Aplikasi Manajemen Pemasaran Produktif Untuk Bank Syariah

Logo Hukum Syariah Islam
Logo Hukum Syariah Islam

Perkembangan kegiatan perbankan saat ini tidak hanya didominasi oleh bank- bank konvensional yang sudah lebih dulu ada dan eksis di Indonesia, bahkan bank dalam sektor syariahpun saat ini sudah mulai berkembang dan mulai diterima di masyarakat. Pengoperasian bank syariah ini tidak terlepas dari tuntutan pengelolaan yang mumpuni. Kondisi persaingan antar bank syariah mendorong adanya usaha peningkatan kualitas dan kuantitas baik pelayanan maupun produknya. Dalam hal ini, manajemen pemasaran harus memberikan kebijakan dan menyusun rencana strategis pemasaran yang inovatif.

Pemasaran sendiri adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.[1]

Setelah membuat strategic planning, bank perlu memantau “kekuatan-kekuatan yang lebih besar dalam lingkungan pemasaran, jika ia ingin mempertahankan produk beserta program pemasaran lainnya sesuai dengan perkembangan zaman”. Oleh karena itu, bank memerlukan informasi. Hanya bank yang memiliki informasilah yang akan mampu membaca peluang dan ancaman, sehingga ia akan mampu memenangkan persaingan. Setiap bank harus mengatur arus informasi pemasaran kepada manajer pemasarannya. Untuk itulah diperlukan “Marketing Information System” (MIS), Sistem Informasi Pemasaran (SIP)”. MIS inilah yang menjadi wadah bagi bank syariah untuk menangkap informasi untuk pengembangan manajemen pemasarannya.

Analisis Lingkungan Pemasaran[2]

Lingkungan pemasaran perlu secara kontinyu dipantau segala bentuk perubahannya oleh pihak bank untuk menyesuaikan usaha mereka dengan peluang terbaik (the best opportunities) yang ada. Lingkungan pemasaran ini secara terus-menerus menghasilkan peluang-peluang baru, baik pada tahun-tahun yang baik maupun pada tahun-tahun yang buruk. Tugas ini dilakukan oleh subsistem Intelegence System dari sebuah Sistem Informasi Pemasaran (SIP).

Lingkungan pemasaran adalah lingkungan tempat bank dan pesaing-pesaingnya berusaha. Ia terdiri atas pelaku dan kekuatan-kekuatan yang memengaruhi kemampuan bank untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi-transaksi dan hubungan yang menguntungkan dengan target marketnya. Lingkungan pemasaran terdiri atas dua macam, yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal.

Lingkungan eksternal atau lingkungan makro adalah lingkungan yang memengaruhi sebuah bank dan pesaing-pesaingnya dalam berusaha. Contoh: lingkungan demografik, lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan politik dan hukum, lingkungan SDA, dan lingkungan budaya. Sedangkan lingkungan internal atau lingkungan mikro adalah lingkungan yang memengaruhi bank dalam berusaha, misalnya lingkungan bank itu sendiri (weakness and strength), yaitu nasabah, pesaing, distributor, supplier, publik.

Untuk menganalisa lingkungan pemasaran diperlukan analisis lingkungan secara makro. Ada dua hal yang harus dicermati oleh para pemasar tentang lingkungan makro, yaitu: apa yang menjadi metode kunci dalam melacak dan mengidentifikasi peluang-peluang dalam lingkungan pemasaran makro, dan apa perkembangan kunci/tren/kecenderungan yang harus diperhatikan dalam kekuatan demografi, teknologi, ekonomi, SDA, politik dan hukum serta budaya.

Bank yang sukses adalah bank yang mampu mengenali dan merespon secara menguntungkan setiap kebutuhan dan kecenderungan atau tren yang belum terpenuhi dalam lingkungan pemasaran. Bagaimana bank dapat menangkap peluang yang menguntungkan di lingkungan pemasaran makro? Salah satu cara adalah dengan mengidentifikasi tren atau kecenderungan yang terjadi di lingkungan pemasaran makro tersebut. Tren atau kecenderungan adalah suatu arah atau urutan kejadian yang memiliki momentum dan durabilitas tertentu. Contoh: peningkatan partisipasi wanita dalam angkatan kerja.

Tren/kecenderungan ini memiliki implikasi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, kehidupan keluarga, kehidupan perbankan, kekuatan politis, serta terhadap preferensi barang/jasa.

Identifikasi tren/kecenderungan, membantu bank menemukan kemungkinan konsekuensinya, dan menentukan peluang bank merupakan keterampilan yang sangat penting. Kita harus membedakan antara fad (mode eccentric), mode (fashion), tren, dan megatren.

Mode eccentric (fad), bersifat tidak dapat diramalkan berlangsung singkat, dan tidak penting, secara sosial, politik, dan ekonomi. Jadi, ia tidak akan lama seperti halnya fashion (mode). Tren, lebih dapat diprediksi dan lebih tahan lama. Sebuah tren mengungkapkan bentuk dari masa depan. Megatren, merupakan perubahan sosial, ekonomi, politik dan teknologi yang luas dan lebih lambat terbentuknya, serta bila sudah terbentuk, tren tersebut akan memengaruhi kita untuk jangka waktu 7-10 tahun.

[1] Philip Kotler, Marketing Management, The Millenium Edition, New York: Prentice Hall International, Inc,. 2000. Hal. 7.

[2] Herry Sutanto dan Khaerul Umam, Manajemen Pemasaran Bank Syariah, Bandung: 2013. Hal.256-263

2 Replies to “Aplikasi Manajemen Pemasaran Produktif Untuk Bank Syariah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *