Menempatkan Bisnis Sebagai Ibadah Nyata

bekerja dan beribadah
bekerja dan beribadah

Banyak argumen yang mengemukakan tentang cara-cara berbisnis dengan strategi yang jitu. Namun jangan sampai kita melupakan bahwa pada diri Nabi Muhammad SAW terdapat contoh praktek berbisnis dengan segala andalan strategi yang bagus. Bila kita mau mempelajari dengan seksama dan memahami teladan Nabi, maka kita akan meraih kesuksesan yang gemilang.

Dan tentu saja sukses berbisnis adalah meliputi pula kesuksesan berbisnis dengan Allah. Dan surga adalah sebuah keuntungan yang tiada bandingannya dengan keuntungan dunia berapa pun nilainya. Bahkan jika seluruh isi dunia ini menjadi imbalan kesuksesan bisnis kita sesungguhnya masih jauh nilainya dibandingkan dengan surganya Allah SWT.

Aktivitas marketing adalah sebuah aktifitas yang sebenarnya senantiasa kita lakukan setiap hari, baik kita sadari maupun tidak kita sadari. Namun yang menjadi persoalan adalah apakah aktifitas marketing kita ini dalam kesehariannya bisa menghasilkan manfaat atau tidak. Barangkali pertanyaan inilah yang seyogyanya menjadi bahan renungan kita bersama. Itulah pesan disampaikan oleh Muammar Nas dalam buku Kedahsyatan Marketing Muhammad.

Manfaat disini tentunya manfaat lahir dan batin. Dalam artian secara lahir memberikan keuntungan secara materi dan manfaat batin adalah aktifitas kita bernilai ibadah di hadapan Allah. Nilai-nilai agama tetap bisa dilaksanakan dalam kegiatan bisnis karena tidak seharusnya kita mengkotak-kotakkan kehidupan dunia dan akhirat. Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi kepada Anda.

Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *