Antara Waktu dan Usia

Jika Anda ditakdirkan hidup di planet selain bumi, apakah Anda akan berusia sama seperti hitungan hari ini? Mungkin jawabnya tidak. Setiap planet memiliki kala rotasi dan kala revolusi yang berbeda. Cara menghitung usia makhluk bumi tentu saja berbeda dibanding makhluk Jupiter, misalnya. Kepatuhan pada sistem tata surya menghadirkan perilaku yang berbeda pada populasi yang berbeda.

Hal itu berlaku pula dalam menghitung usia Anda dalam sebuah komunitas. Anda tidak dapat menyatakan diri sebagai seorang senior jika ternyata performa, potensi dan kompetensi diri Anda masih di bawah level pendatang baru. Ukuran Anda adalah sebanding dengan apa yang dapat Anda berikan untuk organisasi Anda. Kontribusi lebih diharapkan, bukan sekedar sensasi.

 Antara Konten dan Konteks

Masyarakat sering terjebak menilai tampilan luar sebuah benda daripada isi yang terkandung di dalamnya. Konten terlihat lebih menarik daripada konteks yang terselip pada intinya. Antara konten dan konteks perilaku manusia keduanya tak jarang tampak kabur dan penuh ketidakpastian. Bungkus dan isi sama-sama bisa menipu siapapun yang tidak jeli menilai.

Ketika semua terlalu kabur untuk disaksikan, kembalikan kepada kebutuhan Anda, bukan pada keinginan Anda. Di dalam kebutuhkan ada manfaat yang terlibat. Di dalam keinginan terdapat gengsi yang penuh ambisi. Konten dan konteks yang bersarang sebuah pilihan adalah konsekuensi logis dari penganekaragaman tujuan manusia. Waspadalah.

Kesadaran Seringkali Datang Terlambat

Anda tidak akan pernah tahu kapan kehidupan akan memberikan kesadaran kepada Anda. Lingkungan dan pengalaman hidup mampu membimbing Anda mencapai kesadaran pribadi. Bisa jadi kesadaran itu telah muncul sejak diri dalam diri Anda, walau tanpa Anda minta sekalipun. Namun tak jarang, kesadaran hadir di belakang hari saat Anda telah lanjut usia. Kapanpun kehadirannya, sambutlah ia dengan lapang dada.

Kesadaran tertinggi seorang individu adalah saat ia meyakini bahwa dirinya adalah bagian yang tak terpisahkan dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Seperti sebuah gelembung air yang berbaris dalam keteraturan gelombang-gelombang pantai, Anda tidak dapat memisahkan diri dari yang lain. Saat Anda menyadari itu semua, Anda akan berkata sudah terlambat untuk melarikan diri dari masyarakat.