Pemandian Banyubiru Pasuruan, Wisata Alam Asyik Dengan Biaya Murah Meriah

Pemandian Banyubiru adalah salah satu tempat wisata alam yang lumayan bagus di Kabupaten Pasuruan. Penulis berlibur ke tempat wisata alam tersebut pada Minggu, 25 Februari 2018. Awalnya saya penasaran apa sih Banyubiru? Saya semula berpikir Banyu Biru adalah nama kolam renang seperti halnya di Jombang kota. Ternyata Banyubiru bukan hanya ada kolam renangnya, tapi juga pemandian alam. Banyubiru terletak di Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Lokasinya lumayan masuk ke pedesaan. Perjalanan bus dari Grati ke Banyubiru sering terganggu jalan berlubang yang menganga besar. Debu-debu berterbangan di sepanjang jalan aspal khas kawasan pantura. Inilah jalan yang sama seperti penulis lalu sekitar sepuluh tahun yang lalu. Ah, kenangan itu selalu membayang dalam benak. 

Sekitar pukul dua belas penulis turun dari bus. Pertama kali menginjakkan kaki di pintu masuk sudah terasa sejuknya udara pedesaan. Pohon-pohon besar tumbuh mengelilingi kolam-kolam yang berair jernih. Tiga buah kolam alami terdapat di sisi selatan Pemandian Banyu Biru. Sedangkan pada sisi utara Banyu Biru terdapat dua buah kolam renang buatan. Pemandian Banyubiru dipenuhi pengunjung pada hari Minggu. Hampir tidak ada tempat duduk kosong di area Banyubiru bagian selatan. Penulis mendapatkan ruang yang lebih lega pada Banyubiru bagian utara. Pohon besar dan puluhan patung menghiasi setiap sudut obyek wisata Banyubiru Pasuruan. Puluhan warung tradisional menjual jajanan rakyat dengan harga murah. Oh ya, kalau tiket masuknya tadi harganya Rp5.000 per orang, maka harga nasi soto hanya Rp7.000 per porsi.

Keunikan tempat wisata Banyubiru Pasuruan adalah adanya puluhan ikan patin berukuran besar di kolam utama. Ikan-ikan tersebut berenang bebas bersama wisatawan di sekitar sumber air. Sumber air banyu biru melalui tiga buah kolam dengan kedalaman yang berbeda-beda sebelum akhirnya dibuang ke selokan. Sayangnya, penulis tidak berkesempatan mandi di kolam alami tersebut meskipun sebenarnya sangat ingin. Kegiatan utama penulis di Pasuruan adalah studi banding JQH sehingga harus menghemat tenaga untuk rangkaian acara berikutnya. Penulis cukup memotret dan merekam kondisi Pemandian Banyubiru sampai jam dua siang. Hasrat hati ingin menceburkan diri ke kolam renang Banyubiru namun apa daya keadaan tidak memungkinkan untuk itu.

Secara umum, pemandian Banyubiru Pasuruan sangat bagus untuk dikembangkan sebagai obyek wisata alam. Sayangnya, sejauh pengamatan penulis, belum ada pembangunan yang berarti disana. Tempat wisata kotor, apalagi kantin makannya. Air bersih di kamar mandi juga tidak mengalir sehingga sangat mengganggu lingkungan. Hal itu diperburuk dengan aroma kemenyan yang tersebar di berbagai sudut pohon besar. Kesan mistis sangat terasa ketika penulis berada di sana. Belum lagi jejeran patung besar berbentuk binatang besar yang tersebar di sejumlah sudut lokasi menambah suasana yang tidak biasa. Untungnya masih ada foodcourt baru di Banyubiru. Pusat jajanan kuliner itu baru dibangun dan belum digunakan. Warung-warung tradisional masih perlu ditata lagi agar kesan kumuh tergantikan dengan kenyamanan pengunjung.

Bagikan artikel ini melalui:

12 Replies to “Pemandian Banyubiru Pasuruan, Wisata Alam Asyik Dengan Biaya Murah Meriah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *