3 Komponen Penting untuk Memperoleh Hasil Belajar yang Memuaskan

Apa kabar rekan pelajar Indonesia? Jumpa lagi dengan The Jombang Taste dengan artikel motivasi belajar untuk siswa Indonesia.

Sadarkah Anda bahwa terdapat dua kegiatan yang harus diketahui dalam belajar, yaitu belajar proses dan belajar produk. Belajar produk pada umumnya berupa kegiatan melaksanakan belajar pada segi pengetahuan saja. Sedangkan belajar proses memungkinkan tercapainya tujuan belajar sebagai peserta didik secara optimal.

Kedua hal di atas mempunyai kedudukan yang sangat penting di samping faktor-faktor belajar lainnya. Sebenarnya susah tidaknya belajar pada dasarnya terkandung diri anda sendiri. Guru dan fasilitas lainnya hanya berperan sebagai penunjang dan pendorong kegiatan belajar Anda.

Masa depan dan karir anda sebenarnya tergantung pada diri anda sendiri. Oleh sebab itu di dalam proses belajar Anda harus serius dan sungguh-sungguh. Anda tidak boleh main-main dalam belajar. Jika belajar dilakukan secara main-main hasilnya akan mengecewakan diri Anda sendiri, termasuk orang tua yang membiayai.

Seorang pelajar perlu memperhatikan beberapa komponen agar berhasil memperoleh kesuksesan dalam belajar. Terdapat tiga komponen penting untuk memperoleh hasil belajar yang memuaskan, yaitu:

Pertama, tujuan belajar dan cita-cita yang diharapkan

Tujuan merupakan tugas, tuntunan atau kebutuhan yang harus dipenuhi dalam belajar. Tujuan belajar bisa juga berupa sistem nilai yang harus tampak dalam perilaku siswa. Cita-cita belajar merupakan karakteristik kepribadian seorang pelajar. Tujuan dan cita-cita diterjemahkan dalam perilaku di berbagai kegiatan yang terencana dan dapat dievaluasi.

Tujuan dan cita-cita belajar seringkali tidak tampak di awal kegiatan belajar. Seorang pelajar perlu mengalami berbagai peristiwa agar ia menyadari posisi penting tujuan dan cita-cita belajar. Mungkin saja di awal awal proses pencarian cita-cita itu seorang pelajar mengalami perubahan tujuan hidup dan cita-cita. Namun seiring dengan berjalannya waktu maka pilihan-pilihan itu akan mengerucut kepada sebuah cita-cita utama.

Kedua, pengembangan diri

Seorang peserta didik harus berusaha mengembangkan diri semaksimal mungkin pada berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan sesuai dengan harapan. Potensi diri tidak hadir begitu saja. Potensi diri harus diasah sejak kecil hingga dewasa. Lingkungan keluarga turut mendukung keberhasilan seorang anak dalam mengembangkan bakat dan potensi diri yang dimilikinya.

Berbagai potensi diri pada seorang pelajar seringkali tampak pada berbagai bidang peminatan. Bagi pelajar yang menyukai kehidupan disiplin, tegas dan kemandirian dalam hidup, mungkin saja ia tertarik untuk mengembangkan diri melalui kegiatan kepramukaan. Namun bagi siswa yang menyukai bidang seni olah vokal, drama dan tari, bidang pengembangan diri yang tepat adalah bergabung dengan sanggar seni.

Ketiga, praktek cara belajar yang efektif

Setiap pelajar perlu menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri sendiri dan menggerakkan berbagai sumber. Seorang pelajar perlu mengetahui cara belajar yang efektif dan efisien agar dirinya selalu bersemangat dalam belajar. Pelajar perlu mendapatkan bimbingan dari orang-orang dewasa di sekitarnya sekitarnya agar ia bisa memilih jenis belajar yang sesuai yang sesuai dengan karakternya.

Cara efektif belajar bagi setiap siswa bisa berbeda-beda tergantung metode belajar yang ia kuasai. Bagi siswa yang terbiasa belajar secara visual maka ia akan menyukai kegiatan membaca dan menulis. Sedangkan untuk siswa yang memiliki kecenderungan auditori maka ia akan lebih suka belajar dengan cara mendengarkan ceramah dan menonton video. Selanjutnya untuk siswa kategori kinestetik akan lebih suka belajar dengan cara memegang dan praktek langsung.

Semoga artikel motivasi belajar ini bisa bermanfaat untuk Anda. Selamat mengembangkan diri!

Bagikan tulisan ini:

5 Replies to “3 Komponen Penting untuk Memperoleh Hasil Belajar yang Memuaskan”

  1. Sayangnya pelajar pada zaman sekarang kehilangan tujuan sekolah. mereka ada yang datang ke sekolah hanya untuk dapat uang saku. ada pula yang karena ikut-ikutan temannya.

  2. Lingkungan keluarga pengaruhnya sangat besar sekali. pintar dan tidak pintar anak tergantung Bagaimana keluarga itu mengelola lingkungan belajarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *