Pengaruh Teman Bermain Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Keceriaan anak-anak berlibur ke Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari di Kawasan Wisata Makam Gus Dur Tebuireng Jombang
Keceriaan anak-anak berlibur ke Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari di Kawasan Wisata Makam Gus Dur Tebuireng Jombang

Manusia adalah makhluk sosial, artinya bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Pengertian makhluk sosial ini tidak hanya dalam kehidupan di alam sebenarnya, seperti pada jaman prasejarah dulu. Tetapi juga berlaku untuk kehidupan sosial masyarakat modern. Sekalipun saat ini teknologi komunikasi telah berkembang demikian canggihnya, manusia tetap membutuhkan kawan berbincang secara tatap muka.

Perkembangan kehidupan sosial saat ini telah mengarah kepada terbentuknya perkumpulan kawan sebaya. Contoh kecilnya adalah para remaja yang pasti menginginkan dan memiliki teman. Apalagi teman di sekolah, tempat dimana kita belajar setiap hari. Dan kita tidak mungkin bertahan belajar di sekolah tersebut tanpa mengalami atau melakukan interaksi. Anak kecil mana yang sanggup bermain sendirian saat melihat kawan seusianya bermain dengan riang gembira.

Kedekatan antar anak dalam permainan telah mengantarkan mereka ke dalam ikatan emosial. Sebutan sahabat, teman dan anggota geng menunjukkan betapa besar pengaruh lingkungan pertemanan pada usia anak-anak sampai dengan remaja. Mereka adalah manusia muda yang seharusnya menghabiskan waktu dengan belajar. Mau tak mau, pola pertemanan anak-anak dan remaja saat ini mempengaruhi cara mereka belajar.

Saya mengamati pergaulan murid-murid di sekolah dasar tempat saya mengajar selama setahun terakhir ini. Pengamatan tersebut saya lakukan terhadap murid berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dari jenjang pendidikan dasar kelas satu sampai kelas enam SD. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengikuti perilaku teman yang  dianggapnya sebagai pimpinan dalam pergaulan, atau istilah kerennya kepala suku. Pemimpin itulah yang akan memberikan banyak pengaruh terhadap motivasi belajar kawan-kawannya.

Anda bisa membayangkan betapa mudah sekaligus sulit guru jaman sekarang dalam mendidik murid-muridnya. Kemudahan dalam pemenuhan fasilitas dan media pembelajaran harus diimbangi dengan kesulitan mengendalikan perilaku murid-murid di sekolah. Seorang guru tidak dapat mengendalikan cara berpikir. Guru hanya mampu menyampaikan materi pembelajaran yang baik dan benar. Selebihnya guru harus mampu memberikan teladan kasih sayang dalam kehidupan nyata agar terjadi proses imitasi.

Kegagalan seorang anak dalam belajar di jenjang pendidikan dasar merupakan tanggungjawab pendidik. Pendidik bukan hanya guru di sekolah, tetapi juga orang tua di rumah. Orang tua harus berperan aktif dalam mengarahkan anak untuk memilih teman yang dapat mengarahkan mereka ke dalam kegiatan efektif. Orang tua yang bersikap acuh tak acuh terhadap anak-anak mereka akan menyerahkan nasib masa depan anak mereka kepada lingkungan. Inilah bahaya lingkungan yang tidak mampu dikendalikan guru dan orang tua.

Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi bagi kehidupan Anda. Selamat mendidik putra-putri di rumah.

3 Replies to “Pengaruh Teman Bermain Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar”

  1. Sepakat! Saya juga percaya bahwa lingkungan berpengaruh secara signifikan kepada perkembangan kecerdasan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *