Masjid Sunan Ampel, Wisata Sejarah Paling Religius di Kota Surabaya

Suasana ruangan bawah tanah tempat wisata religi yang unik di Masjid Perut Bumi Kota Tuban Jawa Timur
Suasana ruangan bawah tanah tempat wisata religi yang unik di Masjid Perut Bumi Kota Tuban Jawa Timur. Masjid Sunan Ampel memang tidak seindah ini, tapi tetap menjadi tujuan wisata religi utama karena faktor sejarah perjuangan Wali Songo.

Bagaimana kabar sobat pembaca blog The Jombang Taste? Semoga hari ini anda selalu bersemangat beraktifitas. Untuk mengembalikan semangat dalam hidup kadang kita membutuhkan liburan yang menyenangkan. Salah satu jenis liburan yang umum dilakukan masyarakat Jawa Timur adalah wisata religi. Tujuan wisata religi yang kami ulas dalam artikel ini adalah masjid Sunan Ampel. Masjid Sunan Ampel lokasinya berdekatan dengan makam sunan ampel. Tempat wisata ini menjadi tujuan favorit para peziarah wali limo dan wali songo. Keberadaan Masjid Sunan Ampel bisa mengurangi budaya hura-hura yang terlanjur melekat dalam kehidupan remaja kota metropolitan Surabaya.

Masjid sunan ampel terletak di Jalan Kyai Haji Mas Mansyur Kota Surabaya. Lokasi ini sangat mudah dicapai karena dilewati oleh berbagai angkutan kota untuk umum. Anda bisa menuju ke masjid sunan ampel dari arah timur maupun barat. Keduanya sama mudahnya. Masjid dan makan Sunan Ampel merupakan bangunan tua bersejarah yang masih terpelihara dengan baik sampai dengan hari ini. Obyek wisata masjid sunan ampel menjadi tujuan wisata yang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan Indonesia, baik dari jawa timur maupun luar provinsi Jawa Timur. Mereka umumnya datang secara berkelompok sesuai organisasi yang diikutinya.

Menurut Yodi Kurniadi (2017) dalam buku Objek Wisata Provinsi Jawa Timur, masjid Sunan Ampel didirikan oleh Raden Rahmat Rahmatullah pada tahun 1421 di wilayah Kerajaan Majapahit. Masjid Sunan Ampel memiliki tiang penyangga yang berukuran besar dan tinggi yang terbuat dari kayu. Selain itu arsitektur objek wisata masjid sunan ampel memiliki langit-langit yang sangat kokoh yang memperlihatkan kekuatan bangunan ini tidak kalah dibanding bangunan modern. Saat ini kompleks masjid Sunan Ampel sudah diperluas untuk menampung luapan jamaah sholat yang berasal dari kalangan wisatawan ziarah.

Ziarah Wali Limo Keluarga Besar Bani Karso di Makam Sunan Bonang Kota Tuban
Ziarah Wali Limo Keluarga Besar Bani Karso di Makam Sunan Bonang Kota Tuban. Selain kesana, tujuan liburan religi ini juga menuju ke makam Sunan Ampel dan Sunan Giri.

Keunikan obyek wisata masjid sunan ampel adalah bangunan masjid dibuat dengan memadukan arsitektur Jawa kuno dan sedikit arsitektur bergaya Arab. Raden Rahmat yang dikenal dengan nama sunan ampel wafat pada tahun 1481. Sunan ampel dimakamkan di sebelah barat masjid sunan ampel di sekeliling masjid terdapat lima pintu gerbang yang merupakan simbol dari rukun islam. Gerbang pertama bernama gapura munggah. Gapura munggah adalah simbol dari rukun islam yang kelima yaitu haji. Setelah melewati gapura munggah pengunjung akan melewati gapura poso atau puasa yang terletak di sebelah selatan masjid. Gapura poso menjadi simbol suasana religi pada bulan ramadhan atau bulan puasa bagi umat Islam.

Setelah melewati gapura poso, pengunjung akan masuk ke halaman masjid. Dari halaman ini akan tampak bangunan masjid induk yang megah dengan menara yang menjulang tinggi. Bangunan ini sampai sekarang masih tetap utuh baik menara maupun tiang penyangganya. Setelah pengunjung melakukan sholat di dalam masjid Ampel maka pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menjumpai gapuro ngamal. Tak jauh dari gapuro ngamal terdapat panitia yang bertugas menerima shodaqoh wisatawan yang berkunjung sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan. Kemudian pengunjung akan melewati gapura madep yang letaknya di sebelah barat masjid induk.

Di sebelah kanan gapura madep terdapat makam mbah sanhaji yang menentukan arah kiblat masjid agung sunan ampel. Mbah Sanhaji disebut juga sebagai mbah bolong karena semasa hidupnya mampu melihat ka’bah di mekkah dengan cara membuat lubang atau bolongan di salah satu dinding masjid sunan ampel. Berikutnya, gapura yang kelima adalah gapura paneksen. Gapura paneksen merupakan simbol rukun Islam yang pertama yaitu syahadat. Paneksen berarti kesaksian yang bermakna bahwa tidak ada Tuhan selain allah dan muhammad adalah utusan Allah. Gapura paneksen merupakan pintu gerbang masuk ke makam utama.

Setelah berziarah ke makam sunan ampel anda dapat berbelanja di pasar yang ada disekitar makam sunan ampel. Disana terdapat pasar tradisional yang menjual berbagai macam barang hasil karya warga sekitar lokasi makam. Anda juga bisa membeli perlengkapan ibadah umat Islam disana. Selain itu, pasar tradisional sunan ampel juga menyediakan oleh-oleh buah kurma, aneka jajanan bercinta rasa khas arab, wisata kuliner jawa maupun jajanan dari Pulau Madura. Misalnya jajan ampyang, buat juwet, es dawet, sego jagung, onde-onde, martabak daging kambing, dan lain-lain.

Jika Anda berangkat ke sana sendirian anda tidak perlu khawatir karena terdapat banyak tempat penginapan murah di sekitar lokasi makam Sunan Ampel. Tertarik berkunjung kesana? Siapkan waktu, tenaga dan biaya Anda untuk berwisata religi ke makam Sunan Ampel di Surabaya.

Bagikan artikel ini melalui:

15 Replies to “Masjid Sunan Ampel, Wisata Sejarah Paling Religius di Kota Surabaya”

  1. Kawasan wisata Ngampel dari tahun ke tahun memang selalu diperbaiki. kalau zaman dulu masih banyak pedagang Madura yang memenuhi pintu masuk. sekarang ini sudah lebih tertib dan mereka terkumpul berjualan di pasar tradisional.

  2. Makam Sunan Ampel memang sudah terkenal dari dulu walaupun tidak banyak dipromosikan para wisatawan sudah banyak yang datang. lokasinya yang berada di tengah kota Surabaya memudahkan siapa saja untuk datang ke sana apa lagi dekat dengan kia kia Kembang Jepun yang dulu jadi pusat kuliner di Surabaya.

  3. Makam Sunan Ampel adalah tempat liburan favorit saya bersama keluarga. Setelah berziarah ke makam Sunan Ampel Biasanya kami mampir ke pasar tradisional Ampel. di sana ada banyak kuliner Surabaya yang bisa dibeli mulai dari soto, pecel, rawon hingga martabak.

  4. Wisatawan dari daerah bukan kota memang lebih suka berkunjung ke makam makam para Kyai ulama dan pahlawan. Mereka kurang tertarik mengunjungi objek wisata modern seperti pusat perbelanjaan yang cenderung konsumeris.

  5. Dari dulu sampai sekarang kalau wisata ziarah ke Ampel Yang diingat adalah penjual pentol bakso yang ada di pintu masuk sebelah timur.
    meskipun Makanannya tidak terlalu enak tapi tetap saja setiap kali berlibur ke sana ingin mampir mencobanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *