Obyek Wisata Situs Kedaton dan Legenda Sumur Upas di Kabupaten Mojokerto

Gambar Fotografi Alam - Aktifitas nelayan menjaring ikan di Waduk Selorejo Ngantang Malang
Gambar Fotografi Alam – Aktifitas nelayan menjaring ikan di Waduk Selorejo Ngantang Malang

Hai blogger Jombang dan blogger Mojokerto! Situs Kedaton terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Situs ini dapat ditempuh dari Balai Penyelamatan Arca melalui jalan kecamatan menuju ke arah selatan. Pada jarak 1,5 kilometer dari Balai Penyelamatan Arca terdapat jalan desa yang mengarah ke barat. Untuk sampai ke kompleks Situs Kedaton, jalan desa tersebut harus ditempuh sejauh 150 meter. Lokasi Situs Kedaton berada pada sebuah tanah datar dengan ketinggian 41,10 meter di atas permukaan air laut.

Dari luas dan banyaknya struktur yang ditemukan pada situs ini, dapat diperkirakan bahwa situs ini merupakan suatu kompleks percandian yang terdiri atas beberapa bangunan: Bangunan I Merupakan sebuah kaki bangunan dengan bentuk denah segi empat berukuran panjang 12,6 meter, lebar 9,5 meter, serta tinggi bagian yang tersisa 1,58 meter dari permukaan tanah.

Pada bagian sudut dan tengah masing-masing sisi dinding luar terdapat bentuk-bentuk pilaster, yang selain berfungsi sebagai ornamen bias juga berfungsi sebagai penguat dinding. Bangunan ini mempunyai arah hadap ke barat dengan azimut 279°.

Di depan bangunan ini, dengan jarak ± 5 meter terdapat sebuah sumur kuno yang terbuat dari susunan bata dengan denah berbentuk segi empat, berukuran 8,5 meter x 7,5 meter dan kedalaman 5,70 meter. Hingga sekarang sumur ini masih berfungsi, baik untuk kebutuhan air maupun untuk kepenimgan ritual oleh masyarakat tertentu. Mitos yang berkembang adalah mereka percaya bahwa sebelum bersemedi di Sumur Upas, harus mensucikan dinnya dengan air yang berasal dari sumur kuno tersebut.

Bangunan II dikenal sebagai kompleks Sumur Upas, merupakan suatu gugusan atau kompleks bangunan yang luasnya belum dapat diketahui dengan pasti, demikian pula dengan arah hadapnya. Namun berdasarkan orientasi bangunan I yang mempunyai arah hadap ke barat, diperkirakan kompleks bangunan ini juga mempunyai pintu masuk dengan arah hadap yang sama.

Penamaan Sumur Upas diambil dari bangunan semacam lubang (sumuran) yang terdapat di tengah gugusan. Oleh masyarakat, lubang tersebut dinamakan dengan sumur upas. Adapun nama upas mempunyai arti gas atau racun.

Dalam cerita yang berkembang pada masyarakat setempat, Sumur Upas ini dahulu merupakan suatu jalan rahasia menuju ke suatu tempat yang aman bagi raja apabila diserang oleh musuh. Untuk menghalangi agar tidak semua orang dapat memasukinya, maka jalan rahasia ini diberi nama sumur upas atau sumur beracun.

Banyaknya struktur yang nampak dari hasil ekskavasi selama ini, diperkirakan gugusan bangunan II (kompleks Sumur Upas) ini terdiri dari beberapa bangunan. Struktur-struktur ini posisinya saling tumpang tindih, yang menandakan bahwa situs ini pernah dihuni manusia dalam beberapa masa yang berlainan.

Selain itu, temuan-temuan lepas yang didapat selama ekskavasi berlangsung, berupa pecahan gerabah dan keramik asing (Cina) dalam jumlah yang cukup banyak, disertai dengan beberapa fragmen arca, mendukung dugaan bahwa situs ini pada masa dahulu merupakan sebuah pemukiman.

Dari hasil ekskavasi yang pernah dilakukan, ditemukan 4 buah kerangka manusia pada bangunan I (Candi Kedaton) dan sebuah kerangka lagi di dekat Sumur Upas. Hasil penelitian kerangka manusia tersebut menunjukkan bahwa keempat kerangka yang ditemukan di dalam bangunan I berjenis kelamin wanita, sedangkan yang ditemukan di dekat Sumur Upas berjenis kelamin pria. Adanya temuan kerangka manusia yang berbeda konteks dengan temuan sekitarnya, menunjukkan bahwa situs ini mengalami fungsi yang berbeda dari masa sebelumnya.

Di sebelah barat Candi Kedaton, dalam jarak kurang lebih 100 meter, terdapat pula peninggalan purbakala berupa gugusan batu umpak berukuran besar. Batu-batu umpak ini berbentuk segi delapan, berukuran diameter 0,77 meter. Bagian tengah batu umpak terdapat lubang berbentuk segi empat, sebagai tempat untuk meletakkan tiang.

Diperkirakan gugusan batu umpak ini masih dalam posisi in situ dan tersusun dalam konfigurasi memanjang sejajar sebanyak tujuh-enam dengan orientasi timur-barat. Melihat letaknya yang saling berdekatan, kemungkinan besar kedua situs ini saling berkaitan.

Mari lestarikan kekayaa budaya Nusantara!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Obyek Wisata Situs Kedaton dan Legenda Sumur Upas di Kabupaten Mojokerto”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *