Kesegaran Sop Buah Kota Sampang di Pelataran Monumen Trunojoyo

Musim kemarau yang sangat panas enaknya minum es campur dengan buah segar. Kali ini saya berkesempatan jalan-jalan ke Kota Sampang di Pulau Madura. Teman-teman bilang Pulau Madura panas dan gersang. Saya tidak begitu ambil pusing ucapan tersebut sampai saya merasakan sendiri gerahnya Madura. Saya mencicipi menu sop buah Sampang di sekitar alun-alun Kabupaten Sampang yang hari itu (17/11/2018) sangat terik. Lokasi penjual sop buah berdekatan dengan Masjid Jami’ di Jalan Pahlawan. Inilah tempat wisata kuliner Sampang yang banyak tersedia aneka menu makanan khas Sampang. Tempat jualannya terbilang sederhana namun lumayan bersih. Penjualnya juga ramah terhadap membeli. Satu porsi sop buah dijual seharga Rp8.000 per mangkok. Dengan harga segitu, Anda sudah bisa merasakan kesegaran es buah yang segar, enak dan bisa menghilangkan rasa haus. Harga makanan yang murah itu tentu saja mendukung kegiatan Anda saat traveling dengan budget terbatas.

Sop buah termasuk kuliner sehat. Bahan-bahan membuat sop buah antara lain kuah santan, es serut, susu kental, sirup rasa strawberry, dan beberapa potong buah segar. Buah segar yang digunakan adalah buah apel, buah semangka, buah melon, buah naga, buah nangka, dan buah pepaya. Kombinasi buat tersebut terasa sangat segar dan lumayan bergizi. Harga sop buah terbilang murah sehingga banyak pembeli yang datang kesana. Lokasi sekitar warung sop buah Sampang terbilang cukup ramai. Disitu ada Jalan Raya Diponegoro yang menjadi salah satu pusat pertokoan di Kabupaten Sampang. Meski demikian, tempat wisata kuliner di Sampang itu lumayan bersih dan nyaman. Tempat minum es buah segar ini bisa menampung sampai dengan 10 orang. Tempat kumpul-kumpul ini sangat cocok bila digunakan oleh rombongan wisatawan untuk hang out bareng teman yang kebetulan mampir di Kota Sampang.

Beberapa tempat wisata yang ada di sekitar kota Sampang dan sekitarnya adalah Pantai Camplong dan Pantai Lombang Sumenep, termasuk juga makan Syaikh Kholil di Kota Bangkalan. Kalau Anda jalan-jalan melewati kota Sampang, nggak ada salahnya untuk mampir kesana. Sambil traveling ke tempat wisata tersebut, cobalah cicipi kuliner sop buah Sampang yang segarnya nggak ketulungan. Tempatnya lumayan bersih dan harganya hanya Rp8.000 per porsi. Sambil minum sop buah ini Anda bisa bercakap-cakap dengan penjualnya yang cukup ramah. Bicaranya pakai Bahasa Indonesia saja ya supaya semua orang yang mendengar bisa paham dan tidak timbul miskomunikasi. Kecuali jika Anda memiliki kemampuan berbahasa Madura dengan baik, Anda bisa ngocak Madura lebih santai dengan warga sekitar lokasi.

Seperti sudah saya jelaskan di judul artikel ini bahwa lokasi sop buah ini berdekatan dengan Monumen Trunojoyo. Trunojoyo adalah salah satu pahlawan kemerdekaan yang berasal dari pulau Madura. Perjuangan Trunojoyo dalam melawan penjajah Belanda sudah tidak diragukan lagi. Beliau bersama para pejuang dari provinsi Jawa Timur bahu-membahu mengusir penjajah Belanda. Namanya sangat terkenal bahkan dijadikan nama perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, yaitu Universitas Trunojoyo. Namanya pun diabadikan dalam banyak kisah kepahlawanan masyarakat Jawa Timur. Lokasi sop buah Sampang yang berdekatan dengan Monumen Trunojoyo menjadi sangat tepat karena sambil jalan-jalan ke sekitar Monumen Anda bisa beristirahat menikmati sop buah. Anda juga bisa berfoto dan mengambil gambar tempat wisata yang cukup menarik di sekitar Monumen Trunojoyo. Lokasi Monumen Trunojoyo yang berada di pinggir jalan raya memudahkan setiap orang untuk mampir ke sana. Selamat mencicipi wisata kuliner Kota Sampang!

Bagikan artikel ini melalui:

16 Replies to “Kesegaran Sop Buah Kota Sampang di Pelataran Monumen Trunojoyo”

  1. Pulau Madura Bukan hanya panas dan gersang tapi juga menawarkan wisata kuliner yang enak dan menarik harganya pun rata-rata yang murah dan terjangkau oleh kantong. Sip mas.

  2. Madura is beautiful. Walaupun Iklim disana cenderung kering dan minum air tapi pantai-pantainya terkenal indah dan menarik untuk dikunjungi.

  3. Kapan nih membahas keunikan monumen trunojoyo? Jangan bahas makanan saja. Tempatnya pun harus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *