Fitri Nur Alifah Meniti Langkah (Bagian 6)

Tips Sukses Menghadapi Wawancara Lowongan Bank Indonesia
Tips Sukses Menghadapi Wawancara Lowongan Bank Indonesia

Baca cerita sebelumnya.

Setelah kami mendapat materi dari mas Dwi di tempat yang sama namun beda waktu, kami mendapat materi berikutnya dari Presiden BEM ITS. Presiden BEM adalah ketua inti dari ribuan Mahasiswa. Kalau di SMA kalian bisa menyebutnya ketua OSIS. Inilah organisasi tempat kalian menempa diri dan memilih karakter diri.

Kebanggaan bisa bertemu dengan orang penting macam ini. Mahasiswa ITS saja sulit untuk bertemu Presiden BEM. Tapi kami Pendaki 5 dapat bertemu dengan beliau dengan mudah. Namanya Mas Haekal. Ia berasal dari Teknik Perkapalan ITS, kelahiran Bandung, tahun 1998.

Bisa kita hitung kalau dari tahun 1998 sampai tahun 2019 ini berarti usia beliau masih 21 tahun. Kok sudah bisa jadi Presiden BEM. Ternyata mas Haekal masuk Kuliah di ITS umur 16 tahun. Kita saja umur 16 tahun masih kelas 10 SMA.

Materi kali ini yaitu tentang ‘’Dinamika Kampus dan Pergerakan Mahasiswa’’. Pergerakan menuju perubahan mesti di inisiasi oleh pemuda dan kaum minoritas. Berikut ini ku kasih contoh beberapa pergerakan dari masa ke masa.

Tahun 1908 berdirinya Budi Oetomo
Tahun 1928 ikrar sumpah pemuda
Tahun 1945 peristiwa Rengasdengklok dan Proklamasi kemerdekaan
Tahun 1965 tumbangnya orde lama
Tahun 1973 peristiwa 5 Agustus
Tahun 1998 tumbangnya Orde baru dan berganti Reformasi

Begitu banyak peristiwa penting di negara kita yang berlangsung karena dimotori oleh pergerakan mahasiswa dalam jumlah yang tidak sedikit. Mereka mengorbankan sebagian waktu belajar mereka untuk terlibat secara nyata dalam usaha memperbaiki kehidupan masyarakat di sekitarnya. Pengorbanan itu kadang harus sering berakhir dengan penderitaan dan penyiksaan dari orang-orang yang tidak mengharapkan adanya kemajuan peradaban masyarakat.

Dari peristiwa-peristiwa tersebut mutlak semuanya ada peran pemuda didalamnya. Pemuda mesti menjadi aktor dalam pergerakan menuju perubahan.

Lantas mengapa pemuda harus bergerak? Karena pemuda tidak menceritakan masa lalu, tapi pemuda menjanjikan masa depan.

Mahasiswa adalah pemimpin perubahan sosial di masyarakat. Para pemuda yang berkesempatan menjadi mahasiswa di perguruan tinggi menjadi aktor bagi pergerakan perubahan menuju peradaban yang lebih baik di kehidupan masyarakat. Mereka mampu menggerakkan pemikiran orang-orang di sekitarnya melalui tindakan dan contoh yang mulia di masyarakat.

Banyak hal mas Haekal paparkan kepada kami mulai dari A-Z yang tak akan habis bila dinarasikan disini. Moment yang saya dapat yaitu ‘’Masa muda adalah waktunya menghabiskan kesalahan, jadi ketika kau telah menua kau hanya tinggal memetik kesuksesan’’.

Begitu banyak hal yang harus kita lalui di masa muda ini supaya di masa tua nanti kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Orang-orang yang belajar dari kesalahan di masa lalu akan lebih bijak dan arif dalam menyikapi masa depan. Mereka tidak akan mudah terjebak pada masalah yang sama karena pengalaman telah menjadi guru terbaik bagi kehidupan mereka.

Menuju pulau kapuk.

Setelah mendapat materi dari mas Haekal kami selanjutnya beristirahat untuk memulihkan energy yang terkuras habis seharian. Untuk tempat beristirahat kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Alhamdulilah aku mendapat jatah bagian di Asrama Mahasiswa ITS.

Last day

Detik demi detik bergulir cepat, waktu di kota Pahlawan kian singkat, rangkaian perkara telah terajut.
Tersimpul jadi kisah-kisah keramat, menyisakan kenangan yang pekat teringat.

-301218-

Menjadi anak yatim bukanlah alasan untuk dikasihani. Inilah kesempatan bagi kita semua untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Apresiasi didapatkan dengan cara berprestasi, bukan hanya mengemis dan mengubah perhatian orang lain. Orang-orang yang terbiasa meminta dan menggantungkan hidupnya kepada orang lain tidak akan memiliki jiwa kreativitas dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Habiskan sebanyak mungkin waktu muda mu untuk belajar maka engkau akan bisa bersenang-senang di masa tuamu kelak. Mereka yang terlena di masa mudanya akan teraniaya dan menderita di masa tuanya.

Baca cerita selanjutnya.

Bagikan tulisan ini:

8 Replies to “Fitri Nur Alifah Meniti Langkah (Bagian 6)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *