Kata-kata Bijak Lao Tzu dan Inti Ajaran Taoisme

Foto Lao Tzu
Foto Lao Tzu

Bagaimana kabar kawan blogger Jombang? The Jombang Taste hadir kembali menyapa Anda dengan artikel inspirasi kehidupan. Tahukah Anda bahwa di negara China kira-kira pada zaman yang sama dengan sang Buddha hidup di India, sang bijak Lao Tzu sedang menyusun ajaran-ajaran Taoisme. Ajaran Taoisme sangat menentukan masa depan pemikirannya yang tertuang di dalam karya agung Lao Tzu, yaitu Tao Te Ching. Buku Tao Te Ching merupakan rangkuman inti ajaran Taoisme yang dibawa oleh Lao Tzu.

Berbeda dengan prinsip-prinsip rekan sejamannya, yaitu Konfusius, yang lebih memperhatikan moralitas, masyarakat, dan politik, Lao Tzu justru lebih memusatkan perhatiannya pada aspek-aspek pribadi, mistis, dan metafisik kehidupan. Pemikiran dan kata-kata bijak Lao Tzu di dalam buku Tao Te Ching masih sering dipakai oleh para filsafat modern dalam membuat pemikiran. Pemikiran Lao Tzu yang lebih mengarah ke religiusitas lebih tepat diterapkan di Indonesia dimana mayoritas masyarakatnya memeluk sebuah agama.

Walaupun dapat ditafsirkan secara harfiah sebagai buku pegangan bagi pemerintahan, Tao Te Ching juga dapat dilihat sebagai suatu kiasan roh. Di dalam nada yang sama dengan Republik Plato, Lao Tzu menguraikan cara memerintah roh seseorang dan membawanya ke dalam harmoni dengan sang Tao. Sisi mistis dan kehidupan metafisik merupakan ciri khas perhatian dan gagasan Lao Tzu bagi perkembangan dunia spiritual dari Dunia Timur.

Konsep Keseimbangan Alam Yin Yang

Ajaran-ajaran Taoisme kaya dengan paradoks, melukiskan sang bijak sebagai orang yang rendah hati, tidak kaku, spontan, dan bebas. Tanpa melakukan tindakan apa pun, sang bijak tidak membiarkan apa pun tak selesai. Kata-kata bijak Lao Tzu ini memang terkesan ambigu dan multitafsir. Oleh karena itu, kita harus merenungkan setiap kata-kata mutiara Lao Tzu dengan cermat agar tidak menimbulkan salah paham.

Segenap kekuatannya berasal dari penyerahan kehendaknya kepada sang Tao untuk mencapai harmoni dengan tatanan alamiah segala hal. Taoisme menekankan sifat saling tergantung dalam hal-hal yang bertentangan, yang senantiasa saling mengubah menurut siklus dinamis alam. Hal ini mengingatkan saya pada konsep keseimbangan alam Yin Yang yang menjadi pedoman langkah bagi setiap warga keturunan China.

Sang Tao adalah asal mula misterius, tak terlukiskan oleh langit dan bumi. Ia merupakan kondisi ada dan ketiadaan. Seperti pembebasan Hindu dan pencerahan Buddhis, sang Tao dilihat sebagai kenyataan fundamental yang mendasari segenap perubahan. Hal ini memberi gambaran bahwa Tuhan bersifat gaib dan tak kasat mata. Meski demikian, Tuhan memiliki kemampuan untuk mengatur kehidupan sesuai dengan kehendak-Nya.

Demikian artikel The Jombang Taste mengenai kata-kata bijak dari China untuk Anda. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan renungan bagi Anda dalam mencari makna kehidupan yang sejati.

Enjoy blogging, enjoy writing!

3 Replies to “Kata-kata Bijak Lao Tzu dan Inti Ajaran Taoisme”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *