Gerhana Matahari Pembawa Rejeki di Masa Pandemi

Kuliner Nasi Ayam Geprek dan Lalapan Sambel Pencit Khas Jombang
Kuliner Nasi Ayam Geprek dan Lalapan Sambel Pencit Khas Jombang

Gerhana matahari kali ini menjadi pembawa rejeki di masa pandemi. Ada banyak tawaran makan gratis yang bisa Anda hadiri saat terjadi fenomena alam gerhana matahari. Seperti halnya kemarin pagi terlihat matahari muncul agak redup di ufuk timur. Mungkin inilah pertanda awal bahwa akan terjadi peristiwa alam gerhana matahari. Kabar yang beredar di internet simpang-siur sejak sebulan lalu. Sebagian masyarakat percaya akan terjadinya gerhana matahari. Namun ada juga kelompok masyarakat yang tidak percaya hal ini. Alasan mereka adalah gerhana matahari total hanya terjadi di negara Amerika Serikat sedangkan wilayah Indonesia tidak menjumpai gerhana matahari.

Penulis pun akhirnya mengikuti informasi pertama yang beredar di internet. Istri penulis saat ini sedang hamil lima bulan. Penting bagi penulis untuk melestarikan tradisi bancakan gerhana matahari. Bancakan ini adalah yang ketiga kali sejak Januari 2021. Penulis masih ingat kejadian gerhana bulan yang pertama terjadi pada bulan April 2021 lalu, yaitu saat bulan puasa berlangsung. Kemudian disusul gerhana bulan merah darah pada Mei 2021 kemarin. Masa kehamilan ini menjadi ajang berbagi makanan. Tetangga di sekitar rumah pun selalu bercanda bahwa masih ada beberapa gerhana lagi dalam masa kehamilan istri penulis sampai September 2021 mendatang.

Bancakan gerhana matahari ini menjadi kegiatan sedekah untuk yang ketiga kalinya. Inilah salah satu kebiasaan masyarakat Jawa yang masih tetap lestari hingga saat ini. Orang Jawa terbiasa berbagi kepada sesama manusia. Mereka selalu membuat acara selamatan ataupun bancakan untuk memperingati kejadian khusus dalam hidup dan kehidupan. Niat tulus memberikan makanan kepada tetangga yang berada di sekitar rumah merupakan perilaku mulia dan perlu dicontoh. Bancakan gerhana matahari ini setidaknya mengikis jiwa egoisme masyarakat modern yang kian memuncak di masa pandemi.

Pelaksanaan bancakan gerhana matahari di rumah penulis berlangsung sekitar pukul empat sore. Cuaca hari ini hujan deras selama kurang lebih setengah jam. Hawa dingin setelah hujan menjadikan kegiatan makan bersama lebih terasa nikmat. Bancakan gerhana matahari ini dilakukan untuk sedekah wanita hamil. Tidak ada maksud tertentu selain ingin berbagi kepada sesama manusia. Sebagai seorang suami, penulis selalu menuruti apapun nasehat orang tua untuk keselamatan dan keamanan istri dan janin dalam kandungannya. Meski terkesan tidak masuk akal, acara bancakan tetap memberikan banyak manfaat bagi kebersamaan masyarakat Jawa.

Mitos yang berlaku di masyarakat Jawa adalah gerhana matahari menunjukkan matahari akan dimakan raksasa. Ini menjadi perlambang bahwa wanita hamil harus melakukan bancakan agar bayi yang akan dilahirkan nanti selamat dan tidak ada cacat. Penulis tidak percaya cerita mitos ini. Tetapi penulis selalu menghormati nasehat orang tua untuk melaksanakan tradisi bancakan.

Menu bancakan gerhana matahari sama seperti halnya makanan yang bisa Anda temui ketika bancakan gerhana bulan. Nasi liwet, teri goreng, telur rebus, dan sambal tomat adalah bagian utama menu bancakan. Variasi menu lainnya adalah ikan lele goreng, ayam goreng, lalapan, dan aneka minuman segar. Menjaga kesehatan di masa pandemi ini dapat Anda lakukan dengan menghadiri acara bancakan di rumah tetangga. Anda bisa makan bersama secara gratis sekaligus menambah keakraban dalam pergaulan.

Bagaimana dengan sambutan masyarakat di sekitar rumah Anda pada saat fenomena gerhana matahari terjadi hari ini? Apakah masih ada tradisi bancakan di lingkungan tempat tinggal Anda?

Bagikan tulisan ini:
Diterbitkan
Dikategorikan dalam Seni Budaya

Oleh Agus Siswoyo

Teacher in real life, story teller and Indonesian blogger.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *