Aksi Bersama Komunitas Pemuda Jombang Berbagi 1000 Face Shield untuk PKL

Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang
Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang

Bagaimana kabar kawan komunitas blogger Jombang hari ini? Pekan lalu penulis mengulas Gerakan Berbagi 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima di Jombang yang dilakukan komunitas pemuda lintas peminatan. Mereka berasal dari komunitas Rumah Baca Gang Masjid (RBGM), Tembokpedia Jombang, Aksi Muda Jombang (AMJ), Kelas Volunteer Difabel Jombang, Jombang Geeks, Komunitas Badala, Komunitas Jombang Muda, Volunteer Jombang, Kelas Inspirasi Jombang, dan Jombang Astronomy Club (JoAC). Lanjutkan membaca “Aksi Bersama Komunitas Pemuda Jombang Berbagi 1000 Face Shield untuk PKL”

Gerakan Berbagi 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima di Jombang

Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 - Gambar diambil dari website tci-research.com
Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 – Gambar diambil dari website tci-research.com

Pandemi virus corona belum berakhir di wilayah Kabupaten Jombang. Dampak pandemi mempengaruhi bidang ekonomi, pendidikan, ritual ibadah umat beragama, dan pelayanan Pemerintah kepada masyarakat umum. Pada sisi lain, kebutuhan hidup manusia terus bertambah dan menuntut untuk dipenuhi. Masyarakat bukannya tidak sadar akan bahaya pandemi bagi kehidupan mereka, tetapi menjulangnya biaya hidup memaksa mereka berpikir bagaimana keluarga mereka tetap bertahan hidup di tengah pandemi dan pada hari-hari ke depan. Lanjutkan membaca “Gerakan Berbagi 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima di Jombang”

Curhat Emak: Menjelaskan Lebaran Idul Fitri Terdampak Pandemi kepada Anak

Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 - Gambar diambil dari website tci-research.com
Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 – Gambar diambil dari website tci-research.com

Assalamu alaikum. Kami dari keluarga Dewi dan Sari. Lebaran tahun ini anak-anak merasa sedih karena tidak bisa berkunjung ke rumah nenek dan saudara-saudara lainnya. Kami hanya bisa menyapa lewat video call saja. Alhamdulillah setelah saya jelaskan anak-anak mengerti. Lebarannya diganti berkunjung ke rumah tetangga di kanan kiri rumah saja. Setelah itu kami berdiam di rumah sehingga merasa jenuh dan bosan. Kami hanya nonton televisi saja. Kejenuhan anak-anak akhirnya saya ganti dengan kesibukan di dapur. Saya ajak mereka memasak makanan kesukaannya. Lalu kami menonton film kesukaan. Untuk baju anak-anak kami masih bisa beli. Lebaran tahun ini stay at home. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali. (Bu Yuni) Lanjutkan membaca “Curhat Emak: Menjelaskan Lebaran Idul Fitri Terdampak Pandemi kepada Anak”