Pandemi Corona Kacaukan Fashion Lebaran Tahun 2020

Kata-kata Mutiara Tentang Pakaian
Fashion Lebaran Idul Fitri – Kata-kata Mutiara Tentang Pakaian

“Puasa tahun ini benar-benar puasa bagi pedagang. Jahitan istri sepi. Order pakaian juga macet karena pusat grosir ditutup,” demikian disampaikan oleh salah satu teman saat penulis mengantri bersamanya di salah satu bank di Jombang pada awal Ramadhan lalu. Selain dia, mungkin masih banyak puluhan bahkan ratusan pedagang baju lebaran yang bernasib sama dengannya.

Tidak bisa dipungkiri lagi, dampak pandemi corona telah merambah dalam berbagai bidang kehidupan. Bisnis pakaian atau fashion lebaran yang menjadi andalan para pedagang selama bertahun-tahun telah ambyar berkeping-keping. Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan penutupan hampir semua pusat perdagangan di kota-kota besar. Pusat grosir pakaian termasuk bidang usaha yang dipaksa untuk berhenti beroperasi oleh sejumlah Pemerintah Daerah.

Sangat bisa dipahami jika Pemerintah Daerah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang lebih luas. Terlebih lagi saat ini masyarakat Indonesia mulai terbiasa dengan kebijakan social-distancing sehingga momen Lebaran Idul Fitri tidak terlalu semarak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sepinya perayaan Idul Fitri tahun 2020 ini disebabkan oleh pilihan masyarakat untuk berdiam diri di rumah selama tanggal 1 dan 2 Syawal 1441 Hijriyah.

Berkurangnya pendapatan masyarakat selama pandemi corona menyebabkan perubahan prioritas mereka dalam menghabiskan uang. Para orang tua harus ekstra hemat agar bisa mencukupi kebutuhan utama keluarga. Mereka tidak lagi termotivasi untuk membeli baju baru untuk dipakai pada hari lebaran. Jalan-jalan kampung yang biasanya berubah menjadi catwalk dadakan pada tanggal 1 Syawal kini sepi pengguna. Warga memilih berdiam diri di rumah dengan memakai daster dan memasak bersama anggota keluarga.

Selalu ada hikmah dibalik setiap musibah yang terjadi pada kehidupan manusia. Pandemi corona telah memaksa sebagian besar masyarakat untuk hidup sederhana dan tidak berfoya-foya. Era new normal yang digagas oleh para pemimpin negara mengajarkan manusia jaman sekarang untuk tidak berfokus pada usaha memupuk kekayaan diri. Mereka sadar bahwa pandemi corona lebih membutuhakan aksi solutif dan wajar ketimbang berlomba-lomba pamer baju baru di lebaran Idul Fitri.

Trend fashion lebaran tahun ini justru mengarah pada usaha mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Pria dan wanita diwajibkan memakai masker setiap kali mereka melakukan kegiatan di luar rumah. Produk lipstik tidak berguna. Bedak dan foundation tidak lagi dapat dipamerkan dan menunjang penampilan outdoor. Satu-satunya fashion lebaran yang diminati banyak wanita adalah masker mulut dengan desain yang elegan dan berhias aksesoris mahal. Produk masker khusus ini dapat dijangkau oleh kelompok masyarakat kelas menengah ke atas.

Bagaimana dengan pengalaman Anda menjalani hari lebaran Idul Fitri tahun ini? Apakah Anda juga membeli baju baru di perayaan hari Idul Fitri? Silakan berbagi cerita di kolom komentar.

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “Pandemi Corona Kacaukan Fashion Lebaran Tahun 2020”

  1. Semua jenis bisnis memiliki pasang surut masing-masing. mungkin saat ini para desainer sedang menyusun model terbaru dari busana di era new normal.

  2. Sebenarnya tren fashion tidak pernah kacau krn kebutuhan fashion manusia selalu berubah setiap waktu mengiringi perubahan zaman. Mungkin saja di era new normal ini akan ada tren fashion terbaru yang diadaptasi dari kondisi pandemi korona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *