Serunya Dongeng Anak Soleh di Acara Bukber Siswa SDN Latsari

View this post on Instagram

Ada yang tahu ini gambar apa?

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

Seluruh warga sekolah dasar negeri Latsari mengadakan acara buka puasa bersama atau bukber pada Senin, 27 Mei 2019 lalu. Kegiatan buka puasa ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pondok Ramadhan yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Pra acara buka puasa dimulai pukul 16.00 WIB. Para siswa telah hadir di sekolah dengan memakai busana muslim berwarna warni. Wajah-wajah mereka menampakan keceriaan karena akan mengikuti kegiatan makan bersama di sekolah.

“Hore! Akhirnya saya ikut buka puasa,” demikian disampaikan oleh Citra, salah satu siswa kelas 1 SDN Latsari. Anak perempuan mungil ini tampak bersemangat berangkat dari rumah ke sekolah. Ditangannya tergenggam sebuah kotak nasi dan sebotol minuman berenergi.

Penulis memegang peran sentral dalam acara buka puasa siswa SDN Latsari. Penulis mengerahkan segala kemampuan untuk mengkreasikan acara supaya menarik dan tetap mendidik bagi anak-anak.

Waktu selama 90 menit merupakan durasi yang sangat panjang untuk ukuran acara buka puasa bersama anak-anak. Anak-anak mudah merasa bosan karena mereka menunggu waktu bedug magrib yang tak kunjung tiba. Oleh karena itu penulis berinisiatif mengajak setiap siswa untuk bernyanyi bersama. Lagu yang penulis pilih kali ini adalah Kidung Wahyu Kolosebo.

Kidung Wahyu kolosebo adalah lagu Jawa yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Lagu ini populer karena dibawakan para penyanyi dangdut. Lirik lagu ini mengandung nasehat kehidupan yang sangat mendalam. Anak-anak telah sangat familiar mendengar syair Kidung Wahyu Kolosebo. Ketika penulis memulai menyanyikan lagu ini, para siswa pun spontan mengikuti lirik lagu ini bersama penulis.

Penulis tidak yakin jika anak-anak itu mampu memahami setiap kata dalam kidung Wahyu Kolosebo. Rangkaian kata-kata bahasa Jawa itu memiliki terjemah yang tidak mudah, bahkan penulis pun masih harus belajar lagi untuk memahami kidung Wahyu Kolosebo lebih baik.

Kesenian tradisional Jombang
Kesenian tradisional Jombang

Usai menyanyikan lagu kidung bersama para siswa, mereka pun duduk kembali dengan tenang. Inilah kesempatan bagi penulis untuk menyampaikan Dongeng Anak Sholeh kepada para siswa. Dongeng Anak Sholeh yang penulis sampaikan bukanlah cerita baru. Penulis menggunakan media dua buah boneka untuk menggambarkan dua karakter, yaitu lebah dan kambing. Kambing dan lebah adalah dua makhluk yang hidupnya pada media yang berbeda. Lebah terbang di udara sedangkan kambing hinggap di tanah. Keduanya memiliki karakter masing-masing yang penulis ulas dalam bentuk cerita yang menarik.

“Kambingnya lucu. Namanya Shaun the Sheep,” demikian disampaikan oleh Fernando Rizky, peserta kegiatan dari kelas 2 SDN Latsari.

Penulis tidak kehabisan akal. Meskipun berbekal media mendongeng yang cukup terbatas, penulis tetap melanjutkan dongeng hingga selesai. Kegiatan mendongeng Ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Setiap anak biasanya mulai berkurang daya konsentrasinya ketika menjelang pukul lima sore. Oleh karena itu penulis harus memutar otak bagaimana meraih perhatian anak-anak dengan baik dan benar. Untung saja penulis menggunakan LCD proyektor untuk mengembalikan daya konsentrasi mereka.

“Saya suka cerita dongeng ini,” ujar Riki Aditya, siswa kelas 2 SDN Latsari yang duduk pada barisan paling depan di acara buka puasa.

Menjelang pukul 17.20 WIB setiap siswa sudah mulai tampak gelisah. Beberapa wali murid hilir-mudik bergantian memberikan kotak nasi kepada anak-anak mereka. Ketika bedug maghrib terdengar ditabuh dari mushola, maka para siswa segera membatalkan puasa mereka. Anak-anak menikmati sajian takjil dan minuman manis.

 

Usai makan takjil, setiap peserta kegiatan buka puasa segera berhamburan menuju Mushola Baiturrohim. Mereka mengikuti kegiatan salat maghrib berjamaah di mushola yang berada di utara kompleks gedung SDN Latsari itu.

Salat jamaah maghrib berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu para siswa berhamburan kembali menuju ruang kelas tempat mereka menyimpan persediaan makanan buka puasa. Anak-anak menikmati buka puasa mereka dengan lahap. Mereka tampak bergembira mengikuti kegiatan kali ini.

“Besok kita bikin acara bukber lagi ya, Pak,” demikian disampaikan oleh Ahmad Prasetyo, siswa kelas 2 SDN Latsari.

Anak-anak tampaknya berharap kegiatan buka puasa ini dilaksanakan lebih dari satu kali. Jadwal kegiatan bukber di sekolah ini memang dijadwalkan hanya sekali. Oleh karena itu setiap siswa diharapkan memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan keakraban mereka dengan teman-temannya.

Para siswa membubarkan diri secara tertib pada pukul 18.30 WIB. Warga sekolah pun segera meninggalkan sekolah dasar yang terletak di Jalan Raya Ngoro nomor 2 itu. Mereka bersiap mengikuti sholat tarawih di sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

Setiap warga sekolah terlihat bergembira dan menikmati bukber di bulan Ramadhan ini. Sampai jumpa pada acara bukber tahun depan. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan bertambah iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “Serunya Dongeng Anak Soleh di Acara Bukber Siswa SDN Latsari”

  1. Acara edukatif seperti ini harus kita dukung pelaksanaannya. Semoga guru-guru di sekolah bisa mempraktekkan mendongeng disetiap kelas yang diajarnya.

  2. Indonesia bisa maju karena keberadaan orang-orang inspiratif yang mau berbagi semangat kepada orang-orang di lingkungannya. Maju terus pak agus dan jangan pernah berhenti memberi semangat kepada anak-anak.

  3. Haduh….
    Jadi kangen lagi dengan kegiatan bulan Romadhon. Semoga kita diberikan umur panjang dan bisa menjumpai puasa ramadhan tahun depan.

Tinggalkan Balasan ke Petualang Indonesia Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *