Riza Triani: Anak Berkebutuhan Khusus Perlu Ditangani Sejak Dini

Riza Triani bersama salah satu anak berkebutuhan khusus
Riza Triani bersama salah satu anak berkebutuhan khusus

Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal hidup mereka di masa depan. Begitu juga setiap guru harus mampu memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada para peserta didik.

Sayangnya, barometer pembangunan pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pendidikan anak normal. Sementara itu, anak-anak yang dianggap tidak normal kurang mendapat perhatian masyarakat. Lebih disayangkan lagi, anak berkebutuhan khusus (ABK) sering dianggap sebagai aib dalam keluarga sehingga keberadaannya disembunyikan dari pergaulan dan tidak segera ditangani.

Kali ini penulis blog The Jombang Taste telah mewawancarai Riza Triani, salah satu praktisi pendidikan ABK yang memiliki perhatian terhadap anak-anak berbakat khusus di lembaga pendidikan tempatnya mengajar. Mari mengenal lebih dekat serba-serbi pendidikan ABK melalui tanya jawab di bawah ini.

Apakah kriteria seorang anak dapat disebut berkebutuhan khusus?

Anak-anak berkebutuhan khusus pada umumnya sulit mengendalikan emosi. Mereka juga sulit berkomunikasi, tidak tahu arah, suka menyiksa diri sendiri ataupun orang lain, serta ingin melakukan hal-hal yang aneh atau tidak wajar. Kemudian ciri ABK berikutnya adalah berbicara melantur, kemauannya harus terpenuhi, dan kesulitan menulis dengan baik dan benar. ABK juga memiliki ciri lamban dalam menerima instruksi dan pandangannya kurang fokus dalam mengerjakan suatu perbuatan. 

Mengapa ABK perlu dibuatkan sistem pendidikan tersendiri? Apa yang membedakan ABK dengan cara belajar anak pada umumnya? 

ABK perlu dibuatkan metode belajar tersendiri supaya pembelajaran dan perhatian seorang guru atau terapis bisa terfokus. Setiap anak berkebutuhan khusus memliki kekurangan dan keunggulan yang berbeda. Dalam ABK sendiri terdapat jenis-jenis ABK yg bervariasi sesuai kebutuhan individu. Saya ambil sebuah contoh dalam pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP. Jika di sekolah umum RPP disusun sesuai dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan dapat kita ambil dari silabus yang sama sesuai materi, tetapi untuk ABK, RPP yang kita gunakan sesuai dengan kebutuhan anak tersebut. Jika ABK tersebut kelemahannya di bidang komunikasi maka kita harus fokus pada materi komunikasi dengan pedoman buku atau redaksi lainya.

Apakah kriteria khusus yang harus dimiliki pendidik ABK?

Pendidik ABK perlu memiliki ketelatenan, kesabaran, dan bersemangat mencai info perkembangan cara menangani anak ABK. Ilmu pengetahuan terus berkembang. Setiap saat pendidik ABK harus mengupdate wawasannya. Jangan malu bertanya pada praktisi pendidikan ABK yang sudah berpengalaman. Barangkali masalah ABK yang kita hadapi memiliki kemiripan penyebab sehingga kita bisa meniru metode pendidikan ABK di lembaga lain. 

Apa tantangan paling berat dalam pendidikan ABK?

Tantangan paling berat adalah jika ABK yang kita didik mengalami tantrum diluar batas. Ketika ABK menangis histeris, kita bisa melakukan terapi gulung matras agar dapat meredakan tantrum. Tantangan pendidikan ABK berikutnya adalah rendahnya kepedulian orang tua kepada anaknya yang menunjukkan ciri perilaku ABK. Orang tua yang tidak bisa diajak kerjasama akan memperlambat masa penyembuhan ABK. 

Apa harapan Anda terhadap para pendidik ABK?

Memang benar ABK sangat menguji kesabaran kita. Mereka adalah anak-anak pilihan yang akan menggenggam tangan kita kelak di surga. Bersabarlah dalam mendidik. Tumbuhkan rasa ikhlas dalam diri Anda. Kita tidak pernah paham rencana Tuhan. Mungkin saja ABK yang kita didik hari ini merupakan calon manusia sukses di masa depan. 

Sebagian orang tua yang memiliki ABK merasa malu untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah inklusi. Bagaimana pendapat Anda terhadap keadaan ini?

Saya kurang setuju sikap demikian. Lebih baik ABK ditangani sejak dini karena semakin lamban penanganan maka untuk waktu kesembuhan semakin lamban pula. Kalau sejak dini ABK sudah kita sekolahkan di sekolah inklusi maka ia akan ditangani oleh pendidik berbakat yang paham secara baik cara mendidiknya, aturan makannya, hingga pola hidupnya. Jangan gengsi dengan tetangga atas kekurang anak kita karena setiap anak adalah titipan dari Tuhan utk kita. Jika kita yang diuji seperti itu kita bisa melewatinya, insya Allah suatu saat kita akan mendapat keberkahanNya. Allah Maha adil.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Riza Triani: Anak Berkebutuhan Khusus Perlu Ditangani Sejak Dini”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *