Ajining Diri Dumunung Ing Kumendaling Lathi Lan Budi

ciri-ciri wajah stres?

Apa kabar kawan blogger Jombang? Anda berjumpa lagi dengan The Jombang Taste melalui artikel kata-kata mutiara Basa Jawa. Masyarakat Jawa memiliki kebiasaan unik dalam memberi nasehat secara tidak langsung kepada sesama manusia. Berbagai perumpamaan diciptakan orang Jawa untuk menjadi renungan berpikir manusia yang berakal. Kali ini kita bahas salah satu bebasan Jawa yang berbunyi ajining diri dumunung in kumendaling lathi lan budi. Nasehat bahasa Jawa ini kurang lebih berarti harga diri manusia tergantung pada pengendalian ucapan dan budi.

Berkata-kata yang baik memerlukan usaha otak kiri yang didukung otak kanan, demikian pula berbuat baik. Kalau otak kanan dilatih terus dan seimbang dengan berlaku yang sopan dan selalu menyenangkan orang, semua hal ini untuk diri sendiri. Otak kita akan semakin cerdas, semakin berbuat kebaikan, beramal, memberi makan orang miskin, memberi pakaian orang miskin, membuka lapangan kerja untuk orang, memudahkan memberi pengetahuan pada orang tanpa maksud mempersulit (Sudjono: 2013).

Jadi bila kita suatu ketika diusir, dimaki, dihina oleh orang lain sebenarnya kita tidak perlu bersedih, menangis tersedu-sedu karena sakit hati yang berlebihan, akan membuat sakit hati dan sulit hilang dan mengakibatkan turunnya lcreatifitas. Cara mengatasinya adalah dengan tegar, tabah dan segera bertindak untuk memperbaiki diri. Karena percuma kita meratapi yang telah tiada karena hal tersebut malah dapat membuat kita terjerumus dalam kesedihan jiwa dan menghentikan kerja produktif kita.

Walau hasil karya kita dihancurkan orang dalam semalam tetaplah berkarya. Menahan amarah dan terus berbuat baik, baik dalam keadaan lapang ataupun sempit adalah pilihan paling tepat dalam bersikap bagi kita manusia. Hal itu memang tidak mudah dilakukan. Hanya orang-orang yang bermental baja saja yang mampu mengendalikan diri di saat nafsu amarah menguasai dirinya.

Firman Alloh dalam QS. Ali Imran ayat 133-134 berbunyi: “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dipersiapkan bagi orang-orang yang bertaqwa. Yaitu mereka yang menafkahkan hartanya baik dalam lapang maupun dalam keadaan sempit, orang-orang yang menahan amarah, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan manusia, dan Alloh cinta orang-orang yang berbuat baik”.

Mengendalikan diri dari amarah adalah kemuliaan yang sangat besar, tak semua orang mampu melakukannya karena pada dasarnya manusia mempunyai ego kedirian masing-masing. Tapi Alloh Maha Tahu, sehingga tak selamanya ego diri ini harus diperturutkan. Dimanapun Anda berada, disitu Allah mengawasi segenap tindakan Anda.

Kesabaran menahan amarah adalah salah satu tingkat tertinggi budi pekerti manusia dan tingkat yang diatasnya adalah memaafkan kesalahan manusia sebelum mereka meminta maaf. Bagi mereka yang dapat melakukan hal ini, maka Alloh menjanjikan balasan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Demikian ulasan singkat The Jombang Taste mengenai kata-kata mutiara Bahasa Jawa agar kita menjaga lisan dalam perbuatan sehari-hari. Mudah-mudahan artikel motivasi diri ini bisa menambah semangat hidup Anda agar lebih sukses dan lebih hebat di masa depan!

Daftar Pustaka:

Sudjono. 2013. Nguri-uri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung. CV. Karya Mandiri Sentosa: Ngawi

4 Replies to “Ajining Diri Dumunung Ing Kumendaling Lathi Lan Budi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *