Setan Menghiasi Perkara Yang Buruk dan Menghalangi Ibadah Terpuji

Melawan Pengkhianatan Big Boss
Melawan Pengkhianatan Big Boss

Apa kabar kawan blogger Jombang? Sadarkah Anda bahwa segala perintah Allah berakibat baik bagi orang yang mengerjakannya, bahkan terkadang membawa kebaikan kepada orang lain? Dan segala larangan-Nya, berakibat buruk bagi orang yang mengerjakannya dan terkadang membawa keburukan bagi orang yang berada di sekitarnya. Artikel The Jombang Taste kali ini membahas perilaku setan yang menghiasi perkara buruk dan menghalangi manusia untuk beribadah kepada Allah SWT.

Setan tahu bahwa manusia tidak mengetahui akibat sesuatu perkara. Maka segala perintah Allah digambarkan oleh setan kepada manusia keburukannya, yang kira-kira dapat diterima oleh orang-orang yang masih bodoh atau lemah iman. Dengan cara itu saja telah banyak dari mereka yang tertipu, dan akhirnya mereka tidak mengerjakan perintah Allah itu.

Sebaliknya, larangan Allah digambarkan kebagusannya, maka banyaklah yang tertarik mengerjakannya. Berjudi, berzina dan mabuk-mabukan diberi hiasan sebagai kegiatan yang membawa manfaat, padahal hal tersebut merupakan larangan agama. Inilah yang diperingatkan oleh Allah SWT kepada manusia dalam QS. An-Naml: 24 yang artinya: “Dan telah syetan hiaskan (baguskan) bagi mereka amal-amal mereka, lalu ia halangi mereka dari jalan Allah, sehingga mereka tidak terpimpin”.

Setan Memutarbalikkan Fakta Kebenaran

Inilah alat yang paling ampuh bagi syetan untuk memperdayakan dan menggoda manusia, yaitu dibaguskannya segala pekerjannya yang buruk, sehingga mereka gembira mengerjakannya, dan lupa sama sekali akan akibatnya yang akan mencelakakan dirinya sendiri.

Dengan jalan tazyin atau menghiasi dan menggambarkan bagus sesuatu perkara buruk, supaya manusia menyimpang dari jalan Allah. Kalau manusia telah menyimpang dari jalan Allah, maka mereka telah ada dalam pengaruh syetan, yang kemana saja dibawa, ia menurut, sekalipun akan dibawa ke neraka.

Orang yang telah kena pukau dan godaan hiasan syetan itu, merasa segala pekerjaan yang dilakukannya itu baik belaka, walaupun berlawanan dengan kebenaran. Pekerjaan yang terang bathilnya, dicari-carinya alasan atau dalil supaya dipandang benar. Dan pekerjaan orang lain yang terang benarnya, tetapi bertentangan dengan kebathilannya, lalu dicari-carinya alasan dan dalil untuk membatalkannya.

Demikian cara setan memutarbalikkan kenyataan dan kebenaran sehingga langkah manusia menjadi gelap dan salah. Selain itu, setan juga memupuk tumbuhnya sifat sombong dalam diri manusia. Harta yang melimpah mampu menyebabkan manusia sombong. Setan menghibur orang kaya dengan mengatakan mereka bisa memperlakukan orang miskin sebagai bawahan dalam bekerja.

Bagaimana Cara Agar Terhindar Dari Sifat Takabur Atau Sombong?

Bagaimanakah caranya agar kita terhindar dari sifat takabur atau sombong? Agar kita terhindar dari sifat takabur, hendaknya ketika memandang orang lain itu lebih terhormat dan mulai daripada diri sendiri. Kita harus berbaik sangka, positive thinking dan menganggap diri kita bukan yang terbaik. Bukankah di atas langit masih ada langit. Dengan begitu kita akan selamat dari penyakit takabur.

Manakala melihat anak yang belum dewasa, maka katakanlah dalam hati: “Anak ini masih kecil belum pernah melakukan kemaksiatan kepada Allah, sedangkan aku sudah pernah berbuat kemaksiatan, maka dia jelas lebih baik daripada diriku”. Jika melihat orang tua, maka katakan dalam hati: “Orang ini telah banyak beribadah kepada Allah sebelum aku, maka jelas dia lebih baik daripada aku”.

Bila melihat orang alim, maka katakanlah dalam hati: “Orang ini telah dianugerahi ilmu yang tidak aku miliki, ia telah menyampaikan sesuatu yang tidak pernah aku sampaikan, dan dia mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui, maka bagaimana aku bisa menyamai dia? Aku bodoh dan dia pandai, jelas dia lebih mulia”.

Jika melihat orang yang bodoh, maka katakan dalam hati: “Orang ini telah melakukan kemaksiatan kepada Allah karena ketidaktahuannya, sedangkan aku melakukan kemaksiatan kepada Allah dengan penuh kesadaran. Maka tanggungjawabku kepada Allah jelas lebih berat daripada tanggungjawab dia di akhir hayat nanti”.

Manakala melihat orang kafir, maka katakan dalam hati: “Aku tidak tahu barangkali di akhirat hidupnya nanti dia akan menjadi seorang muslim, lalu melakukan amal kebajikan dengan penuh kepasrahan diri kepada Allah, sehingga seluruh dosa-dosanya dihapus oleh Allah”.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda dalam mempelajari agama Islam. Mari kita berdoa bersama-sama semoga hidayah dan ridho Allah selalu menyertai langkah kita.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *