah menjadi tempat penting keluarga Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Kediri.

Sebelum ditemukannya situs-situs bersejarah belakangan ini, Kabupaten Jombang telah memiliki tempat wisata sejarah yang telah dikenal sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu Candi Arimbi. Tempat wisata sejarah situs Candi Arimbi berada di Desa Pulosari Kecamatan Kareng Kabupaten Jombang. Inilah obyek wisata bersejarah di Kabupaten Jombang yang banyak dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa.

Awas jangan salah menduga. Tempat wisata bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit ini berdekatan lokasi dengan Desa Ngrimbi yang masih masuk Kecamatan Bareng juga. Namun secara administratif lokasi keberadaan obyek wisata Candi Arimbi berada di Desa Pulosari. Jika anda baru pertama kali berkunjung ke Candi Arimbi, pastikan anda tidak malu bertanya kepada warga sekitar lokasi. Mereka akan membantu anda dengan ramah.

Prabu Selang Kuning melepaskan diri sebagai Patih Kerajaan Galuh dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja Kerajaan Pulau Majeti
Prabu Selang Kuning melepaskan diri sebagai Patih Kerajaan Galuh dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja Kerajaan Pulau Majeti. Cerita rakyat seperti ini banyak mengilhami pendirian situs bersejarah candi di Indonesia.

Asal-usul Nama Candi Arimbi

Terdapat beberapa nama atau penyebutan Candi Arimbi. Warga Jombang yang tinggal di sekitar lokasi menyebut situs ini sebagai Candi Ngrimbi. Sementara itu kebanyakan literatur yang beredar menyebut lokasi bersejarah ini sebagai Candi Rimbi. Apapun nama yang dipakai maksudnya tetap sama yaitu candi Arimbi yang berada di Desa Pulosari dan merupakan peninggalan bersejarah dari jaman Kerajaan Majapahit.

Arimbi adalah nama istri tokoh pewayangan Bima dalam Sastra Jawa. Sosok Dewi Arimbi diceritakan sebagai wanita keturunan raksasa yang berwajah cantik. Dewi Arimbi adalah ibu dari tokoh pahlawan Gatotkaca. Besar kemungkinan pemilihan nama Candi Arimbi didasarkan pada tokoh pewayangan Jawa. Kiranya pembuat bangunan candi ini memilih nama Arimbi sebagai bentuk penghormatan kepada dewa atau dewi yang mereka sembah di lokasi candi ini.

Penulis berkunjung ke tempat wisata Candi Arimbi pada Rabu, 25 Desember 2019 lalu. Menurut penuturan warga sekitar lokasi yang penulis temui, Candi Arimbi termasuk jenis candi agama Hindu. Hal ini dibuktikan dengan temuan patung Dewi Parwati di salah satu area candi ni. Menurut cerita masyarakat setempat, Patung Dewi Parwati telah disimpan oleh dinas terkait untuk menghindari pengrusakan oleh pengunjung.

Lokasi Candi Arimbi

Obyek wisata sejarah Candi Arimbi mudah ditemukan oleh wisatawan karena lokasinya berada di tepi jalan raya yang menghubungkan dari Mojoagung dan Wonosalam. Anda ikuti saja jalan raya menuju ke atas. Satu-satunya jalan raya menuju Wonosalam ini tidak akan membuat anda tersesat. Selepas melalui Jembatan Pulonasir, Anda bisa memperhatikan arah kanan jalan. Disana terdapat sebuah bukit yang menjulang tinggi dan bangunan Candi Arimbi berdiri megah di tengahnya.

Jika anda baru pertama kali merencanakan liburan ke Candi Arimbi, Anda bisa memanfaatkan aplikasi peta dari Google. Berdasarkan pengalaman penulis, aplikasi peta Google (Google Maps) cukup membantu bagi wisatawan luar daerah Jombang yang akan berkunjung ke tempat wisata Candi Arimbi. Sesekali anda perlu bertanya kepada penduduk lokal untuk mengecek kebenaran informasi di Google Maps.

Harga Tiket Masuk Candi Arimbi

Obyek wisata sejarah Candi Arimbi dijaga oleh seorang petugas penjaga. Setiap pengunjung yang berkunjung ke tempat wisata Candi Arimbi tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis. Mereka hanya diwajibkan melaporkan diri dengan menulis buku tamu. Tidak ada tiket masuk yang harus dibayar oleh pengunjung ketika berlibur ke obyek wisata Candi Arimbi di Jombang. Hanya saja petugas penjaga candi menyarankan pengunjung untuk memberikan bantuan seikhlasnya untuk perawatan area wisata Candi Arimbi.

Ukuran bangunan Candi Arimbi terbilang kecil jika dibandingkan ukuran candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit lainnya, misalkan Candi Brahu, Gapura Wringin Lawang, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, dan lain-lain. Meski berukuran relatif kecil bangunan Candi Arimbi sangat unik karena bagian atas candi tidak berbentuk sempurna. Setengah dari puncak Candi Arimbi telah rusak.

Sebagian besar peneliti dan ahli sejarah mempercayai penyebab kerusakan bagian puncak Candi Arimbi disebabkan oleh bencana alam atau sambaran petir. Saat ini anda bisa menyaksikan setengah dari puncak Candi Arimbi saja. Tetapi justru karena ukurannya yang tidak besar itulah maka wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Candi Arimbi banyak yang mencoba naik ke atas.

Melestarikan Warisan Budaya Nusantara

Tindakan memanjat puncak candi sebenarnya tidak boleh dilakukan mengingat berbahaya dan bisa merusak keaslian situs peninggalan bersejarah Kerajaan Majapahit. Namun ada saja perilaku wisatawan yang ingin tampil foto dengan pose berbeda dengan cara naik ke atas ke puncak Candi Arimbi. Sebaiknya anda tidak perlu meniru tingkah laku wisatawan seperti itu. Anda cukup berfoto di hamparan rumput yang hijau dengan latar belakang bangunan Candi Arimbi yang sangat ikonik.

Bagaimana dengan pengalaman anda mengunjungi tempat wisata bersejarah di Kabupaten Jombang? Apakah anda sudah pernah berlibur ke objek wisata Candi Arimbi. Jika belum pernah, sebaiknya anda mencoba traveling ke tempat wisata Candi Arimbi. Tempat wisata Candi Arimbi dibuka untuk umum setiap hari, yaitu mulai Senin sampai dengan Minggu mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Setelah berlibur ke Candi Arimbi mungkin Anda berminat melanjutkan traveling ke tempat wisata di Wonosalam, misalnya Banyu Mili, Kandang Sapi, Bukit Pinus, Bukit Hijau, Kampoeng Djawi, dan lain-lain.

Dengan mengajak anak-anak berlibur ke objek wisata bersejarah maka anda sudah berusaha memperkenalkan warisan kebudayaan daerah kepada anak-anak. Semoga setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata Candi Arimbi dapat berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi warisan budaya Nusantara. Mari berkeliling Nusantara!

5 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan tulisan ini:

7 Replies to “Candi Arimbi, Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit di Pulosari Bareng Jombang”

  1. Sayang sekali tempat wisata sebagus ini jarang dikunjungi anak muda. Candi Arimbi sekarang kalah populer dibanding wisata Banyu Mili.

  2. Jika memang kamu ingin mengajukan daerahmu maka kunjungilah tempat-tempat wisata di sekitar tempat tinggalmu. Kamu tidak perlu terobsesi berlibur ke luar negeri Karena sesungguhnya daerahmu memerlukan kunjunganmu.

  3. warisan budaya daerah harus kita lestarikan. Dgn mengunjungi tempat wisata candi sangat baik untuk kita. terima kasih sudah mengulas budaya Indonesia. Semoga blog ini selalu maju dan berkembang.

Tinggalkan Balasan ke Gerty Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *