Inilah Pahala dan Manfaat Berwudlu Yang Harus Muslim Ketahui

Teruslah berdakwah sampai Allah berkata saatnya pulang.
Teruslah berdakwah sampai Allah berkata saatnya pulang.

Orang yang menyempurnakan wudlunya akan mendapat pahala yang luar biasa. Selain menjadi sahnya shalat, di akhirat nanti wajahnya akan bersinar terang bagaikan bulan purnama akibat dari bekas wudlunya itu.

Usman bin Affan berkata: Rasulullah pernah bersabda: “Barangsiapa yang berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, maka semua dosanya keluar dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya”.

Yang dimaksud dengan dosa dari hadist di atas adalah dosa-dosa kecil, seperti melihat dan menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya.

Usman bin Affan berkata: Aku telah melihat Rasulullah berwudlu seperti wudluku ini, kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa berwudlu demikian, maka dia ampuni semua dosa-dosanya yang lalu dan jalannya, sedangkan shalatnya ke masjid merupakann tambahan pahala tersendiri”.

Artinya, dalam membasuh anggota wudlu hendaknya jangan sampai kurang dari apa yang sudah ditentukan. Bahkan kalau lebih sedikit untuk menghindari kekurangan baik saja. Mari kita ajarkan kepada anak didik di TPQ maupun sekolah untuk membiasakan diri berwudhu setiap saat.

Adab, Ketentuan dan Sunnah Berwudlu

Untuk memperoleh fadlilah dalam berwudlu maka perlu diperhatikan dan dilaksanakan adabnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Hendaknya berwudlu dimulai dengan membaca Basmalah sebagai ittiba’ Rasul. Adapun sempurnanya bacaan “Basmalah” adalah Bismillah hirroh man nirrohim.
  2. Hendaknya terlebih dahulu membasuh dua telapak tangan sebelum berwudlu karena hal ini termasuk sunnah.
  3. Bersiwak terlebih dahulu sebelum berwudlu dengan melebarkan gosokan siwaknya pada gigi dalam dan gigi luar.
  4. Berkumur terlebih dulu karena ini memang disunnahkan sebagai ittiba’ Rasul.
  5. Hendaknya meratakan usapan air pada seluruh kepala karena ini sunnah hukumnya sebagai ittiba’ Rasul dan untuk menjauhi perselisihan antar Imam Malik dan Imam Ahmad.
  6. Hendaknya mengusap sampai merata pada kedua telinga, baik luar maupun dalam dan dua lubangnya sesuai ittiba’ Rasul.
  7. Disunnahkan menggosok-gosokkan anggota jari tangan sesudah terkena air untuk menghindari perselisihan pendapat dengan ulama yang mewajibkannya.
  8. Membasuh sela-sela jenggot yang lebat. Adapun cara yang paling bagus adalah dengan menggunakan jari-jari kanan, dimulai dari bawah dalam keadaan terurai menggunakan satu ciduk air khusus. Karena bagian ini merupakan ittiba’ Rasul maka hukumnya makruh bila ditinggalkan.
  9. Menyela-nyelai jari tangan dengan berpanca (memasukkan jari-jari tangan ke dalam sela-sela jari tangan satunya) dan jari-jari kaki, terserah caranya.
  10. Disunnahkan memanjangkan tahjil, yaitu mengikutkan dua bahunya waktu membasuh kakinya. Batas maksimalnya adalah meratakan basuhan pada bahu dan betis.
  11. Mengulangi tiga kali setiap basuhan, ucapan, menggosok, menyela-nyelai, bersiwak, membaca basmalah dan doa sesudah wudlu.
  12. Hendaknya wudlu itu dilakukan dengan sambung menyambung karena ini hukumnya adalah sunnah bagi orang yang sehat.
  13. Bersungguh-sungguh dalam membasuh tumit, ekor mata, dua tepian mata di dekat hidung, dan ekor mata pada tepian yang luar, dengan menggunakan dua ujung telunjuk masing-masing karena ini adalah sunnah hukumnya.
  14. Menghadap qiblat selama berwudhu karena ini hukumnya adalah sunnah.
  15. Tidak berbicara selama berwudlu kecuali berucap bacaan-bacaan wudlu sebab ini sunnah hukumnya.
  16. Tidak menyeka air bekas wudlu yang masih melekat pada anggota wudlu kecuali karena ada udzur sebagai ittiba’ Rasul dan ini sunnah hukumnya.
  17. Setelah selesai berwudlu hendaknya segera membaca dua kalimat syahadat dengan menghadap qiblat, mengangkat kedua tangan dengan melihat ke langit.
  18. Hendaknya meminum air sisa berwudlu, ini sunnah hukumnya karena berdasarkan suatu hadist bahwa di dalam air tersebut terkandung obat segala macam penyakit.
  19. Selesai berwudlu disunnahkan memercikkan air sisa berwudlu pada pakainnya.
  20. Shalat dua rakaat sesudah berwudlu asal tidak lama berselang menurut ukuran kebiasaan yang terjadi.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *