Fitri Nur Alifah Meniti Langkah (Bagian 7-Habis)

Ya! Kami siap mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
Ya! Kami siap mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.

Cerita sebelumnya disini.

Perjalananku di kota surabaya masih berlanjut di hari terakhir ini. Aku masih berkepentingan untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya dari pakar kehidupan yang telah berpengalaman mengarungi asam garam hidup. Aku bersama teman-temanku mengikuti kegiatan hari terakhir di kampus Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dengan semangat. Tak sedikitpun gelisah menerpaku.

Aku berusaha tegar di hari terakhir ini. Kendati demikian, haru menyelimuti hati di penghujung hari terakhir sebagai closing agenda MGT di Surabaya. Kami mendapatkan materi dari orang yang tak kalah hebat dari pemateri yang kami temui sebelum-sebelumnya. Beliau adalah Mas Galuh Teja, Presiden BEM Universitas Airlangga dan mas Aam, Presiden Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Ketua Politeknik seluruh Indonesia.

Materi mas Galuh Teja mengenai Pemuda Berfikir kristis dan kreatif. Sesi ini sangat inspiratif.

Tips sukses yaitu:
Planning dan berani memotong Planning.
Memotong planning disini maksudnya ketika kita tak berhasil mendapatkan planning A maka kita banting stir ke Planning B, tapi jangan asal dalam memotong planning karena juga harus ada dasarnya.

Manajemen kelompok ketika kita menjadi leader:

Planning yaitu perencanaan.
Make a low target, middle target, and high target.

Organizing yaitu mengatur, menyusun, dan mengkoordinir agar pembagian tugas dapat berjalan sesuai divisi masing-masing.

Actuating yaitu mengarah pada aksi, tindakan, dan implementasi dari rencana dan tugas yang telah di bagi.

Controlling. Quote ala mas Galuh Teja :
Orang intelektual berbicara dengan data.

Pencitraan itu baik asal niatnya menebarkan manfaat dan ada data.

Kuliah wajib, organisasi mutlak.

Responsibility adalah cara kita mengerti keadaan sekitar.

Agent of change sudah jadul, sekarang jamannya Leader of change.

Closing dari segala closing adalah materi dari mas Aam mengenai Karakter kebiasaan.

Isi materinya:
“Masa depan manusia itu di tentukan oleh dua hal yaitu apa yang kau baca, dan siapa yang kau temui hari ini.”

Kami di rekomendasikan membaca buku seven habbits karena beliau menerangkan kepada kami garis besarnya untuk membentuk karakter kebiasaan bersumber dari buku seven habbits.

Berikut ini saya share ketujuh poinnya :
Proaktif
Begin of the End
Dahulukan yang utama dan berani say no!
Berfikir win-win solution
Pahami orang lain dulu, baru diri sendiri
Sinergi era kolaborasi
Senantiasa mengasah gergaji

Mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan mengalami kehidupan sebaik-baiknya adalah 2 cara terbaik bagi para pemuda untuk menyiapkan masa tua mereka.

Para pemuda yang terbiasa berfikir dan bertindak bersama orang-orang sukses di sekitarnya akan ikut terbawa oleh kebiasaan efektif orang-orang sukses di bidangnya masing-masing. Oleh karena itu jangan pernah malu untuk bertanya kepada para ahli dan para pelaku kehidupan yang telah banyak makan asam garam kehidupan ini.

Jangan pernah terlintas dalam pikiran setiap pemuda untuk mengandalkan belas kasihan dan harta warisan dari orang tua dan orang-orang di sekitar. Anda adalah diri anda sendiri dan masa depan anda dapat berubah hanya oleh tangan anda sendiri. Jangan pernah merasa hebat berdiri di atas warisan kejayaan keluarga dan orang-orang di sekitar anda. Bangunlah sendiri kesuksesan anda dan berdirilah dengan rasa bangga di atas puncak karir kesuksesan anda sendiri.

Itulah ilmu yang dapat aku bagi ke kalian. Meskipun banyak ceritanya tapi dari situ kalian juga bisa mengambil pelajaran. Mohon maaf banyak recehnya. Bila terdapat kekurangan silahkan kritik dan menasehati.

Atas kesediaanya membaca draf panjang resume ini aku mengucapkan terimakasih yang sebuih lautan dan untuk Mbak serta Mas panitia MGT aku mengucapkan terimaksih telah mempertemukan aku dan teman-teman dengan orang yang hebat. Semoga kita semua dapat mengikuti jejak-jejak mereka kelak.
Say Aamiin together.

“Jangan sembunyikan ilmu karena kerusakan zaman bukan karena banyaknya orang bodoh, tapi banyaknya orang pintar yang menyembunyikan ilmu mereka”.

Salam cinta, Fitri

Bagikan artikel ini melalui:

8 Replies to “Fitri Nur Alifah Meniti Langkah (Bagian 7-Habis)”

Tinggalkan Balasan ke Rindu Rosul Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *