Rurabasa: Adang Sega, Adang Beras Supaya Dadi Sega

ibu ibu penjual nasi boranan dari lamongan
ibu ibu penjual nasi boranan dari lamongan

Bagaimana kabar Kota Jombang hari ini? Walaupun cuaca sedang berada pada puncak musim kemarau, semoga Anda semua sedang dalam keadaan baik-baik saja. Artikel Blogger Jombang melanjutkan pembahasan pelajaran Bahasa Jawa. Kali ini saya akan mengenalkan tembung rurabasa. Apakah yang dimaksud dengan rurabasa? Apakah rurabasa sama dengan kata kiasan? Apakah kita bisa mengelompokkan rurabasa sebagai pepatah bahasa Jawa?

Selain kerata basa, bahasa Jawa juga memiliki rurabasa. Rurabasa adalah makna konotasi atau makna tidak sebenarnya dari sebuah kata atau frase kata yang menggabungkan arti dua kata tersebut. Contoh rurabasa kali ini adalah ‘adang sega’. Dalam bahasa Indonesia, ‘adang sega’ berarti memasak nasi. Adang sega memiliki rurabasa ‘adang beras supaya dadi sega’. Terjemahannya adalah menanak beras sehingga menjadi nasi dan bisa dimakan.

Maksud frase kata ‘adang sega’ bukan berarti kita memasak nasi yang sudah matang. Arti rurabasa adang sega adalah kita menanak beras dengan air di dalam wadah tertentu sehingga beras tersebut matang dan menjadi nasi. Nasi beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk Jawa. Mungkin hanya sebagian kecil masyarakat Jawa yang terbiasa makan makanan pokok selain beras.

Rurabasa dan Ambiguitas Kata

Rurabasa adang sega saat ini masih sering dipakai dalam kehidupan masyarakat Jawa, khususnya mereka yang tinggal di desa. Sementara itu, masyarakat Jawa yang tinggal di wilayah perkotaan lebih suka menggunakan frase ‘menanak nasi’ atau ‘masak nasi’ sehingga terkesan lebih modern. Selain itu, masuknya budaya dan bahasa asing dalam kehidupan anak muda sedikit banyak ikut mempengarui frekuensi penggunaan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa.

Rurabasa bahasa Jawa tidak terlalu sulit untuk dipahami walaupun makna konotasi yang dihasilkan bisa saja ambigu. Masalah komunikasi bahasa Jawa dengan menggunakan rurabasa akan mengalami hambatan manakala setiap daerah memiliki aksen atau dialek yang berbeda sehingga pengucapan lafal kata tertentu terdengar agak asing bagi sebagian orang. Jadi, hambatan ini hanya masalah kebiasaan saja.

Saat kita sudah terbiasa bercakap-cakap dalam bahasa Jawa di kota tertentu, kita akan mudah menggunakan rurabasa sebagai bagian dari komunikasi umum. Mudah-mudahan artikel ini bisa menambah wawasan Anda dalam mempelajari kekayaan budaya daerah di Indonesia. Mari kita lestarikan budaya daerah sebagai bagian dari budaya nasional Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *