Serba-serbi Hobi Koleksi Perangko Atau Filateli

Serba-serbi Hobi Koleksi Perangko Atau Filateli
Serba-serbi Hobi Koleksi Perangko Atau Filateli

Apalah arti sepotong perangko dibanding nilai instrinsik yang terkandung di dalamnya. Mungkin itulah yang dikatakan oleh orang awam pada umumnya mengenai hobi filateli. Filateli adalah hobi mengumpulkan perangko, materai dan benda-benda pos lainnya. Hobi tersebut bukan terbatas kepada perangko bekas, tetapi juga perangko baru. Apalagi bila perangko baru tersebut memiliki keunikan tersendiri, maka semakin bernilai di mata filatelis.

Definisi Filateli dan Filatelis

Filatelis adalah orang yang menekuni hobi filateli. Filatelis umumnya berasal dari orang-orang terpelajar yang menghargai sejarah, seni, budaya dan perkembangan ilmu pengetahuan. Filatelis bisa berasal dari berbagai golongan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pekerjaan filatelis juga tidak terbatas kepada kaum akademis, bahkan ibu rumah tangga, pekerja pabrik, pedagang kaki lima pun bisa menekuni hobi mengumpulkan perangko. Semua jenis profesi dapat menjadi filatelis.

Jika kita bicara hobi filateli maka tidak bisa dipisahkan dari istilah SHP. Apakah SHP itu? SHP adalah Sampul Hari Pertama. SHP menandai peluncuran seri perangko terbaru sebuah negara. SHP pada umumnya berlangsung selama satu hari dalam rangka peringatan hari besar nasional dan dilakukan secara serentak di seluruh cabang kantor pos yang ada. Namun ada kalanya SHP dilakukan secara terbatas hanya pada kota tertentu.

Filateli juga bisa menjadi alat investasi jangka panjang karena semakin tua usia perangko maka semakin mahal harga perangko tersebut. Pedagang perangko bukan hanya melihat usia perangko dalam menentukan harga jual kepada kolektor, bahkan perangko yang mengalami cacat bentuk selama proses pembuatan pun memiliki keunikan tersendiri sehingga nilai jualnya lebih mahal daripada nilai bahan pembuatan perangko. Bagaimana dengan Anda, apakah tertarik menekuni hobi filateli?

Dunia Filateli: Hobi Koleksi Perangko Bekas

Hobi mengumpulkan perangko bekas merupakan hobi yang unik dan tidak semua orang menyukai. Kegemaran koleksi perangko ini disebut juga dengan filateli. Para filatelis (orang yang memiliki hobi mengumpulkan perangko) mendapatkan perangko melalui beragam cara. Misalnya, membeli di kantor pos, tukar menukar perangko dengan sesama kolektor, hingga mengunjungi stand pedagang perangko di mall atau pameran perangko. Informasi filateli antar kolektor berguna dalam hal berburu perangko bekas.

Koleksi perangko bekas membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Dua hal tersebut dibutuhkan dalam hal merawat benda berukuran kecil. Kalau pandangan mata tidak awas, bisa-bisa Anda cepat menyerah. Perawatan perangko meliputi pemisahan kertas yang menempel di belakang perangko dengan media perendaman air, pengeringan perangko, memberi laminating perangko, sampai akhirnya menata perangko bekas ke dalam album perangko sesuai aturan yang berlaku.

Memangnya ada aturan menata perangko bekas? Ada dong. Dunia filateli itu menarik sekali. Menata koleksi perangko bekas bisa dilakukan menurut kategori negara penerbit, tema gambar perangko, hingga gradiasi warna perangko.

  1. Menurut negara penerbit, perangko kuno bisa dibedakan dengan kategori Indonesia, Malaysia, Belanda, Australia, China, Arab Saudi, Amerika Serikat dan lain-lain.
  2. Menurut topik gambar, perangko bekas bisa diklasifikasikan menjadi perangko WWF, perangko seri cerita rakyat, perangko pemandangan alam, perangko sains teknologi, perangko tokoh terkenal, perangko event tertentu dan lain-lain.
  3. Menurut gradiasi warna, koleksi perangko ditata dengan jiwa seni. Perangko warna merah secara berangsur-angsur ditata mendekati perangko warna kuning. Hal ini sifatnya subyektif dan menguji kemampuan apresiasi seni.

Selain tiga hal tersebut, masih ada beberapa seni menata perangko lain yang dihasilkan oleh komunitas kolektor perangko. Cara tersebut makin berkembang sesuai kemajuan budaya dan teknologi manusia modern dan mempengaruhi dunia filateli.

Kesabaran mengelola keuangan juga diperlukan dalam filateli karena hobi koleksi perangko membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Harga sekeping perangko saat ini berkisar antara 1500 sampai 3000 rupiah. Harga ini terus naik seiring kenaikan biaya kirim surat. Kalau tidak punya stok dana yang cukup, kemungkinan Anda akan kehabisan uang. Oleh karena itu, filatelis adalah orang yang mempunyai keterampilan kemampuan mengelola uang yang bagus.

Apakah Anda tertarik menekuni hobi koleksi perangko? Jika ya, siapkan dana, waktu dan tenaga Anda sekarang juga untuk menekuni dunia filateli. Simpan koleksi perangko kuno Anda rapi-rapi. Lalu wariskan kepada anak cucu. Semoga artikel pengetahuan dunia filateli ini berguna untuk Anda.

Hobi Filateli: Perangko Kuno Gambar Pak Harto

Diantara sekian banyak koleksi perangko yang saya miliki, perangko kuno bergambar pak harto adalah yang paling banyak jumlah serinya. Penguasa Orde Baru ini lumayan rajin nampang di atas gambar perangko terbitan negara Indonesia. Terhitung sejak menjadi penguasa tahta RI tahun 1966, mantan Presiden Soeharto sudah memiliki banyak pose narsis di atas perangko. Bagi pelaku hobi filateli tentu tidak asing dengan perangko kuno ini.

Koleksi paling unik dan langka adalah perangko kuno bergambar Pak Harto dengan nominal 10 Rupiah, 50 Rupiah, 55 Rupiah, 75 Rupiah dan 100 Rupiah. Perangko berukuran mini ini bentuknya lucu dan menarik banyak pecinta hobi filateli. Saya memiliki beberapa diantara. Ada yang kembar ada pula yang tunggal. Saya masih menyimpan perangko bekas tersebut sampai sekarang. Saat ini nilainya semakin mahal karena faktor usia. Padahal pada waktu saya beli tahun 1999 (waktu masih SMP), perangko ini seperti tidak berharga.

Untuk dekade 90-an, perangko bekas bergambar almarhum Pak Harto berukuran lebih besar. Namun tetap saja pasang senyum narsis khas pimpinan keluarga Cendana. Nominal perangko kuno tersebut sudah mulai meningkat sesuai tarif pos yang berlaku saat itu. Peluncuran seri perangko bergambar Presiden Soeharto untuk hobi filateli sejalan dengan perangko seri Pelita (Pembangunan Lima Tahun). Mulai dari Pelita III, IV, V dan VI sebelum akhirnya dilengserkan dari kursi presiden tahun 1997.

Terlepas dari pro dan kontra sistem politik yang berlaku di jaman Orde Baru, hobi mengumpulkan perangko bekas bergambar mantan Presiden Soeharto memiliki banyak fungsi. Selain fungsi ekonomis, hobi filatelis juga berfungsi mengenalkan sejarah masa lalu bangsa Indonesia terhadap generasi saat ini. Walau gambar dan tulisan dalam perangko tidak menuliskan secara detail, minimal anak muda yang hobi filateli tertarik menelusuri profil mantan Presiden Soeharto melalui internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *