Day 3 Pondok Ramadhan: Belajar Sungkem dan Berkreasi Membuat Kartu Lebaran

SDN Latsari mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan hari ketiga pada Rabu, 29 Mei 2019. Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan Pondok Ramadhan. Sebanyak 81 orang siswa mengikuti Pondok Ramadhan yang dilaksanakan di ruang kelas 2. Acara Pondok Ramadhan dimulai pukul 07.30 WIB. Setiap siswa kali ini diajarkan melakukan sungkem kepada orang yang lebih tua. Telah hadir dua orang guru, masing-masing seorang guru laki-laki dan seorang guru perempuan. Mereka duduk di depan untuk mempraktekkan gerakan sungkem.

Belajar sungkem adalah materi baru yang belum pernah diajarkan oleh guru mereka pada mata pelajaran setiap hari. Melalui kegiatan Pondok r
Ramadhan hari ini penulis melibatkan setiap siswa untuk belajar gerakan sungkem. Setiap siswa juga belajar mengucapkan permintaan maaf dalam bahasa Jawa.

“Ngaturaken sedoyo kalepatan kulo,” demikian penulis berulang kali memberi contoh ucapan dalam bahasa jawa untuk meminta maaf kepada orang yang lebih tua.

Halal Bihalal Keluarga Besar Sekolah Dasar Kecamatan Mojowarno Tahun 2018
Halal Bihalal Keluarga Besar Sekolah Dasar Kecamatan Mojowarno Tahun 2018

Tidak semua siswa mampu menirukan ucapan dalam bahasa Jawa itu dengan baik dan benar. Penulis harus berulangkali mengulang ucapan permintaan maaf dalam bahasa Jawa ini.

Tiba giliran satu persatu siswa sungkem kepada dua orang guru. Maka gelak tawa pun tak terhindarkan lagi. Rupanya anak-anak tidak terbiasa melakukan sungkem dan meminta maaf dalam bahasa Jawa ketika mereka merayakan hari raya Idul Fitri di rumah.

“Saya baru tahu kalau ada ucapan bahasa Jawa untuk meminta maaf seperti itu,” demikian disampaikan oleh Fillia Keisha Maharani, salah satu murid kelas 4 SDN Latsari. Pagi ini siswi cantik itu tampak ceria mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan.

Barisan siswa yang mengikuti sungkem kepada dua orang guru berangsur-angsur habis. Ketika tiba giliran barisan terakhir maka murid-murid pun berteriak kegirangan karena mereka berkesempatan menggoda teman mereka.

Aktivitas belajar sungkem dan meminta maaf dalam bahasa Jawa ini berlangsung selama setengah jam. Setelah itu semua siswa bersiap dengan kelompok mereka untuk membuat kartu ucapan selamat hari raya Idul Fitri.

Kartu lebaran dibuat dengan kreatifitas masing-masing kelompok siswa. Setiap kelompok siswa terdiri dari 4 sampai 7 orang siswa. Mereka harus membuat dua buah kartu ucapan lebaran yang ditujukan untuk guru kesukaan mereka di sekolah.

Penulis telah menyiapkan beberapa lembar kertas HVS berwarna warni untuk setiap kelompok siswa. Mereka pun lantas berkreasi dengan menggunakan alat tulis spidol yang telah mereka bawa dari rumah. Hasil karya setiap kelompok memiliki ciri khas masing-masing. Kelompok siswa laki-laki cenderung menggunakan gambar-gambar robot sebagai hiasan kartu. Sementara itu kelompok siswa perempuan banyak menggunakan hiasan bunga pada kartu lebaran yang telah mereka buat.

Ada pemandangan unik pada proses kreativitas siswa membuat kartu lebaran ini. Salah satu kelompok siswa menyertakan aksesoris Mobile Legends yang ditempel pada kertas hiasan. Mainan Mobile Legends ini merupakan bentuk kreativitas Kids jaman now yang menyertakan hobi mereka dalam berkreasi.

“Kok ada gambar Mobile Legends disini?” penulis bertanya kepada Wahyu, salah satu anggota kelompok kelas 2 yang tampak sibuk menempelkan hiasan pada kertas kartu lebaran.

“Iya Pak. Supaya hasilnya nanti bagus,” demikian jawaban Wahyu dengan nada lugu.

Kegiatan kreatifitas membuat kartu lebaran ini berlangsung dari jam 08.00 sampai jam 10.00 WIB. Setiap siswa berkreasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hasil dari kreativitas kartu lebaran ini telah penulis dokumentasikan pada beberapa foto dan video. Kelak mereka akan mengingat bahwa pada pondok Ramadhan kali ini anak-anak itu telah berhasil membuat kartu ucapan hari raya Idul Fitri yang bagus dan menarik.

Berikut ini beberapa hasil karya siswa SDN Latsari saat membuat kartu Lebaran.

View this post on Instagram

Minal Aidzid Wal Faizin ?

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

View this post on Instagram

Mohon maaf lahir dan batin.

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

View this post on Instagram

Mohon maaf lahir dan batin.

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Day 3 Pondok Ramadhan: Belajar Sungkem dan Berkreasi Membuat Kartu Lebaran”

  1. Haduh….. saya tadi sudah lupa Kapan terakhir kali sungkem kepada orang tua. Saya udah lama tidak pulang kampung karena tuntutan pekerjaan yang jauh dari keluarga. Hiks…

  2. Salut untuk kreativitas para guru di Jombang. bagaimanapun anak-anak adalah peniru yang baik bagi tingkah laku guru-gurunya. kalau gurunya hebat murid-muridnya juga ketularan hebat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *