Riyaya Kupat Bukti Kepedulian Sosial Umat Muslim Jawa di Indonesia

Sebagian besar warga Guwo hari ini memperingati Riyaya Kupat atau Kupatan. Riyaya Kupat dilaksanakan pada hari ketujuh dari bulan Syawal atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Bentuk perayaan Riyaya Kupat adalah warga membuat ketupat, lepet, lontong, dan sayur berkuah. Dibutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan semua proses pembuatan makanan khas lebaran itu. Pekerjaan pertama adalah membuat cangkang ketupat. Ini bukan pekerjaan mudah. Diantara anggota keluarga di rumah, hanya Bapak yang bisa membuat cangkang ketupat. Setelah menyiapkan bungkusnya, kemudian Emak membuat lontong yang dibungkus daun pisang. Membuat lepet pun butuh keahlian khusus karena makanan ini berbahan alami. Continue reading “Riyaya Kupat Bukti Kepedulian Sosial Umat Muslim Jawa di Indonesia”

Orang Pintar Rebutan Pengaruh di Bulan Puasa

Seni Kaligrafi pada Pintu Masuk Obyek wisata unik Masjid Perut Bumi di Kota Tuban
Seni Kaligrafi pada Pintu Masuk Obyek wisata unik Masjid Perut Bumi di Kota Tuban

Terlalu banyak persediaan orang pintar bisa menyebabkan kekacauan di masyarakat. Orang-orang berpenampilan pintar berusaha mengambil peran dalam kehidupan beragama di masyarakat pada bulan Ramadhan ini. Sungguh ramai. Bahkan sangat ramai. Pak Haji belum bisa move on dari masalah kepercayaan yang menderanya. Para kaum pintar pendatang baru merangsek ke jalur depan. Seolah tidak ada sekat pintar dan bodoh di rongga pikiran, semua warga berlomba menjadi pemimpin. Ini bagus. Tapi kalau semua ingin jadi pemimpin, lantas siapa yang bersedia dipimpin?

Continue reading “Orang Pintar Rebutan Pengaruh di Bulan Puasa”

Kopyah Untuk Bapak

Kebersamaan Ustadz dan para santri di TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang
Orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Perilaku terpuji orang tua dapat mendorong anak berbuat baik dalam kehidupan nyata.

Alhamdulillah tanggal 1 Ramadhan 1439 Hijriyah sudah terlewatkan dengan lancar. Saya tidak menemukan banyak kendala di hari pertama puasa wajib ini. Pagi-pagi saya tetap mengajar di Sanggar Genius Yatim Mandiri. Hari ini hadir enam siswa dari sepuluh siswa yang terdaftar di sanggar. Proses pembelajaran berlangsung seperti biasanya. Mungkin karena masih jam delapan pagi sehingga pikiran anak-anak masih segar. Continue reading “Kopyah Untuk Bapak”