Industri Rumah Tangga Pembuatan Genteng di Desa Karanglo Mojowarno Jombang

Jalanan desa Bayeman yang ku lewati setiap hari...
Jalanan desa Bayeman yang ku lewati setiap hari…

Hai sobat blogger Indonesia! Apa kabar hari ini? Terima kasih masih setia membaca artikel blog The Jombang Taste. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman menjelajahi Kabupaten Jombang, khususnya Desa Karanglo. Mendengar nama Karanglo seolah kita sedang membahas salah satu wilayah di Kabupaten Malang. Tapi ini tidak. Karanglo yang satu ini berada di Kabupaten Jombang bagian selatan.

Desa Karanglo merupakan salah satu wilayah di kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang yang beranggotakan beberapa dusun, antara lain Dusun Karanglo sendiri, Dusun Bajang, Dusun Klagen, dan Dusun Bayeman. Nama desa Karanglo lebih dikenal sebagai Desa Dunglo karena konon katanya pada jaman dulu di desa tersebut terdapat sebuah kedung (sungai dengan lereng terjal) yang didominasi tanaman buah lo. Sampai saat ini pun masih ada kedung, namun menurut pengamatan saya tidak terlalu curam.

Desa Karanglo berbatasan dengan Desa Latsari di timur, Desa Kedawung di selatan, desa Srapah di utara, dan desa Bajang di barat. Jenis tanah yang ada di desa Dunglo kebanyakan tanah liat karena sebagian besar wilayah desa berupa persawahan. Selain tetap bercocok tanam sebagai petani, tanah liat di desa Dunglo dimanfaatkan oleh warga setempat untuk membuat kerajinan genteng atau genting. Kerajinan tersebut berlanjut secara turun-temurun di masyarakat.

Genteng dari Desa Dunglo telah dikenal dimana-mana, khususnya bagi masyarakat Jombang yang tinggal di kecamatan Mojowarno. Genteng Dunglo memiliki ciri khas dibuat dari tanah liat, bentuk genteng untuk rumah rakyat, bukan genteng karangpilang seperti buatan pabrik. Selain itu, warga Dunglo terbiasa membakar ‘genteng mentah’ dengan membuat perapian dalam bentuk piramida yang cukup besar.

Melestarikan Pembuatan Genteng Secara Manual

Proses membuat genteng dimulai dengan mengambil tanah liat di area persawahan lalu disisihkan bebatuan yang tersangkut didalamnya sehingga didapatkan bubur tanah liat yang halus dan siap dicetak menjadi genteng mentah. Bahan tanah liat asli sebelumnya dicampur dengan beberapa bahan lain sehingga membentuk struktur genting yang kuat. Alat cetak genteng masih menggunakan alat tradisional dari kayu. Proses membuat gentang mentah dilakukan secara manual satu demi satu.

Sesudah semua bahan selesai dijadikan genteng, maka genteng mentah yang berwarna hitam kecoklatan itu dijemur di bawah terik matahari sampai kandungan airnya menyusut. Proses ini membutuhkan waktu beberapa hari tergantung cuaca pada saat itu. Bila genteng mentah sudah benar-benar kering maka disiapkan tungku perapian mirip tanur besar dalam proses kimia sebuah industri peleburan baja.

Satu demi satu genteng mentah ditata menyerupai bentuk piramida. Hanya saja piramida disini beratap tumpul, bukan runcing. Terakhir, pada bagian paling luar lapisan genteng ditutup dengan lumpur basah sampai semua bagian tertutupi. Setelah itu api dinyalakan pada sisi bawah dan dua arah sisi kanan dan kiri dari tanur tanah liat tersebut. Api diusahakan membakar genteng mentah secara konstan selama minimal lima hari atau tergantung jumlah genteng yang dibakar.

 Semua proses diatas pada umumnya dilakukan secara manual. Keterlibatan alat-alat teknologi sangat minim, bahkan hampir tidak ada. Kendati demikian, industri kerajinan membuat genteng tetap berjalan hingga saat ini. Selama masih ada permintaan, warga Desa Dunglo akan terus memproduksi genteng mereka yang memiliki keunikan pada motif hiasan genteng. Industri ini menjadi ciri khas desa Dunglo dan mampu memberikan pemasukan ekonomi bagi warga setempat. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan Anda.

3 Replies to “Industri Rumah Tangga Pembuatan Genteng di Desa Karanglo Mojowarno Jombang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *