Persiapan Menuju Diklat Remaja Masjid Baitussalam Latsari Mojowarno Jombang

Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang
Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang

Layaknya pejabat yang baru terpilih, para pengurus dan anggota Remaja Masjid (Remas) Baitussalam Dusun Guwo terlihat sangat antusias bekerja. Selama seminggu terakhir ini sudah banyak kegiatan dilaksanakan anggota Remas Baitussalam generasi baru. Mereka sudah berani menjadi muadzin, tadarus sore hari, tadarus setelah sholat subuh, dan kerja bakti menyiapkan Raker IPNU dan IPPNU Anak Cabang Mojowarno. Seolah ingin membuktikan bahwa mereka bisa, siang dan malam mereka ingin eksis di mata masyarakat.

Mereka memiliki energi fisik yang melimpah namun kecerdasan mental dan spiritual di bawah standar. Oleh karena itu perlu adanya pendidikan dan pelatihan (diklat) peningkatan potensi dan kompetensi seluruh pengurus dan anggota remas. Usul pengadaan diklat saya lontarkan pertama kali kepada ketua remas terpilih saat halal bihalal dan pemilihan pengurus remas Baitussalam masa bakti 2017-2021. Mereka menyambut serius. Sehari kemudian mereka mengadakan musyawarah untuk membuat acara pelantikan sekaligus pelatihan dasar kepemimpinan Islam.

Kalau mau jujur, remas generasi sekarang memiliki banyak kekurangan. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar SMP yang belum memiliki pengalaman berorganisasi. Hanya sebagian diantara mereka pelajar SMA yang aktif berorganisasi. Meski demikian, regenerasi organisasi pemuda Islam harus terus berjalan. Setelah bermusyawarah dengan pengurus remas terpilih, sudah disepakati akan dilaksanakan diklat remas pada 11-12 Juli 2017 mendatang. Beberapa materi krusial yang akan dibahas adalah murrotal Al-Quran, pelatihan dasar-dasar kepemimpinan, dan praktek public speaking.

Murrotal Al-Quran

Kemampuan membaca Al-Quran mutlak diperlukan oleh setiap remaja Islami. Titik berat murrotal Al Quran kali ini adalah surat Al-Waqiah. Pemilihan surat Al-Waqiah adalah untuk membiasakan remaja bangun pagi dan disiplin waktu sholat subuh. Ilmu yang didapat dari diklat murrotal Al-Quran ini diharapkan langsung bisa dipraktekkan remaja di musholla masing-masing.

Teknik membaca Al-Quran sudah sering mereka dapatkan, baik melalui pendidikan di sekolah, pondok pesantren, maupun Taman Pendidikan Al-Quran. Diklat remas nanti akan fokus pada bacaan QS Al-Waqiah yang memiliki kategori kesulitan menengah. Pelatihan membaca Al-Quran diperlukan bagi setiap muslim yang ingin menggali nilai-nilai mulia kitab suci Quran. Ada kesan remaja saat ini makin alergi membaca kitab suci Al-Quran. Mereka harus agak dipaksa untuk membaca Quran atau mereka akan lupa sama sekali kebiasaan mulia ini.

Pemimpin Sejati Mampu Menggerakkan Orang Lain
Pemimpin Sejati Mampu Menggerakkan Orang Lain

Kepemimpinan Islami

Karakter pemimpin tidak bisa diwariskan atau diberikan dari satu orang kepada lainnya. Oleh karena itu, materi kedua diklat remas nanti adalah pembentukan Islamic Leader. Tokoh panutan dalam hal ini tentu saja Nabi Muhammad dan para sahabat Nabi. Mungkin mereka telah mulai lupa beberapa kisah hikmah saat masa kecil. Melalui diklat pengurus remas Baitussalam nanti mereka akan diajak merenungkan lagi karakter-karakter terpuji para tokoh Islam.

Penyampaian materi dengan cara ceramah tentu akan membosankan. Saya menyadari bahwa diskusi di dalam ruangan tidak akan memadai untuk mengembangkan daya persepsi peserta kegiatan. Saya telah menyiapkan beberapa permainan kelompok untuk melatih kerjasama, kekompakan dan saling mengenal potensi masing-masing anggota. Fun games kelompok tersebut akan dilaksanakan pagi hari di hari kedua diklat. Cara ini terbilang akan menyenangkan sekaligus menguji keberanian dan kerjasama para anggota remaja masjid.

Kepemimpinan organisasi remaja masjid yang diharapkan nanti adalah terbentuknya organisasi yang solid dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat Dusun Guwo sebenarnya tidak rumit. Remaja cukup datang di acara yasin dan tahlil yang digelar secara rutin seminggu sekali. Melalui sosialisasi diri di jamaah yasinan tersebut mereka bisa memperlebar langkah dalam syiar Islam di desa.

Public Speaking

Kemampuan public speaking sangat diperlukan remaja mengingat mereka akan bersentuhan langsung dengan masalah masyarakat. Public speaking skill meliputi kemampuan menjadi pembawa acara (MC), presentasi materi, dan berdiskusi dengan orang yang lebih tua. Hal-hal tersebut terlihat remeh namun memiliki dampak besar terhadap respons masyarakat desa. Pemilihan tata bahasa dalam percakapan musyawarah adalah hal yang baru bagi anak-anak karena sebagian besar warga Guwo berbahasa Jawa halus saat berdiskusi.

Tujuan kegiatan pengajaran keterampilan berbicara di depan publik bagi remaja adalah sebagai latihan tampil di acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di Dusun Guwo. Selama ini wajah-wajah lama cukup membosankan menjadi penghias utama di jajaran depan acara-acara PHBI. Masyarakat membutuhkan penyegaran suasana agar semua warga lebih bersemangat mengikuti ibadah yang berhubungan dengan muamalah. Saya tahu langkah mereka untuk unjuk gigi tidak akan mudah. Post power syndrome yang belum hilang dari peredaran harus dilawan secara perlahan agar masa depan penduduk muslim bisa berkembang dengan baik.

Materi-materi tersebut sudah saya diskusikan dengan panitia pelaksans. Mereka tampak senang menyambutnya. Beberapa anggota panitia juga menyiapkan acara tambahan kecil pada saat api unggun dilaksanakan. Kreatifitas anak muda memang sering kali di luar dugaan. Spontanitas mereka patut diacungi jempol. Mudah-mudahan remaja masjid Baitussalam bisa konsisten menjalankan amalan-amalan berbudi pekerti mulia. Semoga acara diklat nanti bisa memberikan manfaat kepada para peserta. Aamiin.

5 Replies to “Persiapan Menuju Diklat Remaja Masjid Baitussalam Latsari Mojowarno Jombang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *