Jejaka Buaya Darat Sedang Memilih Calon Istri

rp_5-Things-The-Best-Boss-I-Ever-Had-Taught-Me-About-Being-A-Great-Manager-And-Leader.jpgHalo sobat pembaca blog The Jombang Taste! Mendengar ungkapan buaya darat ingatan saya tertuju pada acara reality show Pilih-pilih Mantu yang sempat populer di televisi beberapa tahun lalu. Mencermati perkembangan hubungan antara para calon mantu (caman) dan jejaka di acara reality show Pilih-Pilih Mantu (PPM) ANTV sungguh menarik. Ada saja konflik dan kejutan yang terjadi sepanjang berjalannya acara. Berbagai episode PPM semakin menunjukkan karakter asli masing-masing peserta.

Kalau dulu Sika sempat dihujat banyak pihak karena kaca spion yang dibilang punya kekuatan magis, kali ini datangnya dari Irwan, salah satu jejaka PPM yang berprofesi sebagai konsultan perencana tata kota. Ceritanya datang dari sikap Tere. Ketika tiba waktu menyatakan Like dan Dislike di papan story PPM ANTV, Tere bilang kalau Irwan itu buaya darat. Yang benar saja? Apakah itu tanda sebuah kecemburuan hati?

Tere memberi dislike kepada Irwan karena dianggap sebagai buaya darat dalam acara reality show Pilih-Pilih Mantu ini. Sikap Tere ini mengacu pada pernyataan Irwan di acara Malam Penolakan Jejaka Pilih-Pilih Mantu ANTV tanggal 20 Mei 2012 lalu. Walau sudah ada Endah dan Fitri yang terang-terangan tertarik kepadanya, Irwan malah memilih Sika sebagai pelabuhan hati. Endah kelihatan kecewa sekali. Namun Fitri masih berjuang untuk mendapatkan hati Irwan.

Moment tersebut rupanya diingat oleh Tere dan masuk sampai ke hatinya. Tere menyanyikan lagu Buaya Darat dari Ratu untuk mengekspresikan hatinya. “Lelaki buaya darat, busyet aku tertipu lagi…” Label buaya darat ini diklarifikasi oleh Irwan dengan menyatakan bahwa sejak lama dirinya sudah memilih Sika sebagai calon pasangan hidup. Dan sebenarnya Irwan juga tidak berkarakter buaya seperti apa kata Tere. Justru Irwan tegas dalam bersikap dan menunjukkan kedewasaan dalam memilih calon pasangan hidup.

Yang merasa paling sakit hati atas pernyataan buaya darat Tere tentu saja Mama Irwan. Mamanya Irwan curhat kepada Sushan bahwa dia tidak terima putranya dibilang buaya darat. Ya iyalah, mana ada orang tua yang rela anaknya dijelek-jelekkan oleh orang lain. Dari lima orang jejaka yang tersisa, justru terlihat Irwan yang paling dewasa secara mental. Robert masih terlalu ABG dan kadang kekanak-kanakan. Sementara Fey belum cukup mampu membuktikan bahwa dia benar-benar berjuang untuk cinta Sika.

Itulah lika-liku seorang jejaka yang sedang mencari pelabuhan hati. Beragam anggapan orang yang muncul adalah konsekuensi logis dari kesendirian seseorang. Dibilang buaya darat, playboy, penyuka sesama jenis, tidak bertanggungjawab, dan lain-lain. Bisa saja orang beranggapan Anda berperilaku aneh, semua akan terjawab oleh waktu. Bagaimana dengan pengalaman Anda menghadapi tingkah laku lajang yang demikian? Anda pernah jadi korban buaya darat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *