Dongeng Anak Islami di Kabupaten Jombang

Semarak Dongeng Anak Islami Pejuang Tangguh di Islamic Center Jombang

Salah satu perhelatan utama dalam program Ramadhan Selaksa Cinta dari Yayasan Yatim Mandiri tahun ini adalah Dongeng Anak berkonsep Islami. Yayasan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang mengadakan acara buku puasa bersama 300 anak yatim dan dongeng anak Islami pada Sabtu, 11 Juni 2016 di Gedung Islami Center Jombang. Islamic Center Jombang terletak di bagian belakang Masjid Jami’ Baitul Mukminin Jombang atau lebih dikenal sebagai Masjid Alun-alun Jombang. Halaman parkir Islamic Center Jombang sore itu tampak dipenuhi kendaraan yang hilir-mudik mengantar anak-anak peserta kegiatan bukber dan dongeng anak.

Penyaji dongeng anak Islami dalam acara buka puasa bersama anak-anak yatim Jombang itu adalah Ustadz Yusuf dari Rumah Cerdas Islami. Beliau mengambil judul Pejuang Tangguh sebagai tagline dari tiga karakter yang dihadirkan, yaitu semut, ikan, dan tukang kayu. Dongeng anak Pejuang Tangguh menceritakan perjuangan seekor semut dalam menghadapi musim kemarau yang panjang dan kelaparan yang melanda bangsa semut. Keteguhan semut dan kesediaan bekerjasama dengan seekor ikan mampu mengalahkan perilaku jahat seekor tukang kayu yang ingin menguasai sumber-sumber kehidupan di hutan seorang diri. Amanat cerita dongeng anak ini adalah apapun bentuk kesulitan hidup akan bisa kita atasi bila bersedia berjuang tanpa kenal lelah.

Istimewanya lagi, acara bukber Yatim Mandiri dan dongeng anak kali ini dihadiri langsung oleh Bupati Jombang, Bapak Dr. HC. H. Nyono Surharli Wihandoko, beserta istri beliau yang juga bertindak sebagai Duta Bunda Yatim Jombang, Ibu Ir. Hj. Tjaturina Yuliastuti Wihandoko, MM. Sebagian besar peserta buka puasa adalah peserta didik sanggar genius Yatim Mandiri Jombang. Mereka tampak begitu antusias mengikuti dongeng anak. Sesekali tawa terpancar dari mulut mereka saat menyaksikan tingkah lucu pendongeng yang beraksi sedang berlari ketakutan. Bedug maghrib ditabuh dan semua peserta bukber menikmati sajian takjil, sholat jamaah maghrib dan makan bersama.

Sebagai seorang public speaker, ada satu pelajaran penting yang bisa diambil dari perhelatan dongeng anak Islami kali ini. Untuk menampilkan sebuah sajian dongeng inspiratif diperlukan persiapan yang matang. Bukan hanya mengenai isi cerita dongeng yang mendidik anak-anak, tetapi juga terkait aksesoris dan sarana pendukung mendongeng juga harus disiapkan sebaik mungkin. Hal itu meliputi kostum karakter mendongeng, mikrofon atau pengeras suara, alat peraga mendongeng, suara latar atau backsound mendongeng, dan banner pendukung visualisasi mendongeng. Semua aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang harus diperhatikan secara detail sebelum menampilkan sebuah cerita dongeng anak.

Semoga dongeng anak Islami ini bisa memberikan inspirasi bagi setiap anak-anak istimewa di Indonesia agar mereka mampu hidup dengan keceriaan dan tetap bersemangat dalam hidup. Mari lebih peduli kepada mereka!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *