Semarak Remas SuperCamp 2017 Wujud Pembinaan Remaja Islami Cinta Masjid dan Musholla

Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang
Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang

Pada Selasa sampai Rabu, 11-12 Juli 2017 lalu telah diadakan kegiatan pelantikan Pengurus Remaja Masjid (Remas) Baitussalam masa bakti 2017-2021 di Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Acara pelantikan Remas Baitussalam dikemas melalui acara perkemahan remaja yang bernama Remas SuperCamp 2017. Remas SuperCamp diikuti oleh 82 peserta yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja se-Dusun Guwo. Kegiatan perkemahan dilaksanakan di halaman SDN Latsari. Panitia pelaksana Remas SuperCamp 2017 sudah bersiap sejak pagi. Mereka mendirikan empat buah tenda pramuka di halaman SDN Latsari.

Peserta Remas SuperCamp 2017 mulai berdatangan ke lokasi kegiatan mulai pukul tiga sore. Mereka membawa alat tulis, mushaf Al-Quran, tikar, baju ganti, dan perlengkapan pribadi lainnya. Panitia Remas SuperCamp 2017 menyiapkan dua ruang kelas sekolah untuk tempat tidur. Sebagian panitia Remas SuperCamp 2017 menyiapkan aula Musholla Baitur Rokhim untuk seremonial Pelantikan Pengurus Remas Baitussalam. Alhamdulillah, sebagian besar undangan telah hadir di pelantikan. Mulai dari Kepala Desa Latsari, Sekretaris Desa Latsari, Kepala SDN Latsari, Ketua Takmir, Ketua RT, hingga ustadz Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) setempat.

Remas SuperCamp Day 1

Seremonial pembukaan Remas SuperCamp 2017 berakhir menjelang maghrib. Usai sholat jamaah maghrib , semua peserta Remas SuperCamp 2017 mengikuti makan malam bersama di halaman SDN Latsari. Acara Remas SuperCamp 2017 kemudian dilanjutkan dengan sholat isya’ berjamaah di Musholla Baitur Rokhim. Setelah sholat isya’, peserta Remas SuperCamp 2017 mengikuti pelatihan Murrotal Quran bersama Ustadz Muhammad Solihul Hadi. Murrotal Quran kali ini menggunkan ayat-ayat dalam surat Al-Waqiah dengan nada bayati. Berlatih membaca Al-Quran dengan irama bayati ternyata tidak mudah. Sebagian besar peserta belum mampu menirukan suara Ustadz Hadi berirama bayati karena peserta terbiasa membaca Al-Quran dengan irama nahawan.

Murrotal Al-Quran berakhir menjelang pukul sembilan. Materi Remas SuperCamp 2017 dilanjutkan dengan diskusi Kepemimpinan Islami (Islamic Leadership). Cak Ponasir kali ini datang terlambat dalam acara diskusi sehingga saya berinisiatif memulai acara. Diskusi berlangsung singkat dan bernas. Masing-masing peserta mengungkapkan pemikiran mereka mengenai definisi pemimpin Islam. Salah satu poin penting dalam Kepemimpinan Islami adalah konsep berbakti kepada masyarakat. Setiap remaja adalah calon pemimpin masyarakat di masa depan sehingga harus membekali diri dengan keterampilan memimpin kawannya dan mengungkapkan pendapatnya dengan sopan, elegan dan bermartabat. Sesi ini agak berat. Remaja Guwo belum terbiasa berdebat melalui ajang diskusi panel dengan format resmi.

Setelah diskusi Kepemimpinan Islami, materi Remas SuperCamp 2017 seharusnya pelatihan Public Speaking oleh saya. Saya memutuskan tidak memberikan materi public speaking karena situasi malam itu tidak memungkinkan untuk mengajak peserta Remas SuperCamp 2017 mengikuti materi. Waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Lingkungan sekitar halaman sekolah berudara dingin dengan terpaan udara yang cukup kencang. Akhirnya panitia Remas SuperCamp 2017 memutuskan memulai acara api unggun untuk menghangatkan suasana. Syukurlah, api unggun perkemahan Remas SuperCamp 2017 bisa mengurangi dinginnya malam hari di musim kemarau bulan Juli 2017 ini. Setelah api unggun, seharusnya peserta Remas SuperCamp 2017 beranjak tidur. Tapi seperti kebanyakan anak muda lainnya, peserta masih betah melek hingga pukul satu dini hari.

Remas SuperCamp Day 2

Pelaksanaan Remas SuperCamp 2017 hari kedua seharusnya diisi dengan olahraga dan bersih-bersih lokasi kegiatan. Tindakan tidak sportif sebagian peserta menyebabkan panitia keburu ilfil dengan kelanjutan acara. Acara Remas SuperCamp 2017 hari kedua hanya diisi dengan kegiatan membersihkan halaman sekolah SDN Latsari. Panitia juga memutuskan membongkar tenda kegiatan lebih awal. Saya tidak keberatan dengan mengakhiri kegiatan perkemahan remaja Islami di Guwo ini lebih cepat. Pada malam hari sebelumnya para peserta perkemahan putri banyak yang pulang ke rumah dan mereka tidak kembali ke lokasi kegiatan. Lebih baik segera mengakhiri kegiatan dan membereskan perlengkapan sekolah yang dipinjam panitia.

Kesuksesan acara Remas SuperCamp 2017 tercoreng karena masuknya para penyusup ke dalam tenda peserta perkemahan. Mereka adalah para remaja Guwo yang tidak pernah aktif dalam kegiatan remaja masjid namun hanya ingin bersenang-senang di dalam tenda perkemahan. Para peserta gadungan tersebut tidak bersedia mengikuti kegiatan pemberian materi Murrotal Quran surat Al-Waqiah, diskusi Kepemimpinan Islami, dan olahraga pagi. Peserta abal-abal itu meninggalkan kegiatan dan memilih online di warung kopi sambil menikmati koneksi wifi gratis. Hal ini juga dikeluhkan oleh sebagian besar panitia pelaksana Remas SuperCamp 2017. Mereka kecewa karena hanya setengah dari seluruh jumlah peserta perkemahan yang hadir di semua rangkaian acara.

Secara umum, saya puas dengan pelaksanaan Remas SuperCamp 2017 tahun ini. Para pengurus Remas Baitussalam sudah belajar mengelola acara dengan baik. Walaupun terdapat banyak kekurangan, namun panitia sudah menunjukkan kesungguhan dalam menggelar acara. Saya pun tidak kapok dengan hambatan yang diberikan oleh para tukang iri hati. Saya bertekad akan mengadakan kegiatan Remas SuperCamp berikutnya dengan skala lebih besar dan konsep acara yang lebih meriah serta tertata rapi. Untuk mengatasi kemungkinan gangguan dari para penyusup, saya telah menyiapkan seleksi peserta perkemahan lebih ketat. Sampai jumpa di acara perkemahan Remas SuperCamp tahun depan!

5 Replies to “Semarak Remas SuperCamp 2017 Wujud Pembinaan Remaja Islami Cinta Masjid dan Musholla”

  1. Bangga dan senang melihat anak2 remaja memakmrkan masjid seperti ini. Semoga kalian mendapatkan salah 1 tiket menjadi orang2 yg mendapat naungan di hari kiamat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *