Ayo Liburan ke Wisata Sejarah Monumen Jalesveva Jayahame Surabaya

Wisata Sejarah di Monumen Jalesveva Jayahame Surabaya
Wisata Sejarah di Monumen Jalesveva Jayahame Surabaya

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya.”

Pepatah tersebut kerap didengungkan pada berbagai acara terutama untuk membakar semangat. Ya, hal ini pula yang setidaknya melatarbelakangi berdirinya Monumen Jalesveva Jayamahe di bumi Kota Pahlawan Surabaya. Sudah pernah ke sana belum? Sebagai arek Suroboyo, tentu kalian sudah pernah liburan kesana. Kalau belum, ayo simak cerita selengkapnya ya.

Cara Menuju Monjaya

Monumen kebanggaan pasukan TNI AL ini menjadi salah satu tempat wisata edukasi di Surabaya. Untuk menuju Monjaya, Anda dapat menggunakan transportasi udara ke Surabaya, bersiaplah untuk berburu tiket promo sebelum berangkat ke Kota Palawan ini agar dapat menekan anggaran liburan. Misalkan rute Jakarta-Surabaya termasuk rute yang ramai dan tak jarang pihak maskapai maupun travel agen yang menawarkan promo spesial di waktu-waktu tertentu.

Misalnya pada waktu normal, dimana aktivitas penerbangan tidak terlalu padat atau bisa juga ketika ada promo khusus dari layanan travel agen. Misalnya promo app Traveloka untuk berbagai maskapai, termasuk AirAsia dan Lion, terus ada juga tiket yang memberikan tantangan harga terbaik, dan lain sebagainya. Dari sini, anda bisa diuntungkan dan otomatis dapat menekan biaya karena liburan tidak harus keluar banyak duit.

Kalau sudah berada di Surabaya, maka anda dapat melanjutkan perjalanan ke Pintu Gerbang Armatim. Jalur pertama bisa melalui Jalan Perak Timur menuju Jembatan Petekan. Jalur kedua melalui Jalan Sidotopo dan mengakhir perjalanan di Pintu Gerbang Armatin. Sedangkan monumennya berjarak tiga kilometer dari pintu gerbang.

 Cerita Monumen Heroik TNI AL

Berangkat dari sekian banyak pahlawan dan sesepuh, termasuk para pahlawan Angkatan Laut (AL), yang telah berjasa dalam merintis, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tetapi hanya sebagian kecil saja yang diabadikan menjadi nama-nama kapal perang ataupun bangunan-bangunan penting, maka pembangunan monumen ini diharapkan dapat menjadi penghargaan dan kenangan dari generasi penerus. Tujuannya tentu saja untuk memberi dorongan dalam meneruskan perjuangan mereka. Nantinya, diharapkan para penerus dapat merekam langkah-langkah heroik TNI AL.

Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya menggambarkan sosok Perwira TNI AL mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan pedang kehormatan yang sedang menerawang ke arah laut dan siap menantang gelombang serta badai di lautan. Namanya diambil dari motto AL yang berarti “Di Laut Kita Berjaya”, di mana sejak masa Sriwijaya sampai Majapahit, bangsa Indonesia terkenal dengan negeri yang kuat secara maritim.

Monumen ini berdiri kokoh mencapai tinggi 30,6 meter dengan bangunan gedung berbentuk bundar setinggi 30 meter di bawahnya. Gedung tersebut dijadikan sebagai Museum TNI AL yang dibuka setiap Senin hingga Jumat pada pukul 7.30 WiB hingga 15.00 WIB. Di museum tersebut, pengunjung dapat melihat diorama sejarah perjuangan ketika merebut dan mempertahankan kemerdekaan, dilengkapi dengan berbagai model KRI, patung dan benda bersejarah.

Sementara itu, monumen tersebut dibangun pada tahun 1993 oleh Pemimpin Kepala Staf TNI AL Maritim Indonesia dan dilanjutkan oleh Laksamana TNI Muhamad Arifin, serta dirancang oleh I Nyoman Nuarta. Tidak sekedar sebagai monumen, bangunan ini juga difungsikan sebagai mercusuar bagi kapal-kapal di laut sekitar. Obyek wisata sejarah di Surabaya ini menghasilkan pemandangan yang indah pada malam hari, tidak kalah menarik dibanding Jembatan Suramadu.

Kemudian, pemilihan lokasi pembangunan dermaga Ujung Surabaya bukanlah tanpa alasan, melainkan menjadi saksi sejarah atas peristiwa perebutan Kaigun SE 21/24 Butai yang terjadi pada 3 Oktober 1945, yang ditandai dengan sumpah para Bahariawan Penataran AL, yakni “Saya rela dan ikhlas mengorbankan harta, benda maupun jiwa raga untuk Nusa dan Bangsa.” Sungguh sebuah pengabdian yang patut diteladani.

Ayo Liburan ke Wisata Sejarah Monumen Jalesveva Jayahame Surabaya
Ayo Liburan ke Wisata Sejarah Monumen Jalesveva Jayahame Surabaya

Gong dan Tempat Istirahat

Apakah daya tarik Monjaya sampai disitu saja? Tidak. Satu lagi yang menarik dari tempat ini adalah gong raksasa berdiameter enam meter dan tebal 6,6 milimeter, serta mencapai berat dua ton. Gong tersebut terbuat dari kuningan yang dipesan dari perajin gamelan di Bantul, Yogayakarta dan diberi nama Kiai Tentrem. Selain itu, mengarah ke utara akan terlihat hamparan lautan dan Jembatan Suramadu.

Lalu, berjarak sekitar 300 meter terdapat tempat peristirahatan Pujasera, di mana selain istirahat, Anda pun dapat membeli aneka souvenir, seperti tas, topi, pakaian dan atribut AL. Nah, disinilah Anda dapat menikmati sajian wisata kuliner khas Surabaya. Mulai dari lontong balap, pecel semanggi, sate kerang, dan masih banyak makanan enak Surabaya lainnya. Harap diingat bahwa menu khas Surabaya pada umumnya pedas dan asin. Hal itu sesuai dengan karakter masyarakat Surabaya yang selalu bersemangat dan bicara apa adanya.

Kebosanan kerap melanda aktifitas kita sehari-hari. Dengan jalan-jalan mengunjungi tempat wisata sejarah, Anda bukan hanya menghilangkan penat dan stress, tetapi juga menambah pengetahuan kekayaan budaya bangsa, plus menambah motivasi bekerja untuk esok hari. Ajak juga si kecil berlibur ke Monjaya supaya dalam diri mereka tumbuh kebanggaan atas kejayaan bangsa ini di lautan. Tunggu apa lagi, ayo jalan-jalan ke Monumen Jalesveva Jayahame di Surabaya!

One Reply to “Ayo Liburan ke Wisata Sejarah Monumen Jalesveva Jayahame Surabaya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *