Suara Musik Mempengaruhi Motivasi Menulis Artikel Blog?

Gambar Ilustrasi Alunan Musik
Gambar Ilustrasi Alunan Musik

Ada salah satu kebiasaan yang saya lakukan sebelum mulai rutinitas menulis di pagi hari, yaitu memutar musik yang berirama nge-beat atau kencang. Biasanya saya memilih musik jenis Bollywood Remix dari DJ Himu. Hentakan musik yang kencang ditambah kondisi tubuh yang bersih setelah mandi bisa membuat pikiran saya lebih fresh untuk menggali ide-ide menulis. Tanpa sadar, sesekali kepala ikutan goyang-goyang mengikuti irama musik.

Apakah suara musik mempengaruhi mood waktu menulis? Bagi saya pengaruh banget. Saya menulis artikel ini pukul 11.15 AM dan tetangga sebelah rumah sedang memutar langgam Jawa yang mendayu-dayu. Saya sempat terbawa nuansa damai suara gamelan. Mata jadi ngantuk dan pengen segera ngorok. Maklum, orang pedesaan selera musiknya tidak jauh dari musik tradisional campursari. Kalau bukan langgam Jawa, pasti tetangga sebelah itu memutar lagu Iwak Peyek. šŸ™‚

capture windows media player and google chrome
capture windows media player and google chrome

Lain halnya jika saya memilih waktu menulis dilakukan pada malam hari sekitar pukul 20.00 ke atas. Feel yang didapat akan terasa berbeda. Pada jam-jam segitu kalau dengar lagu sendu dan menyayat hati, artikel yang tertulis akan ikut terbawa suasana galau. Kalau sudah dengar musik melow, jauhkan benda-benda tajam dari jangkauan kita. Bisa membahayakan keselamatan diri dan orang lain. Buru-buru menyelesaikan penulisan sebuah artikel, yang ada malah pengen telpon-telponan melulu.

Saya yakin tiap orang mempunyai selera musik yang berbeda agar bisa memotivasi diri mereka dalam menulis. Waktu masih SMP dulu saya ingat salah satu bab dalam pelajaran Fisika. Dikatakan bahwa alunan suara musik mengantarkan gelombong dengan frekuensi tertentu dan diterima oleh syaraf motorik indera pendengaran manusia ke dalam otak. Rangsangan audio tersebut akan diolah dalam memori manusia untuk memberi respons balik sesuai pengalaman masa lalu seseorang.

Ada orang yang motivasi dirinya terlecut saat mendengar lagu berirama menghentak. Namun ada juga sebagian orang yang lebih nyaman secara psikologis bila mereka mendengar lagu berirama lembut saat menulis. Yang lebih ekstrim lagi, ada juga penulis yang tidak menghendaki ada suara apapun saat mereka sedang berkonsentrasi menulis. Untuk golongan terakhir ini, mereka akan mencari ‘tempat persembunyian’ yang sekiranya aman dari polusi suara dan gangguan lain yang mungkin muncul.

Bagaimana dengan pengalaman Anda saat sedang menulis? Suka mendengarkan musik saat menggali ide? Lalu, apakah jenis musik favorit Anda untuk mendapatkan kenyamanan menulis?

6 Replies to “Suara Musik Mempengaruhi Motivasi Menulis Artikel Blog?”

  1. Saya sih mencarinya suasana tenang saja, suara alam lebih nikmat. kecuali mungkin di kota yang padat, sibuk dan bising, baru ikutan membisingkan diri dengan musik :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *