Sendang Made, Tempat Wisuda Calon Pesinden Cantik di Kudu Jombang

Penari Cilik Seni Tari Remo Boletan Gagrak Anyar Khas Jombangan
Penari Cilik Seni Tari Remo Boletan Gagrak Anyar Khas Jombangan

Kebudayaan Jombang telah berlangsung sejak lama dan mempengaruhi berkembangnya kebudayaan di seluruh provinsi jawa timur. Dua jenis kebudayaan masyarakat Jombang yang berkembang dan cukup dikenal banyak orang adalah tari remo dan kesenian ludruk. Tahukah anda bahwa terdapat sebuah tempat wisata sejarah di Kabupaten Jombang yang cukup berpengaruh dalam perkembangan seni budaya daerah Jawa Timur? Situs sejarah Sendang Made merupakan obyek wisata bersejarah yang banyak dikunjungi oleh para seniman pesinden yang menginginkan memiliki suara bagus.

Lokasi Sendang Made

Situs Sendang made terletak di Desa Made Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Lokasinya terletak dekat dengan pegunungan kapur yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto. Jika anda berangkat dari arah Jombang Kota maka anda harus melewati jembatan yang melintasi sungai Brantas ke arah Ploso. Anda ambil jalan ke timur menuju ke Pasar Tapen. Perjalanan ini tentu saja cukup melelahkan karena jaraknya yang cukup jauh dari Pasar Tapen. Dari Pasar Tapen Anda belok ke utara dan ambil jalan lurus sampai mentok ke arah wilayah Kecamatan Kudu. Setelah itu ikuti anda ikuti papan petunjuk yang membantu anda untuk sampai di lokasi tujuan.

Selain dari arah pasar Tapen anda juga bisa menjangkau lokasi wisata sendang made dari arah kantor Koramil Kudu. Dari pertigaan kantor koramil Kudu anda tinggal mengambil jalan lurus ke arah utara menuju ke Desa Asemgede Kecamatan Ngusikan. Jalur menuju Asemgede-Ngusikan terbilang cukup menantang karena berada di pegunungan kapur yang kering dan tanahnya cukup tandus di musim kemarau. Penulis berkesempatan beberapa kali melakukan perjalanan kesana. Oleh karena itu penulis sedikit banyak sudah hafal dengan rute dan medan yang bisa digunakan untuk mencapai lokasi wisata sejarah Sendang Made.

Tempat wisata bersejarah Sendang Made banyak dikunjungi oleh seniman pesinden yang ingin memiliki suara bagus. Pesinden adalah penyanyi seni karawitan Jawa yang tampil pada pertunjukan wayang kulit. Calon pesinden kerap melakukan ritual khusus dengan tujuan supaya mereka memiliki suara bagus dan kemampuan menjadi pesinden yang dikagumi banyak orang. Sendang Made merupakan tempat pelaksanaan ritual wisuda calon pesinden di Kabupaten Jombang. Setiap pesinden merasa dianggap secara resmi sebagai pesinden kalau mereka sudah mengikuti prosesi wisuda di Sendang Made. Para calon pesinden itu berasal dari berbagai wilayah, bukan hanya Jombang tapi juga Mojokerto, Nganjuk, Lamongan, dan sekitarnya.

Gambar Manusia Meditasi Yoga di Tepi Danau pada sore hari.
Gambar Manusia Meditasi Yoga di Tepi Danau pada sore hari.

Wisata Sejarah Majapahit

Informasi ritual wisuda sinden di sendang made termuat dalam Majalah Suara Pendidikan Edisi Januari 2019 yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Dikisahkan bahwa pada jaman dulu ritual sinden diwarnai dengan kegiatan kumkum atau berendam di Sendang Made. Para calon pesinden itu merendam seluruh tubuhnya di dalam Sendang Made. Sendang Made adalah sumber air yang memiliki air dalam debit relatif tetap. Terdapat 3 buah sendang di sana. Sendang yang digunakan untuk berendam adalah Sendang Drajat. Penduduk setempat meyakini bahwa tuah Sendang Drajat bisa membantu mereka memiliki suara yang bagus. Air sendang ini dipercaya mampu memancarkan aura kecantikan bagi setiap pesinden yang meminum airnya.

Nilai sejarah Sendang Made diperoleh dari kisah pelarian Raja Airlangga dari Kerajaan Majapahit. Pada waktu itu Raja Airlangga mendapat serangan dari Raja Wura Wuri sehingga ia terpaksa melarikan diri dari pusat kerajaan. Raja Airlangga tiba di Gunung Pucangan yang berlokasi di sekitar Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Desa Cupak tepat berada di utara Desa Made. Wilayah ini berupa hutan lebat dan sampai sekarang masih dikeramatkan oleh penduduk setempat. Meski demikian, akses jalan desa menuju Gunung Pucangan sudah beraspal dan cukup mudah dilalui. Wisatawan tidak akan kesulitan menjangkaunya karena jalan desa di tengah hutan itu tidak terlalu menanjak.

Perayaan Hari Kartini Tahun 2018 oleh Guru-guru SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Pakaian Adat Jawa dalam rangka Perayaan Hari Kartini Tahun 2018 oleh Guru-guru SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Disanalah ia menyamar menjadi seniman bersama dengan para dayang-dayang raja. Dayang-dayang kerajaan itu memiliki suara yang bagus dan berwajah cantik. Mereka melakukan kegiatan mengamen, yaitu menyanyi di sepanjang jalan dengan tujuan untuk mencari uang. Tujuan utama Raja Airlangga mengamen tentu saja bukan untuk mencari uang tapi sebagai sarana penyamaran agar tidak tertangkap oleh lawan. Strategi penyamaran ini cukup berhasil mengelabuhi musuh. Mereka tidak mengenali keberadaan Raja Airlangga dan kerabat kerajaan.

Selama masa pengembaraan menjadi seniman itu Raja Airlangga menetap di daerah sekitar Sendang Made di Kecamatan Kudu. Ia mempertunjukkan kemampuannya untuk menembang Lagu Jawa dengan suara yang bagus bersama dengan para dayang-dayang. Lama-kelamaan warga sekitar lokasi Sendang Made tertarik untuk belajar menyanyikan tembang-tembang Jawa yang berirama indah itu. Raja Airlangga pun bersedia melatih dan membina para warga yang tertarik untuk menjadi penyanyi lagu jawa atau disebut pesinden.

Ritual Calon Pesinden

Sebelum menjadi pesinden, Raja Airlangga memberi syarat agar para gadis itu berdoa terlebih dahulu di suatu bangunan khusus yang terletak di salah satu sudut Sendang Made. Tepat pada tengah malam para calon sinden itu diminta berdoa kemudian dilanjutkan dengan ritual berendam diri atau dalam bahasa jawa disebut sebagai kumkum. Setelah kumkum, para sinden itu membersihkan diri dan diajarkan cara bersolek agar terlihat cantik. Lama-kelamaan tradisi kumkum ini diikuti oleh para gadis muda yang berminat menjadi pesinden. Para gadis rela berendam di dalam air Sendang Drajat agar jadi sinden terkenal.

Menurut Majalah Suara Pendidikan, tradisi kumkum calon pesinden di Sendang Made berlangsung sampai dengan awal tahun 2000-an. Setelah itu Sendang Made memiliki debit air yang semakin berkurang sehingga tidak memungkinkan jika ratusan calon sinden itu melakukan kumkum bersama. Oleh karena itu pengelola obyek wisata Sendang Made melakukan prosesi wisuda calon pesinden dengan cara membasuh kepala wanita-wanita cantik itu dengan air Sendang Made. Pesinden gadis maupun yang sudah menikah berpakaian kebaya warna-warni dengan sanggul tertata rapi di belakang kepala. Para pelestari budaya Jawa berbaris rapi menunggu antrean prosesi wisuda sinden.

Para calon sinden tidak perlu melakukan berendam diri atau kumkum di Sendang Made. Mereka hanya perlu membasahi kepala dan mengoleskan air sendang ke leher pesinden maka itu sudah dianggap cukup. Sebelum pulang ke rumah, pesinden yang baru saja di wisuda oleh pengelola situs Sendang Made itu membawa air sendang dengan cara dimasukkan ke dalam alat penampung air. Air Sendang Made dipercaya bisa menambah kualitas suara pesinden sehingga terdengar indahnya ring dan mendekati sempurna. Antara mitos dan fakta, air Sendang Made selalu dibawa kemanapun pesinden itu tampil di atas pentas.

Demikian ulasan The Jombang Taste mengenai wisata sejarah Sendang Made di Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Semoga review obyek wisata di jombang ini bisa menambah wawasan anda untuk lebih mencintai ragam budaya daerah setempat. Selain Sendang Made, mungkin Anda juga berminat mengunjungi obyek wisata bersejarah Pemandian Sumberboto di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Nilai sejarah Sumberboto pun tak kalah mentereng dibandingkan dengan keindahan alamnya. Selamat berlibur ke berbagai tempat wisata sejarah di Kabupaten Jombang.

Bagikan artikel ini melalui:

11 Replies to “Sendang Made, Tempat Wisuda Calon Pesinden Cantik di Kudu Jombang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *